Author:NY(Nikita
Yuana)
Fandom:Harvest
Moