Author:Nikita
Yuana(NY)
Fandom:Harvest
Moon:More Friend Of Mineral Town
Genre:Romance,hurt/comfort,crime
Rated:T+
Pairing:CliffXClaire
Warning:OOC,alurnya
kecepetan,chara death,Don’t like,just
don’t read!
Summery:Saat
tersadar,tiba-tiba Claire berada di sebuah ruangan yang gelap gulita.Ia
dikelilingi oleh tiga orang pria yang berniat jahat padanya.Siapa sajakah
mereka?
Disclaimer:I don’t have Harvest Moon any charas!
I’ll Always Love
You
Claire’s POV:
Kubuka
mataku perlahan dengan berat.Gelap.Aku tak bisa melihat apapun di sekitarku.Rasanya
seperti berada di lingkupan kain hitam.
“Auw!”Rintihku pelan.
Aku
merasakan sakit di sekujur tubuhku.Wajahku terasa perih sekali. Walaupun aku
tidak melihatnya,tapi dapat kurasakan badanku memar-memar.Bibirku pecah
mengeluarkan darah.Dimana ini?Dingin dan sunyi.Aku sampai kesulitan bernafas
karna dinginya udara di sini.
“Kau
sudah bangun tuan putri?”Kata seseorang dengan lembut.
“Si-siapa
itu?” seruku parau.
Cklek!
Lampu
putih menyala redup.Membuatku memejamkan mataku karena reflek. Aku memincingkan
mata untuk melihat sosok yang berjarak cukup jauh dariku. Terlihat bahwa
ruangan ini lumayan luas dan terdapat banyak bangku panjang.
Sosok
yang kelihatanya laki-laki itu bersandar santai di dinding.Tubuhnya tinggi dan
ramping.Kulitnya sangat putih,setidaknya jika dibandingkan dengan laki-laki
pada umumnya.Matanya agak sipit,membuatku kesulitan menatap matanya dari jauh.
Yang
paling aneh dari dirinya adalah,rambutnya yang berwarna...Silver?Apa dia
memakai semacam wig?Ah!Tidak penting.Yang lebih penting itu....Siapa dia dan
apa maunya dariku?!
Lelaki
itu berjalan perlahan ke arahku yang masih dalam posisi duduk di lantai.Dia
memasang senyum dan tatapan mata yang lembut.Ternyata matanya berwarna hijau gelap.Sepasang
mata indah itu berhasil menghipnotisku.
Setelah
beberapa saat,akhirnya aku tersadar.Ini adalah tempat dan situasi yang tidak
tepat untuk terpesona pada lelaki yang bahkan tidak pernah kutemui sebelumnya!
Aku
berdiri dari lantai.Lelaki itu semakin mendekat.Membuatku merinding dengan
senyum lembutnya yang mempesona,tapi membuatku takut.Aku mundur beberapa
langkah.Tapi dia masih saja mendekatiku perlahan.Selama beberapa langkah aku
mundur ke belakang.
Tiba-tiba
langkah mundurku tehenti.Aku menabrak pelan sesuatu yang lebih besar dariku.Aku
tidak tau,tapi yang pasti itu bukan sebuah tembok.
Buk.
“Mau
ke mana gadis kecil?”Bisik seseorang tepat di belakang telingaku.
Suaranya
lebih berat dari orang berambut silver aneh tadi.Aku berbalik cepat,dan
mendapati seorang lelaki lain.Tubuhnya tinggi dan tegap.Ia memakai topi biru
dengan tulisan “UMA” di bagian depanya.Lelaki yang tak pernah kutemui
sebelumnya.Aku mundur selangkah untuk menjauhinya.
“Si-siapa
kalian?Apa mau kalian!?”Seruku panik.
“Kau
memang tidak mengenal kami bidadariku,tapi mungkin kau mengenali orang itu?”Kata
orang berambut silver tadi sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk.
Orang
yang ia tunjuk tadi sedang menunduk dalam.Poninya yang cukup panjang semakin menutupi
wajahnya.Rambut coklat yang dikuncir rendah,pakaian serba coklat,benar-benar
mirip dengan orang yang kukenal.Saat ia mengangkat wajahnya,kedua mataku
membelalak lebar.
“C-Cliff?!”Pekikku
tak percaya.
“Hai
Claire.”Sapanya sambil memberi senyum ala mafia sadis padaku.
“A-apa?Katakan!Kenapa
aku bisa di sini Cliff!?”Seruku pada Cliff tanpa beranjak dari tempatku berdiri.
“Aku
yang membawamu.Ingat?”Kata Cliff sambil menyungging senyum mafianya.
Aku
bergidik ngeri,melihat senyum Cliff yang terlihat kejam dan jahat itu.Baru kali
ini aku melihatnya.Matanya seakan tak memancarkan belas ampunan sedikitpun.Ia
benar-benar berbeda.Ia berbeda dari Cliff yang kukenal.Aku menundukkan
kepalaku.Berusaha mengingat apa telah hal yang terjadi sehingga aku bisa berada
di tempat gelap ini.
-Flashback:On-
Still
Claire’s POV:
Untuk
Claire,
Bisakah
kita bertemu di bawah pohon apel di peternakanmu?Aku akan menunggumu nanti
malam jam 9 di sana.Aku ingin mengatakan sesuatu.
Kutunggu,
Cliff.
Saat
aku melihat catatan kecil yang menyelip dari bawah daun pintu itu,aku serasa
melayang.Aku benar-benar senang karena Cliff akhirnya mengajakku bertemu.Selama
setengah tahun ini,aku selalu tertarik untuk mendekati pemuda satu ini.Ia
sangat jarang bicara pada orang lain.
Setelah
aku mendekatinya,akhirnya ia bisa dengan mudah berbicara padaku.Awalnya dia
masih agak kikuk.Tapi justru itu yang membuatku tertarik padanya.Sifat yang
entah bisa disebut pemalu,atau memang anti sosial itu semakin membuatku menyukainya.
Tapi
entah kenapa....Saat ia tersenyum,senyumnya terasa hambar.Seperti tidak ada
emosi yang menyertai senyum indah itu.Seperti senyum yang hanya terlukis,tapi tak
terasakan oleh pemiliknya.Tapi bagaimanapun,aku akan terus menyukainya.Meskipun
sifatku agak childish,tapi aku akan
berusaha berubah,jika ia menginginkanya.
Aku
akan merubah dan memberikan apapun yang kumiliki,hanya untuknya. Aku rela.Karna
aku,telah jatuh cinta padanya.....
-At the farm-
“Cliff,apa
kau di sini...?”Panggilku pelan.
Aku
sudah berada di bawah satu-satunya pohon apel di peternakanku sesuai tempat
janjian.Sudah sepuluh menit aku menunggu,tapi Cliff belum datang juga.Karena
dingin,aku memutuskan untuk duduk dan memeluk kedua lututku di bawah pohon
apel.
Srak!
“Hah?”Aku
mendengar sesuatu.
Aku
mengeratkan pelukan pada kedua lututku.Tubuhku merinding.Aku penasaran,suara
apa itu tadi.
Thump!
“KYAAAAA!”Teriakku histeris.
Sesuatu
melompat dan mendarat tepat di hadapanku.Sesuatu yang besar. Saat makhluk itu berdiri
tegap,haaah.Ternyata itu Cliff.
“Cliiiff!Kau
mengagetkanku saja.Kau dari atas pohon ini?”Tanyaku.
“Maaf.”Katanya
singkat dengan nada dan wajah datar.
Sesampainya
Cliff dengan cara yang mengejutkan tadi,aku berbincang banyak denganya.Eh,aku
yang lebih banyak ngomong.Entah kenapa,Cliff diam dari tadi.Ia hanya menanggapi
perkataanku dengan sepatah kata saja.Ada yang aneh denganya malam ini.
“Claire.”Panggilnya.
“Hm?”Aku menoleh dan tersenyum semanis
mungkin.
“Aku
rasa kita tidak akan bertemu lagi.”Katanya datar.
Kata-katanya
yang datar itu telah menusuk tepat di jantungku.
‘A-apa maksudnya dengan tidak bisa bertemu
lagi?Apa dia akan pergi?Apa dia selama ini sakit dan akhirnya nyaris meninggal?Pikiranku
sampai ke mana-mana.‘Tidak!Aku tidak
boleh berpikir macam-macam!’
“A-apa
yang kau bicarakan Cliff?”Tanyaku bergetar.
Tapi
Cliff tidak menjawab pertanyaanku.Dia malah berdiri,dan hendak melangkah untuk meniggalkanku
seorang diri di sini.Aku ikut berdiri.Aku memanggil-manggil namanya,tapi ia
tidak menoleh.Tidak bergeming sedikitpun. Akhirnya aku berlari.Dengan cepat,aku
memeluk pinggangnya erat.Aku tidak ingin kehilangan dia.Aku tidak ingin
kehilangan Cliff!
“Cliff!Aku
mencintaimu!Aku mencintaimu Cliff!Tolong jangan katakan kalau kita tidak bisa
bertemu lagi!Hik!”Isakku sambil masih memeluk pinggangnya dari belakang.
Cliff
terdiam.Tanpa respon.Ia melepaskan pelukanku darinya.Ia berbalik dan menatapku
datar.
“Maaf
Claire.”Katanya singkat.
Tes.
Setetes
air bening mendarat di pipiku yang memang sudah basah.Air mata Cliff?Ya,air bening
mengaliri pipi Cliff yang berasal dari sudut matanya.Anehnya,ia tersenyum.Dan
yang lebih mengejutkan,senyum itu bukan senyum-tanpa-rasa yang biasa ia berikan.Kali
ini,senyumnya terasa begitu hangat.Kehangatanya sampai merasuk dan memenuhi
hatiku.
“Aku
juga mencintaimu.”Bisiknya lirih di telingaku.
“Cli-...”
Bugh!
Sebelum
kata-kataku tersampaikan,aku merasakan suatu hantaman yang menerjang
perutku.Aku begitu mual,sampai akhirnya kututup kelopak mata dan tak sadarkan
diri.
-Flashback:Off-
Cliff’s POV:
Aku
memperhatikan gadis itu menunduk dengan khidmatnya.Ia menunduk cukup
lama.Mungkin ia sedang memutar otaknya,untuk mengingat apa yang sudah terjadi.
Aku
memejamkan kedua kelopak mataku.Bersandar di kursi kayu yang sedang
kududuki,dan mendongakkan kepala.Memori dengan apa yang terjadi beberapa jam
yang lalu mengalir dengan sendirinya.
-Flashback:On-
Aku
menangkap tubuh yang hendak terjatuh itu.Kupandangi wajahnya lekat-lekat.Jelas-jelas
tidak ada yang istimewa dari fisiknya,selain sepasang mata safir indah yang
kini terkatup rapat.
“Aku
mencintaimu,Claire...”Bisikku kembali pada tubuh yang terkulai lemah ini.
Kudekatkan
wajahku pada wajahnya.Sampai-sampai aku bisa mencium wangi segar khas pegunungan
dari tubuhnya.Perlahan,kukecup bibir mungil gadis yang berada di dalam
rangkulanku ini.
‘Plok,plok,plok.’
Terdengar
suara tepuk tangan pelan dari atas.Cih,aku
tau itu pasti dia.
“Apa
maumu Skye?”Tanyaku ketus tanpa mengalihkan pandanganku dari gadis sang jelita.
“Ketua
pasti akan suka berita ini.Hehe.”Katanya
mengejek.
Thump!
Ia
turun dari pohon apel yang tadi juga kugunakan untuk mengintai dengan sekali
lompatan.Ia menampakkan senyumnya yang menjengkelkan itu.Ingin sekali aku menghunuskan
katana ke perutnya saat ini juga.
“Kalau
sampai kau mengatakanya pada ketua,kau akan mati!”Ancamku.
Skye
mengangkat kedua tangan,layaknya menyerah pada sekelompok polisi.
“Hei,sudahlah....Lagipula....Tanpa
aku mengadu pun,ketua pasti sudah tau akan hal ini.Kau kira perubahan sifatmu
itu tidak mencolok hah?”Katanya dengan aksen yang sangat menjengkelkan.
“Bagus,kau
sudah mendapatkan dia.Misimu sudah selesai,sekarang kemarikan gadis itu.”Lanjutnya.
Aku
terdiam sejenak.Jika kuserahkan Claire sekarang,pasti akan sampai di tempat
ketua besok pagi.Dia kira aku bodoh.
kuubah
posisi Claire untuk menggendongnya bridal
style,lalu berbalik dan meninggalkan Skye.
“Tidak.Aku
yang akan membawanya ke tempat ketua sekarang juga.”Jawabku ketus.
“Hehe.Apa boleh buat....”Sahutnya seraya
mengikutiku.
Sampai
di markas,Ketua menyambutku dengan senyum palsunya.Senyum yang selalu ia berikan
kepada orang-orang agar tidak ada yang curiga padanya. Kulihat Gray duduk di
bangku panjang barisan paling depan dengan kedua tangan ia lipat di depan dada.
“Sudah
kuduga kau akan menyatakan cinta padanya.Heh.”Sindir Gray tanpa melirikku
sekalipun.Ia hanya menyembunyikan wajahnya di balik topi.
Aku
tidak heran jika mereka mengetahuinya.Sesama otak mafia,tentu kami yang
sepikiran jahat ini tau banyak hal.Aku hanya mendengus mendengar sindiranya
itu.Aku masih berjalan lurus di altar panjang,sambil masih menggendong Claire
yang pingsan di tanganku.
Sampai
di hadapan ketua,aku meletakan Claire secara hati-hati di sampingku.Aku berdiri
tegak dan melapor pada ketua.
“Aku
sudah mendapatkan gadis ini,ketua Carter.”Laporku.
“Ya.Dan
kau juga sudah mendapatkan hatinya kan,Clifford.Sekarang,kalian tau apa yang
harus kalian lakukan bukan?”Perintah ketua Carter.
“Ya
(hehe).”Kami bertiga menjawab
serempak.
Kegiatan
kami selanjutnya,adalah menyiksa Claire yang masih dalam keadaan pingsan.Kami melukai
tubuhnya sedemikian rupa.
Aku
memang sangat sering,melakukan segala hal bentuk penyiksaan. Tapi,melihat Gray yang menampar wajah putih Claire dengan kerasnya,membuatku
ikut meringis ngeri.Meskipun ekspresi wajahku datar,tapi tentu mereka berdua bisa
menyadari hal itu.
“Kau
tidak tega,melihat kekasihmu kutampar seperti ini Cliff?”Tanya Gray
menghentikkan kegiatanya.
“Dia
bahkan tidak bersalah.”lirihku.
“Apanya
yang tidak bersalah?!Jelas-jelas dia itu adik dari Jack!Si penghianat licik
itu!Kau mau membelanya hah?!”Hardik Skye padaku.
“Diam
kau Skye!Dia bahkan tidak tau,jika kakaknya adalah salah satu anggota mafia
yang sudah menghianati Ketua!”Bentakku sambil menunjuk hidungnya.
“Jadi
intinya,kau tidak rela kan,dia disiksa seperti ini?”Sindir Skye tidak mau
kalah.
Aku
mendengus.“Huh!Lakukan saja apapun yang kalian suka!Aku tidak peduli!” Kataku
seraya meninggalkan ruang penyiksaan itu.
“Apapun?Kau
serius...?”Goda Skye,yang membuatnya ingin sekali kupenggal.
Tentu
aku tidak melakukanya.Semenyebalkanya Skye ataupun Gray, bagaimanapun juga,hanya
mereka yang selalu menemaniku.Mulai dari saat kami diasuh oleh ketua Carter
saat masih kecil,sampai kami dewasa seperti ini.
‘Ah!Apa sih yang sudah kupikirkan!?Kenapa aku jadi melankolis
begini!?Dasar!’
-Flashback:Off-
“Hai
Claire.”Sapaku sambil memberi senyum paling sadisku.
“A,apa?Katakan!Kenapa
aku bisa di sini Cliff!?”Seru Claire panik.
“Aku
yang membawamu.Ingat?”Kataku santai.
Aku
sampai menahan nafas melihat keadaanya sekarang.Wajahnya pucat pasi.Entah
karena takut,ataupun terlalu banyak disiksa.
‘Huh!Aku kembali lembek!Biasanya aku tertawa
saat melihat seseorang yang sekarat berlumuran darah.Mengapa sekarang aku begitu
merasa kasihan?’
“C-Cliff....”Panggilnya
lirih.
Mataku
melebar saat melihat airmata yang mulai berjatuhan dari dagu Claire.Ia
memanggil-manggil namaku lirih.Aku hanya bisa terpaku oleh keadaan itu.Tak ada
yang bisa kulakukan.Aku tidak bisa menghampiri,lalu memeluk tubuhnya.Tapi aku
juga tidak begitu teganya,sehingga menghampiri lalu menampar pipi putihnya.
Claire’s POV:
A-apa?Apa
yang sebenarnya terjadi!?Aku tidak mengerti sama sekali. Sepertinya baru saja
tadi Cliff mengatakan kalau dia mencintaiku.Dan untuk pertama kalinya,dia
tersenyum penuh kehangatan kepadaku.Tapi,sekarang dia bersikap seperti kami ini
adalah musuh bebuyutan selama bertahun-tahun.
Tiba-tiba
kau merasakan ada yang menarik rambutku dengan sadisnya.
“Kau
tau mengapa kau ada di sini ha?Tuan putri?”Katanya lembut sambil masih menjambak
rambutku.
Aku
terpejam manahan perih di kepalaku.Si rambut perak tadi menjambak rambutku
tanpa ampun.Dia membentak-bentakku dengan kasar.Aku bahkan tidak mengerti apa
yang dia bicarakan,tapi dia masih saja menanyakan hal yang tidak kumengerti.
*~^^_^^~*
Normal POV:
Skye
menjelaskan mengenai keadaanya sekarang pada Claire dengan halus.Bahkan
sesekali ia mengelus pipi mulus Claire.Tapi kehalusanya itu tak terasa,karena
dari tadi tangan kananya masih sibuk menarik rambut pirang Claire.Claire hanya
terpejam menahan tarikan pada rambutnya.
Setelah
ia mendengar seluruh penjelasan dari lelaki berambuit perak itu, Claire
membulatkan matanya tak percaya.
“Ti-tidak
mungkin!Kalian bohong!Kakakku Jack adalah orang baik-baik,bukan penjahat
seperti kalian!Dia selalu membantuku di peternakan dan orang-orang desa yang
lain!Kalian bohong!”Teriak Claire parau.
“Hehe,begitu?Kalau
begitu,apa kau bisa menjelaskan,kenapa kakak tersayangmu itu selalu bangun
siang hari dan menghilang saat malam?”Tanya Skye lembut.
Claire
diam.Ia tidak bisa memungkiri,kalau kakaknya itu memang bangun tidur pukul 12
siang dan selalu menghilang pada saat malam tiba.Ia sering menanyakanya,tapi sang
kakak hanya mengacak-acak rambut Claire sambil tersenyum,dan kemudian
mengatakan jika ia punya urusan.
Claire
tidak percaya,bahwa yang kakaknya sebut dengan ‘urusan’ itu adalah hal yang berhubungan
dengan mereka-mereka ini.
“A-AKU
TIDAK PERCAYA!”Serunya.
Plak!
Sebuah
tamparan keras mendarat di pipi Claire.Gadis itu sampai tertunduk.Sang
penampar,yang biasa disebut dengan Carter itu tersenyum palsu.Ia menarik lengan
Claire yang sedang menangis dalam diam.
“Kau
tidak tau apa-apa nona manis.Kau kira,bagaimana perasaan seorang ketua jika ada
seorang anak buah yang menghasut anak buahnya yang lain,untuk menghianatiku
hah?Mereka bahkan tidak menghargai aku,sebagai orang yang sudah merawat dan menghidupi
mereka.Hanya mereka bertiga yang tersisa dalam pengabdianya.”Katanya pelan
sambil mencengkram lengan kanan Claire.
Bruk!
Ia
membanting tubuh kecil Claire ke lantai.Tanpa perasaan,ia menginjak pelan pipi putih
Claire,sehingga wajahnya menempel ke lantai.Air matanya nyaris tumpah,dalam
meratapi penghinaan ini.
“Humm.....Apa
penyiksaan yang tepat agar si penghianat terpukul akan kematian tragis adiknya
ya?”Gumam Carter dengan memasang tampang sok berpikir.
Lalu
ia tersenyum.Ia mengambil sebuah pistol hitam dan melemparkanya ke Cliff.Cliff menerima lemparan
Carter.Ia tau pasti maksud dari ketuanya.
Carter
menarik lengan Claire tanpa belas kasihan sampai ia berdiri tegak.Lalu ia menarik
rambut pirang Claire yang sudah berantakan.Ia tersenyum licik pada Cliff dan menyuruh
Cliff untuk menembak gadis di sampingnya.
“Kurasa
tidak perlu ada siksaan lagi.Tembak dia sekarang Cliff.”Perintah Carter santai
sambil masih mencengkram rambut Claire.
Cliff
terdiam sesaat.Ia memandangi senapan pistol di tanganya.Senapan hitam dan
mengkilap.Ia biasa menggunakanya dengan senang hati.Tapi tidak kali ini.Orang
yang harus ia tembak sekarang adalah orang pertama yang ia cintai dalam
hidupnya.
Cliff
mengangkat pistol itu.Ia mengarahkan ke dada Claire.Dari jarak hanya dua meter
itu,mustahil baginya untuk meleset.Ia biasa menembak dalam jarak puluhan
meter,dan selalu tepat mengenai jantung sasaran.Itu berkat didikan “sesat” dari
Carter.
Cliff
menarik pelatuk pistol itu perlahan.Ia memperhatikan Claire sesaat.Matanya yang
tadi terlihat ketakutan dan bergetar hebat,sekarang sudah hilang.Ia berdiri terpaku.Menatap
lantai dengan tatapan sendu dan pasrah dengan matanya yang sembab.
Claire
mengangkat wajahnya yang pucat.Menatap kedua iris coklat milik Cliff dengan senyum
yang ia paksakan.
“I’ll always love you...Cliff.....”Lirihnya.
Cliff
membesarkan matanya.Ia tak percaya akan kata-kata Claire barusan. Sekarang,Claire
mendongakkan wajahnya.Ia menutup rapat kedua matanya.Seakan bersiap untuk rasa
sakit yang akan menghampirinya segera.
“Cepat
Cliff!”Bantak Carter.
DORR!
Pistol
yang Cliff pegang mengeluarkan asap putih hasil penembakkan.Ia menautkan alis
dan menekan kedua rahangnya geram.Pipi putih Claire berhias noda merah segar
sekarang.Mata safirnya membelalak lebar tak percaya.
Semua
orang di ruangan itu melotot tak percaya.Cliff,telah menembak sang ketua,tepat
di jantungnya.Carter yang telah tertembak,jatuh tersungkur di lantai.
Kedua
“kawan”nya tak tinggal diam.Mereka mengambil senjata masing-masing dengan sigap.Sebelum
Gray berhasil menebas Cliff dengan katana miliknya,ia telah menembak dada Gray
terlebih dahulu.Gray hanya dapat tersungkur seperti Carter.
Cliff
bertindak cepat,ia menarik tangan Claire yang sudah sedingin es untuk berlari
menjauh.Meninggalkan Skye yang masih sibuk mengambil senapan lain untuk
memberondong Cliff dan Claire.Tampak jelas kesedihan dan kemarahan di wajah
Skye.Teman dan sosok “ayah” dalam hidupnya telah mati,di tangan temanya yang
lain.
Sementara
Cliff dan Claire,mereka masih memanfaatkan waktu sepersekian detik itu untuk
berlari sejauh mungkin.Sampai di tengah-tengah Rose Square,Claire menghentikan
langkah dan menarik tanganya kembali dari genggaman Cliff.
“Cliff,kenapa
kau lakukan ini?”Tanyanya dengan suara yang masih parau.
“Tidak
ada waktu untuk membicarakanya Claire.Kita harus lari!Kalau kita lengah,Skye
pasti akan segera membunuh kita.”
“Tidak!Aku
tidak akan lari lagi!Aku lelah berlari dari dunia ini.Aku sangat bodoh dan
tidak tau apa-apa!Aku bahkan tidak tau,jika kakak yang kusayangi itu ternyata
seorang penjahat!Aku....”Perkataan Claire terputus.Air bening sudah menggenang
dan mengeruhkan pandanganya.
Cliff
melihat ke belakang Claire.Skye berlari dengan sebuah senapan di tangan kananya.Skye
mengangkat senapan itu.Bisa dipastikan,jika ia menembakkan peluru itu sekarang,pasti
akan kena tepat di jantung Claire.
Dengan
gerakan secepat kilat,Cliff memeluk dan memutar tubuh Claire.Ia melindunginya
dari peluru yang akan segera ditembakkan.Claire yang kebingungan hanya
mengikuti gerakan Cliff.
DORR!
Sebuah
tembakan mulus melesat.Mengenai dada kiri Cliff.Cliff ambruk bertumpukan kedua
lututnya.Akhirnya ia tersungkur.Tapi Cliff sadar,lukanya tidak tepat mengenai
jantung.Hal itu mustahil bagi Skye jika ia meleset.Ia tau,jika Skye sengaja
untuk tidak mengenai jantungnya.
Yang
Cliff bisa hanya menekan luka di dadanya kuat-kuat,agar darah yang tercecer
tidak terlalu banyak.
Claire’s POV:
DORR!
Aku
membelalakan mataku.Suara tembakan?Dan Cliff memelukku?Apa mungkin....Saat ini
Cliff sedang melindungiku dari suara tembakan itu?Aku tidak bisa bergerak.Cliff
masih mendekap tubuhku sampai beberapa saat.
Aku
merasakan cairan kental membasahi lenganku.Aku meliriknya.Merah dan berbau
anyir.Darah?Tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali.Itu berarti....
Aku
mendongakkan kepalaku.Nampak,wajah Cliff yang pucat pasi sedang tersenyum
padaku.Ah...Senyum tulus itu.....
Bruk~
Tubuh
Cliff ambruk di depan mataku.Ia sempat berlutut pada kedua lututnya,tapi kemudian
dia benar-benar jatuh tertelungkup.
Aku
menatap Cliff yang sedang meringkuk kesakitan dalam diam.Aku bingung.Kejadian
tadi terlalu cepat.Aku belum bisa sepenuhnya mencerna apa yang baru saja
terjadi.
Jika Cliff melindungiku dari tembakan itu.....Apa itu
artinya dia benar-benar mencintaiku?
Sedetik
kemudian aku tersadar.
“CLIFF!”Seruku.
Aku
berlutut dan memegang kedua pipinya agar menghadap ke arahku. Kedua matanya
terpejam dengan keras.Ia terlihat sangat kesakitan.
“Cliff,aku
mencintaimu!Bertahanlah untukku Cliff......Bertahanlah!”Seruku sambil memegangi
tangan kananya yang dingin.Aku meletakan kepalanya ke pangkuanku.
“I’ll...Always love you....Bertahanlah
hidup.....Claire.....Ukh!”Kata Cliff
lirih seraya membuka matanya.
“Ya,Cliff.Pasti!Kita
akan pergi dari sini.Lalu menjalani kehidupan baru.Maka dari itu,tolong
bertahan!”Pintaku padanya.
Cliff
hanya menganggukkan kepalanya sambil masih terpejam menahan sakit di dadanya.
“Dia
tidak akan bertahan lama nona manis.”Kata seseorang dengan lembut.
Normal POV:
“Dia
tidak akan bertahan lama nona manis.”Kata Skye setelah sampai di belakang punggung
Claire dan Cliff yang sedang ambruk di jalanan.
“Begitu
juga kau....”Lirihnya.
Claire
bangkit dan berbalik dengan cepat.
DORR!
Peluru
melesat dari sarang dan menembus jantung korbanya.Mata si korban membulat
sempurna merasakan sakit yang teramat sangat.Darah segar memuncrat dari dada
kirinya.Mulutnya yang pucat menyusul mengalirkan cairan darah kental.Kulit
putihnya sekarang ternoda dengan warna merah darah.Ia menatap seseorang di
hadapanya dengan tatapan tak percaya.
Sementara
si pelaku,berdiri dengan tegaknya.Ia memegang sebuah pistol hitam dengan kedua
tanganya erat-erat.Seakan tak gentar dengan apa yang telah ia perbuat.Si
penembak itu menatap korbanya dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.Hembusan
angin malam menerpa tubuhnya.Menerbangkan helaian rambut si penembak dengan
bebas.
Pantulan
sinar cerah berwarna emas dan silver muncul dari rambut kedua manusia tersebut.Memberi
kilatan cahaya terang di gelap malam yang hanya bersinarkan rembulan.
Si
korban terjatuh.Ia memegangi dada kirinya dan menekanya.ia tak percaya,bahwa ia
akan mati seperti ini.Mati dengan sebuah peluru tajam yang bersarang di
jantungnya.
Si
penembak berjalan mendekat.Tangan kananya masih memegangi pistol hitam yang
dingin.Ia berdiri di hadapan korban yang sudah terbaring lemas kesakitan.Ia
menatap matanya.Tatapan yang berbeda dari sebelumnya.Tatapan iba dan menyesal
memenuhi matanya.
“Maafkan
aku...Aku akan menguburkanmu dengan layak,dan aku akan merawatnya sampai ia
sembuh.Jangan khawatir....”Katanya pelan sambil menoleh ke belakang.Ke arah
seseorang berambut coklat yang sedang meringkuk kesakitan.
Entah
kenapa,si korban mengerahkan kekuatan terakhirnya untuk menyungging segaris senyum,dan
berkata,....
“Terima
kasih....”Kemudian ia menutup kelopak mata dan menghembuskan nafas terakhirnya
dengan lembut.
“Aku
berjanji...Skye.....”Lanjutnya pelan.
*~^^_^^~*
Cliff’s POV:
Aku
membuka mataku,putih dan terang.Apa ini surga?Heh,tidak mungkin. Penjahat yang
sudah melenyapkan puluhan atau bahkan ratusan nyawa sepertiku tidak akan masuk
surga.
Aku
menggerakkan bola mataku ke penjuru arah.Sebuah ruangan bernuansa
putih.Gorden,dinding,ranjang,selimut,dan tirai berwarna putih.Dapat kusimpulkan
bahwa ini sebuah klinik,dan aku belum mati.
“Cliff?”Suara
merdu memanggilku.
Aku
menengokkan kepalaku.Nampak Claire duduk di samping ranjang sambil menyungging
senyum manisnya.Ia tampak bahagia akan kesadaranku.
“Cliff,kau
sudah sadar!Terima kasih Goddess!”Syukurnya.
Aku
hanya tersenyum kecil melihatnya baik-baik saja.
“Cliff,maaf,tapi....Aku
sudah menembak temanmu.Tapi tenang saja!Aku akan memastikan jika mereka dikuburkan
dengan layak!”Katanya menyesal.
“Claire....Kau
tidak melaporkan kami?”Heranku.
“Tentu
saja tidak.Aku tau,mereka berharga untukmu.Dan aku tidak ingin kau lebih sedih lagi....”Jawabnya
pelan.
Aku
tersenyum kembali.Inilah keajaiban Claire.Dengan mudahnya mengampuni dosa orang-orang
yang sudah menyiksa bahkan hampir membunuhnya.
“Lalu,bagaimana
kelanjutanya?”Tanyaku.
“Aku
kan sudah bilang,kita pergi dari kota penuh kenangan buruk ini sejauh
mungkin.Menjalani kehidupan baru,seolah tak pernah ada masalah yang menimpa
kita.Dan tentunya...Kembali mengurus peternakan di suatu tempat ituuu!”Serunya
bersemangat.
“Dan
menjalin ikatan suami istri”Ucapku singkat.
Ucapan
singkatku itu sukses membuat kedua pipi Claire merona merah. Tampaknya ia
menyadari hal itu lalu memegangi kedua pipinya.Aku tersenyum menggoda
padanya.Dan ia tampak kesal.
Claire
memukul pundak kiriku tanpa perasaan.
“Aauw!”Seruku
kesakitan.
“Ah!Ma,maaf
Cliff!Habisnya...Kau minta dipukul siiih.”Keluhnya sebal.
“Hehehe.Itu
sih bukan apa-apa sakitnya.Dekatkan telingamu.Aku ingin mengatakan sesuatu.”Pintaku
pelan.
Claire
menurutiku.Ia mendekatkan telinganya ke mulutku sehingga aku bisa membisikkan
sesuatu padanya.
Normal POV:
“I’ll always love you.Will you marry me?”Bisik
Cliff pelan.
Sontak,Claire
menjauhkan telinganya.Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.Dan
entah dapat dari mana,Tangan kiri Cliff sudah memegang sebuah cincin berlian
yang berkilau indah.
Cliff
tersenyum.Senyum paling tulus yang pernah ia berikan pada seseorang.Claire yang
duduk di sampingnya dari tadi,tak dapat menahan air mata yang mengalir.Ia
menutup mulutnya dengan kedua tanganya.
Dengan
cepat,Claire mengangguk dan ia lanjutkan dengan memeluk tubuh pria yang ia
cintai itu dengan erat.Seolah ia tak ingin melepaskan sosok yang dicintanya
lagi.
*~^^_^^~*
Setelah
pemakaman ketiga “teman” Cliff,sesuai rencana mereka berdua menikah,kemudian
pindah dari kota itu ke tempat yang jauh.Mereka membangun kembali hidup mereka dengan
baik.Mengelola peternakan,dan bersosialisasi dengan penduduk lain.
Setahun
setelah pernikahanya,Claire melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama White,dengan
harapan agar kehidupan anaknya nanti seputih namanya.Dan mereka hidup bahagia
dengan keluarga kecil mereka.
~Fin~
Yeeeeaaaaah!Nikita
Yuana di sini!Akhirnya jadi!Baru kali ini bikin fic pake genre crime.Udah kerasa belom crime-nya?Meskipun abal dan gajhe,tapi
silakan baca,dan aku bakal seneng kalo ada yang review!Review ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar