Kamis, 27 November 2014

Harvest Moon Fanfic:I'll Always Love You



Author:Nikita Yuana(NY)

Fandom:Harvest Moon:More Friend Of Mineral Town

Genre:Romance,hurt/comfort,crime

Rated:T+

Pairing:CliffXClaire

Warning:OOC,alurnya kecepetan,chara death,Don’t like,just don’t read!

Summery:Saat tersadar,tiba-tiba Claire berada di sebuah ruangan yang gelap gulita.Ia dikelilingi oleh tiga orang pria yang berniat jahat padanya.Siapa sajakah mereka?

Disclaimer:I don’t have Harvest Moon any charas!

I’ll Always Love You

Claire’s POV:

Kubuka mataku perlahan dengan berat.Gelap.Aku tak bisa melihat apapun di sekitarku.Rasanya seperti berada di lingkupan kain hitam.

Auw!”Rintihku pelan.

Aku merasakan sakit di sekujur tubuhku.Wajahku terasa perih sekali. Walaupun aku tidak melihatnya,tapi dapat kurasakan badanku memar-memar.Bibirku pecah mengeluarkan darah.Dimana ini?Dingin dan sunyi.Aku sampai kesulitan bernafas karna dinginya udara di sini.

“Kau sudah bangun tuan putri?”Kata seseorang dengan lembut.

“Si-siapa itu?” seruku parau.

Cklek!

Lampu putih menyala redup.Membuatku memejamkan mataku karena reflek. Aku memincingkan mata untuk melihat sosok yang berjarak cukup jauh dariku. Terlihat bahwa ruangan ini lumayan luas dan terdapat banyak bangku panjang.

Sosok yang kelihatanya laki-laki itu bersandar santai di dinding.Tubuhnya tinggi dan ramping.Kulitnya sangat putih,setidaknya jika dibandingkan dengan laki-laki pada umumnya.Matanya agak sipit,membuatku kesulitan menatap matanya dari jauh.

Yang paling aneh dari dirinya adalah,rambutnya yang berwarna...Silver?Apa dia memakai semacam wig?Ah!Tidak penting.Yang lebih penting itu....Siapa dia dan apa maunya dariku?!

Lelaki itu berjalan perlahan ke arahku yang masih dalam posisi duduk di lantai.Dia memasang senyum dan tatapan mata yang lembut.Ternyata matanya berwarna hijau gelap.Sepasang mata indah itu berhasil menghipnotisku.

Setelah beberapa saat,akhirnya aku tersadar.Ini adalah tempat dan situasi yang tidak tepat untuk terpesona pada lelaki yang bahkan tidak pernah kutemui sebelumnya!

Aku berdiri dari lantai.Lelaki itu semakin mendekat.Membuatku merinding dengan senyum lembutnya yang mempesona,tapi membuatku takut.Aku mundur beberapa langkah.Tapi dia masih saja mendekatiku perlahan.Selama beberapa langkah aku mundur ke belakang.

Tiba-tiba langkah mundurku tehenti.Aku menabrak pelan sesuatu yang lebih besar dariku.Aku tidak tau,tapi yang pasti itu bukan sebuah tembok.

Buk.

“Mau ke mana gadis kecil?”Bisik seseorang tepat di belakang telingaku.

Suaranya lebih berat dari orang berambut silver aneh tadi.Aku berbalik cepat,dan mendapati seorang lelaki lain.Tubuhnya tinggi dan tegap.Ia memakai topi biru dengan tulisan “UMA” di bagian depanya.Lelaki yang tak pernah kutemui sebelumnya.Aku mundur selangkah untuk menjauhinya.

“Si-siapa kalian?Apa mau kalian!?”Seruku panik.

“Kau memang tidak mengenal kami bidadariku,tapi mungkin kau mengenali orang itu?”Kata orang berambut silver tadi sambil menunjuk seseorang  yang sedang duduk.

Orang yang ia tunjuk tadi sedang menunduk dalam.Poninya yang cukup panjang semakin menutupi wajahnya.Rambut coklat yang dikuncir rendah,pakaian serba coklat,benar-benar mirip dengan orang yang kukenal.Saat ia mengangkat wajahnya,kedua mataku membelalak lebar.

“C-Cliff?!”Pekikku tak percaya.

“Hai Claire.”Sapanya sambil memberi senyum ala mafia sadis padaku.

“A-apa?Katakan!Kenapa aku bisa di sini Cliff!?”Seruku pada Cliff tanpa beranjak dari tempatku berdiri.

“Aku yang membawamu.Ingat?”Kata Cliff sambil menyungging senyum mafianya.

Aku bergidik ngeri,melihat senyum Cliff yang terlihat kejam dan jahat itu.Baru kali ini aku melihatnya.Matanya seakan tak memancarkan belas ampunan sedikitpun.Ia benar-benar berbeda.Ia berbeda dari Cliff yang kukenal.Aku menundukkan kepalaku.Berusaha mengingat apa telah hal yang terjadi sehingga aku bisa berada di tempat gelap ini.

-Flashback:On-

Still Claire’s POV:

Untuk Claire,

Bisakah kita bertemu di bawah pohon apel di peternakanmu?Aku akan menunggumu nanti malam jam 9 di sana.Aku ingin mengatakan sesuatu.

Kutunggu,

Cliff.

Saat aku melihat catatan kecil yang menyelip dari bawah daun pintu itu,aku serasa melayang.Aku benar-benar senang karena Cliff akhirnya mengajakku bertemu.Selama setengah tahun ini,aku selalu tertarik untuk mendekati pemuda satu ini.Ia sangat jarang bicara pada orang lain.

Setelah aku mendekatinya,akhirnya ia bisa dengan mudah berbicara padaku.Awalnya dia masih agak kikuk.Tapi justru itu yang membuatku tertarik padanya.Sifat yang entah bisa disebut pemalu,atau memang anti sosial itu semakin membuatku menyukainya.

Tapi entah kenapa....Saat ia tersenyum,senyumnya terasa hambar.Seperti tidak ada emosi yang menyertai senyum indah itu.Seperti senyum yang hanya terlukis,tapi tak terasakan oleh pemiliknya.Tapi bagaimanapun,aku akan terus menyukainya.Meskipun sifatku agak childish,tapi aku akan berusaha berubah,jika ia menginginkanya.

Aku akan merubah dan memberikan apapun yang kumiliki,hanya untuknya. Aku rela.Karna aku,telah jatuh cinta padanya.....

-At the farm-

“Cliff,apa kau di sini...?”Panggilku pelan.

Aku sudah berada di bawah satu-satunya pohon apel di peternakanku sesuai tempat janjian.Sudah sepuluh menit aku menunggu,tapi Cliff belum datang juga.Karena dingin,aku memutuskan untuk duduk dan memeluk kedua lututku di bawah pohon apel.

Srak!

“Hah?”Aku mendengar sesuatu.

Aku mengeratkan pelukan pada kedua lututku.Tubuhku merinding.Aku penasaran,suara apa itu tadi.

Thump!

KYAAAAA!”Teriakku histeris.

Sesuatu melompat dan mendarat tepat di hadapanku.Sesuatu yang besar. Saat makhluk itu berdiri tegap,haaah.Ternyata itu Cliff.

“Cliiiff!Kau mengagetkanku saja.Kau dari atas pohon ini?”Tanyaku.

“Maaf.”Katanya singkat dengan nada dan wajah datar.

Sesampainya Cliff dengan cara yang mengejutkan tadi,aku berbincang banyak denganya.Eh,aku yang lebih banyak ngomong.Entah kenapa,Cliff diam dari tadi.Ia hanya menanggapi perkataanku dengan sepatah kata saja.Ada yang aneh denganya malam ini.

“Claire.”Panggilnya.

Hm?”Aku menoleh dan tersenyum semanis mungkin.

“Aku rasa kita tidak akan bertemu lagi.”Katanya datar.

Kata-katanya yang datar itu telah menusuk tepat di jantungku.

A-apa maksudnya dengan tidak bisa bertemu lagi?Apa dia akan pergi?Apa dia selama ini sakit dan akhirnya nyaris meninggal?Pikiranku sampai ke mana-mana.‘Tidak!Aku tidak boleh berpikir macam-macam!’

“A-apa yang kau bicarakan Cliff?”Tanyaku bergetar.

Tapi Cliff tidak menjawab pertanyaanku.Dia malah berdiri,dan hendak melangkah untuk meniggalkanku seorang diri di sini.Aku ikut berdiri.Aku memanggil-manggil namanya,tapi ia tidak menoleh.Tidak bergeming sedikitpun. Akhirnya aku berlari.Dengan cepat,aku memeluk pinggangnya erat.Aku tidak ingin kehilangan dia.Aku tidak ingin kehilangan Cliff!

“Cliff!Aku mencintaimu!Aku mencintaimu Cliff!Tolong jangan katakan kalau kita tidak bisa bertemu lagi!Hik!”Isakku sambil masih memeluk pinggangnya dari belakang.

Cliff terdiam.Tanpa respon.Ia melepaskan pelukanku darinya.Ia berbalik dan menatapku datar.

“Maaf Claire.”Katanya singkat.

Tes.

Setetes air bening mendarat di pipiku yang memang sudah basah.Air mata Cliff?Ya,air bening mengaliri pipi Cliff yang berasal dari sudut matanya.Anehnya,ia tersenyum.Dan yang lebih mengejutkan,senyum itu bukan senyum-tanpa-rasa yang biasa ia berikan.Kali ini,senyumnya terasa begitu hangat.Kehangatanya sampai merasuk dan memenuhi hatiku.

“Aku juga mencintaimu.”Bisiknya lirih di telingaku.

“Cli-...”

Bugh!
Sebelum kata-kataku tersampaikan,aku merasakan suatu hantaman yang menerjang perutku.Aku begitu mual,sampai akhirnya kututup kelopak mata dan tak sadarkan diri.

-Flashback:Off-

Cliff’s POV:

Aku memperhatikan gadis itu menunduk dengan khidmatnya.Ia menunduk cukup lama.Mungkin ia sedang memutar otaknya,untuk mengingat apa yang sudah terjadi.

Aku memejamkan kedua kelopak mataku.Bersandar di kursi kayu yang sedang kududuki,dan mendongakkan kepala.Memori dengan apa yang terjadi beberapa jam yang lalu mengalir dengan sendirinya.

-Flashback:On-

Aku menangkap tubuh yang hendak terjatuh itu.Kupandangi wajahnya lekat-lekat.Jelas-jelas tidak ada yang istimewa dari fisiknya,selain sepasang mata safir indah yang kini terkatup rapat.

“Aku mencintaimu,Claire...”Bisikku kembali pada tubuh yang terkulai lemah ini.

Kudekatkan wajahku pada wajahnya.Sampai-sampai aku bisa mencium wangi segar khas pegunungan dari tubuhnya.Perlahan,kukecup bibir mungil gadis yang berada di dalam rangkulanku ini.

‘Plok,plok,plok.’

Terdengar suara tepuk tangan pelan dari atas.Cih,aku tau itu pasti dia.

“Apa maumu Skye?”Tanyaku ketus tanpa mengalihkan pandanganku dari gadis sang jelita.

“Ketua pasti akan suka berita ini.Hehe.”Katanya mengejek.

Thump!

Ia turun dari pohon apel yang tadi juga kugunakan untuk mengintai dengan sekali lompatan.Ia menampakkan senyumnya yang menjengkelkan itu.Ingin sekali aku menghunuskan katana ke perutnya saat ini juga.

“Kalau sampai kau mengatakanya pada ketua,kau akan mati!”Ancamku.

Skye mengangkat kedua tangan,layaknya menyerah pada sekelompok polisi.

“Hei,sudahlah....Lagipula....Tanpa aku mengadu pun,ketua pasti sudah tau akan hal ini.Kau kira perubahan sifatmu itu tidak mencolok hah?”Katanya dengan aksen yang sangat menjengkelkan.

“Bagus,kau sudah mendapatkan dia.Misimu sudah selesai,sekarang kemarikan gadis itu.”Lanjutnya.

Aku terdiam sejenak.Jika kuserahkan Claire sekarang,pasti akan sampai di tempat ketua besok pagi.Dia kira aku bodoh.

kuubah posisi Claire untuk menggendongnya bridal style,lalu berbalik dan meninggalkan Skye.

“Tidak.Aku yang akan membawanya ke tempat ketua sekarang juga.”Jawabku ketus.

Hehe.Apa boleh buat....”Sahutnya seraya mengikutiku.

Sampai di markas,Ketua menyambutku dengan senyum palsunya.Senyum yang selalu ia berikan kepada orang-orang agar tidak ada yang curiga padanya. Kulihat Gray duduk di bangku panjang barisan paling depan dengan kedua tangan ia lipat di depan dada.

“Sudah kuduga kau akan menyatakan cinta padanya.Heh.”Sindir Gray tanpa melirikku sekalipun.Ia hanya menyembunyikan wajahnya di balik topi.

Aku tidak heran jika mereka mengetahuinya.Sesama otak mafia,tentu kami yang sepikiran jahat ini tau banyak hal.Aku hanya mendengus mendengar sindiranya itu.Aku masih berjalan lurus di altar panjang,sambil masih menggendong Claire yang pingsan di tanganku.

Sampai di hadapan ketua,aku meletakan Claire secara hati-hati di sampingku.Aku berdiri tegak dan melapor pada ketua.

“Aku sudah mendapatkan gadis ini,ketua Carter.”Laporku.


“Ya.Dan kau juga sudah mendapatkan hatinya kan,Clifford.Sekarang,kalian tau apa yang harus kalian lakukan bukan?”Perintah ketua Carter.

“Ya (hehe).”Kami bertiga menjawab serempak.

Kegiatan kami selanjutnya,adalah menyiksa Claire yang masih dalam keadaan pingsan.Kami melukai tubuhnya sedemikian rupa.

Aku memang sangat sering,melakukan segala hal bentuk penyiksaan. Tapi,melihat  Gray yang menampar wajah putih Claire dengan kerasnya,membuatku ikut meringis ngeri.Meskipun ekspresi wajahku datar,tapi tentu mereka berdua bisa menyadari hal itu.

“Kau tidak tega,melihat kekasihmu kutampar seperti ini Cliff?”Tanya Gray menghentikkan kegiatanya.

“Dia bahkan tidak bersalah.”lirihku.

“Apanya yang tidak bersalah?!Jelas-jelas dia itu adik dari Jack!Si penghianat licik itu!Kau mau membelanya hah?!”Hardik Skye padaku.

“Diam kau Skye!Dia bahkan tidak tau,jika kakaknya adalah salah satu anggota mafia yang sudah menghianati Ketua!”Bentakku sambil menunjuk hidungnya.

“Jadi intinya,kau tidak rela kan,dia disiksa seperti ini?”Sindir Skye tidak mau kalah.

Aku mendengus.“Huh!Lakukan saja apapun yang kalian suka!Aku tidak peduli!” Kataku seraya meninggalkan ruang penyiksaan itu.

“Apapun?Kau serius...?”Goda Skye,yang membuatnya ingin sekali kupenggal.

Tentu aku tidak melakukanya.Semenyebalkanya Skye ataupun Gray, bagaimanapun juga,hanya mereka yang selalu menemaniku.Mulai dari saat kami diasuh oleh ketua Carter saat masih kecil,sampai kami dewasa seperti ini.

‘Ah!Apa sih yang sudah kupikirkan!?Kenapa aku jadi melankolis begini!?Dasar!’

-Flashback:Off-

“Hai Claire.”Sapaku sambil memberi senyum paling sadisku.

“A,apa?Katakan!Kenapa aku bisa di sini Cliff!?”Seru Claire panik.

“Aku yang membawamu.Ingat?”Kataku santai.

Aku sampai menahan nafas melihat keadaanya sekarang.Wajahnya pucat pasi.Entah karena takut,ataupun terlalu banyak disiksa.

Huh!Aku kembali lembek!Biasanya aku tertawa saat melihat seseorang yang sekarat berlumuran darah.Mengapa sekarang aku begitu merasa kasihan?’

“C-Cliff....”Panggilnya lirih.

Mataku melebar saat melihat airmata yang mulai berjatuhan dari dagu Claire.Ia memanggil-manggil namaku lirih.Aku hanya bisa terpaku oleh keadaan itu.Tak ada yang bisa kulakukan.Aku tidak bisa menghampiri,lalu memeluk tubuhnya.Tapi aku juga tidak begitu teganya,sehingga menghampiri lalu menampar pipi putihnya.

Claire’s POV:

A-apa?Apa yang sebenarnya terjadi!?Aku tidak mengerti sama sekali. Sepertinya baru saja tadi Cliff mengatakan kalau dia mencintaiku.Dan untuk pertama kalinya,dia tersenyum penuh kehangatan kepadaku.Tapi,sekarang dia bersikap seperti kami ini adalah musuh bebuyutan selama bertahun-tahun.

Tiba-tiba kau merasakan ada yang menarik rambutku dengan sadisnya.

“Kau tau mengapa kau ada di sini ha?Tuan putri?”Katanya lembut sambil masih menjambak rambutku.

Aku terpejam manahan perih di kepalaku.Si rambut perak tadi menjambak rambutku tanpa ampun.Dia membentak-bentakku dengan kasar.Aku bahkan tidak mengerti apa yang dia bicarakan,tapi dia masih saja menanyakan hal yang tidak kumengerti.

*~^^_^^~*

Normal POV:

Skye menjelaskan mengenai keadaanya sekarang pada Claire dengan halus.Bahkan sesekali ia mengelus pipi mulus Claire.Tapi kehalusanya itu tak terasa,karena dari tadi tangan kananya masih sibuk menarik rambut pirang Claire.Claire hanya terpejam menahan tarikan pada rambutnya.

Setelah ia mendengar seluruh penjelasan dari lelaki berambuit perak itu, Claire membulatkan matanya tak percaya.

“Ti-tidak mungkin!Kalian bohong!Kakakku Jack adalah orang baik-baik,bukan penjahat seperti kalian!Dia selalu membantuku di peternakan dan orang-orang desa yang lain!Kalian bohong!”Teriak Claire parau.

“Hehe,begitu?Kalau begitu,apa kau bisa menjelaskan,kenapa kakak tersayangmu itu selalu bangun siang hari dan menghilang saat malam?”Tanya Skye lembut.

Claire diam.Ia tidak bisa memungkiri,kalau kakaknya itu memang bangun tidur pukul 12 siang dan selalu menghilang pada saat malam tiba.Ia sering menanyakanya,tapi sang kakak hanya mengacak-acak rambut Claire sambil tersenyum,dan kemudian mengatakan jika ia punya urusan.

Claire tidak percaya,bahwa yang kakaknya sebut dengan ‘urusan’ itu adalah hal yang berhubungan dengan mereka-mereka ini.

“A-AKU TIDAK PERCAYA!”Serunya.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Claire.Gadis itu sampai tertunduk.Sang penampar,yang biasa disebut dengan Carter itu tersenyum palsu.Ia menarik lengan Claire yang sedang menangis dalam diam.

“Kau tidak tau apa-apa nona manis.Kau kira,bagaimana perasaan seorang ketua jika ada seorang anak buah yang menghasut anak buahnya yang lain,untuk menghianatiku hah?Mereka bahkan tidak menghargai aku,sebagai orang yang sudah merawat dan menghidupi mereka.Hanya mereka bertiga yang tersisa dalam pengabdianya.”Katanya pelan sambil mencengkram lengan kanan Claire.

Bruk!

Ia membanting tubuh kecil Claire ke lantai.Tanpa perasaan,ia menginjak pelan pipi putih Claire,sehingga wajahnya menempel ke lantai.Air matanya nyaris tumpah,dalam meratapi penghinaan ini.

“Humm.....Apa penyiksaan yang tepat agar si penghianat terpukul akan kematian tragis adiknya ya?”Gumam Carter dengan memasang tampang sok berpikir.

Lalu ia tersenyum.Ia mengambil sebuah pistol hitam dan  melemparkanya ke Cliff.Cliff menerima lemparan Carter.Ia tau pasti maksud dari ketuanya.

Carter menarik lengan Claire tanpa belas kasihan sampai ia berdiri tegak.Lalu ia menarik rambut pirang Claire yang sudah berantakan.Ia tersenyum licik pada Cliff dan menyuruh Cliff untuk menembak gadis di sampingnya.

“Kurasa tidak perlu ada siksaan lagi.Tembak dia sekarang Cliff.”Perintah Carter santai sambil masih mencengkram rambut Claire.

Cliff terdiam sesaat.Ia memandangi senapan pistol di tanganya.Senapan hitam dan mengkilap.Ia biasa menggunakanya dengan senang hati.Tapi tidak kali ini.Orang yang harus ia tembak sekarang adalah orang pertama yang ia cintai dalam hidupnya.

Cliff mengangkat pistol itu.Ia mengarahkan ke dada Claire.Dari jarak hanya dua meter itu,mustahil baginya untuk meleset.Ia biasa menembak dalam jarak puluhan meter,dan selalu tepat mengenai jantung sasaran.Itu berkat didikan “sesat” dari Carter.

Cliff menarik pelatuk pistol itu perlahan.Ia memperhatikan Claire sesaat.Matanya yang tadi terlihat ketakutan dan bergetar hebat,sekarang sudah hilang.Ia berdiri terpaku.Menatap lantai dengan tatapan sendu dan pasrah dengan matanya yang sembab.

Claire mengangkat wajahnya yang pucat.Menatap kedua iris coklat milik Cliff dengan senyum yang ia paksakan.

I’ll always love you...Cliff.....”Lirihnya.

Cliff membesarkan matanya.Ia tak percaya akan kata-kata Claire barusan. Sekarang,Claire mendongakkan wajahnya.Ia menutup rapat kedua matanya.Seakan bersiap untuk rasa sakit yang akan menghampirinya segera.

“Cepat Cliff!”Bantak Carter.

DORR!

Pistol yang Cliff pegang mengeluarkan asap putih hasil penembakkan.Ia menautkan alis dan menekan kedua rahangnya geram.Pipi putih Claire berhias noda merah segar sekarang.Mata safirnya membelalak lebar tak percaya.

Semua orang di ruangan itu melotot tak percaya.Cliff,telah menembak sang ketua,tepat di jantungnya.Carter yang telah tertembak,jatuh tersungkur di lantai.

Kedua “kawan”nya tak tinggal diam.Mereka mengambil senjata masing-masing dengan sigap.Sebelum Gray berhasil menebas Cliff dengan katana miliknya,ia telah menembak dada Gray terlebih dahulu.Gray hanya dapat tersungkur seperti Carter.

Cliff bertindak cepat,ia menarik tangan Claire yang sudah sedingin es untuk berlari menjauh.Meninggalkan Skye yang masih sibuk mengambil senapan lain untuk memberondong Cliff dan Claire.Tampak jelas kesedihan dan kemarahan di wajah Skye.Teman dan sosok “ayah” dalam hidupnya telah mati,di tangan temanya yang lain.

Sementara Cliff dan Claire,mereka masih memanfaatkan waktu sepersekian detik itu untuk berlari sejauh mungkin.Sampai di tengah-tengah Rose Square,Claire menghentikan langkah dan menarik tanganya kembali dari genggaman Cliff.

“Cliff,kenapa kau lakukan ini?”Tanyanya dengan suara yang masih parau.

“Tidak ada waktu untuk membicarakanya Claire.Kita harus lari!Kalau kita lengah,Skye pasti akan segera membunuh kita.”

“Tidak!Aku tidak akan lari lagi!Aku lelah berlari dari dunia ini.Aku sangat bodoh dan tidak tau apa-apa!Aku bahkan tidak tau,jika kakak yang kusayangi itu ternyata seorang penjahat!Aku....”Perkataan Claire terputus.Air bening sudah menggenang dan mengeruhkan pandanganya.

Cliff melihat ke belakang Claire.Skye berlari dengan sebuah senapan di tangan kananya.Skye mengangkat senapan itu.Bisa dipastikan,jika ia menembakkan peluru itu sekarang,pasti akan kena tepat di jantung Claire.

Dengan gerakan secepat kilat,Cliff memeluk dan memutar tubuh Claire.Ia melindunginya dari peluru yang akan segera ditembakkan.Claire yang kebingungan hanya mengikuti gerakan Cliff.

DORR!

Sebuah tembakan mulus melesat.Mengenai dada kiri Cliff.Cliff ambruk bertumpukan kedua lututnya.Akhirnya ia tersungkur.Tapi Cliff sadar,lukanya tidak tepat mengenai jantung.Hal itu mustahil bagi Skye jika ia meleset.Ia tau,jika Skye sengaja untuk tidak mengenai jantungnya.

Yang Cliff bisa hanya menekan luka di dadanya kuat-kuat,agar darah yang tercecer tidak terlalu banyak.

Claire’s POV:

DORR!

Aku membelalakan mataku.Suara tembakan?Dan Cliff memelukku?Apa mungkin....Saat ini Cliff sedang melindungiku dari suara tembakan itu?Aku tidak bisa bergerak.Cliff masih mendekap tubuhku sampai beberapa saat.

Aku merasakan cairan kental membasahi lenganku.Aku meliriknya.Merah dan berbau anyir.Darah?Tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali.Itu berarti....

Aku mendongakkan kepalaku.Nampak,wajah Cliff yang pucat pasi sedang tersenyum padaku.Ah...Senyum tulus itu.....

Bruk~

Tubuh Cliff ambruk di depan mataku.Ia sempat berlutut pada kedua lututnya,tapi kemudian dia benar-benar jatuh tertelungkup.

Aku menatap Cliff yang sedang meringkuk kesakitan dalam diam.Aku bingung.Kejadian tadi terlalu cepat.Aku belum bisa sepenuhnya mencerna apa yang baru saja terjadi.

Jika Cliff melindungiku dari tembakan itu.....Apa itu artinya dia benar-benar mencintaiku?

Sedetik kemudian aku tersadar.

“CLIFF!”Seruku.

Aku berlutut dan memegang kedua pipinya agar menghadap ke arahku. Kedua matanya terpejam dengan keras.Ia terlihat sangat kesakitan.

“Cliff,aku mencintaimu!Bertahanlah untukku Cliff......Bertahanlah!”Seruku sambil memegangi tangan kananya yang dingin.Aku meletakan kepalanya ke pangkuanku.

I’ll...Always love you....Bertahanlah hidup.....Claire.....Ukh!”Kata Cliff lirih seraya membuka matanya.

“Ya,Cliff.Pasti!Kita akan pergi dari sini.Lalu menjalani kehidupan baru.Maka dari itu,tolong bertahan!”Pintaku padanya.

Cliff hanya menganggukkan kepalanya sambil masih terpejam menahan sakit di dadanya.

“Dia tidak akan bertahan lama nona manis.”Kata seseorang dengan lembut.

Normal POV:

“Dia tidak akan bertahan lama nona manis.”Kata Skye setelah sampai di belakang punggung Claire dan Cliff yang sedang ambruk di jalanan.

“Begitu juga kau....”Lirihnya.

Claire bangkit dan berbalik dengan cepat.

DORR!

Peluru melesat dari sarang dan menembus jantung korbanya.Mata si korban membulat sempurna merasakan sakit yang teramat sangat.Darah segar memuncrat dari dada kirinya.Mulutnya yang pucat menyusul mengalirkan cairan darah kental.Kulit putihnya sekarang ternoda dengan warna merah darah.Ia menatap seseorang di hadapanya dengan tatapan tak percaya.

Sementara si pelaku,berdiri dengan tegaknya.Ia memegang sebuah pistol hitam dengan kedua tanganya erat-erat.Seakan tak gentar dengan apa yang telah ia perbuat.Si penembak itu menatap korbanya dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.Hembusan angin malam menerpa tubuhnya.Menerbangkan helaian rambut si penembak dengan bebas.

Pantulan sinar cerah berwarna emas dan silver muncul dari rambut kedua manusia tersebut.Memberi kilatan cahaya terang di gelap malam yang hanya bersinarkan rembulan.

Si korban terjatuh.Ia memegangi dada kirinya dan menekanya.ia tak percaya,bahwa ia akan mati seperti ini.Mati dengan sebuah peluru tajam yang bersarang di jantungnya.

Si penembak berjalan mendekat.Tangan kananya masih memegangi pistol hitam yang dingin.Ia berdiri di hadapan korban yang sudah terbaring lemas kesakitan.Ia menatap matanya.Tatapan yang berbeda dari sebelumnya.Tatapan iba dan menyesal memenuhi matanya.

“Maafkan aku...Aku akan menguburkanmu dengan layak,dan aku akan merawatnya sampai ia sembuh.Jangan khawatir....”Katanya pelan sambil menoleh ke belakang.Ke arah seseorang berambut coklat yang sedang meringkuk kesakitan.

Entah kenapa,si korban mengerahkan kekuatan terakhirnya untuk menyungging segaris senyum,dan berkata,....

“Terima kasih....”Kemudian ia menutup kelopak mata dan menghembuskan nafas terakhirnya dengan lembut.

“Aku berjanji...Skye.....”Lanjutnya pelan.

*~^^_^^~*

Cliff’s POV:

Aku membuka mataku,putih dan terang.Apa ini surga?Heh,tidak mungkin. Penjahat yang sudah melenyapkan puluhan atau bahkan ratusan nyawa sepertiku tidak akan masuk surga.

Aku menggerakkan bola mataku ke penjuru arah.Sebuah ruangan bernuansa putih.Gorden,dinding,ranjang,selimut,dan tirai berwarna putih.Dapat kusimpulkan bahwa ini sebuah klinik,dan aku belum mati.

“Cliff?”Suara merdu memanggilku.

Aku menengokkan kepalaku.Nampak Claire duduk di samping ranjang sambil menyungging senyum manisnya.Ia tampak bahagia akan kesadaranku.

“Cliff,kau sudah sadar!Terima kasih Goddess!”Syukurnya.

Aku hanya tersenyum kecil melihatnya baik-baik saja.

“Cliff,maaf,tapi....Aku sudah menembak temanmu.Tapi tenang saja!Aku akan memastikan jika mereka dikuburkan dengan layak!”Katanya menyesal.

“Claire....Kau tidak melaporkan kami?”Heranku.

“Tentu saja tidak.Aku tau,mereka berharga untukmu.Dan aku tidak ingin kau lebih sedih lagi....”Jawabnya pelan.

Aku tersenyum kembali.Inilah keajaiban Claire.Dengan mudahnya mengampuni dosa orang-orang yang sudah menyiksa bahkan hampir membunuhnya.

“Lalu,bagaimana kelanjutanya?”Tanyaku.

“Aku kan sudah bilang,kita pergi dari kota penuh kenangan buruk ini sejauh mungkin.Menjalani kehidupan baru,seolah tak pernah ada masalah yang menimpa kita.Dan tentunya...Kembali mengurus peternakan di suatu tempat ituuu!”Serunya bersemangat.

“Dan menjalin ikatan suami istri”Ucapku singkat.

Ucapan singkatku itu sukses membuat kedua pipi Claire merona merah. Tampaknya ia menyadari hal itu lalu memegangi kedua pipinya.Aku tersenyum menggoda padanya.Dan ia tampak kesal.

Claire memukul pundak kiriku tanpa perasaan.

“Aauw!”Seruku kesakitan.

“Ah!Ma,maaf Cliff!Habisnya...Kau minta dipukul siiih.”Keluhnya sebal.

“Hehehe.Itu sih bukan apa-apa sakitnya.Dekatkan telingamu.Aku ingin mengatakan sesuatu.”Pintaku pelan.

Claire menurutiku.Ia mendekatkan telinganya ke mulutku sehingga aku bisa membisikkan sesuatu padanya.

Normal POV:

I’ll always love you.Will you marry me?”Bisik Cliff pelan.

Sontak,Claire menjauhkan telinganya.Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.Dan entah dapat dari mana,Tangan kiri Cliff sudah memegang sebuah cincin berlian yang berkilau indah.

Cliff tersenyum.Senyum paling tulus yang pernah ia berikan pada seseorang.Claire yang duduk di sampingnya dari tadi,tak dapat menahan air mata yang mengalir.Ia menutup mulutnya dengan kedua tanganya.

Dengan cepat,Claire mengangguk dan ia lanjutkan dengan memeluk tubuh pria yang ia cintai itu dengan erat.Seolah ia tak ingin melepaskan sosok yang dicintanya lagi.

*~^^_^^~*

Setelah pemakaman ketiga “teman” Cliff,sesuai rencana mereka berdua menikah,kemudian pindah dari kota itu ke tempat yang jauh.Mereka membangun kembali hidup mereka dengan baik.Mengelola peternakan,dan bersosialisasi dengan penduduk lain.

Setahun setelah pernikahanya,Claire melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama White,dengan harapan agar kehidupan anaknya nanti seputih namanya.Dan mereka hidup bahagia dengan keluarga kecil mereka.

~Fin~

Yeeeeaaaaah!Nikita Yuana di sini!Akhirnya jadi!Baru kali ini bikin fic pake genre crime.Udah kerasa belom crime-nya?Meskipun abal dan gajhe,tapi silakan baca,dan aku bakal seneng kalo ada yang review!Review ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar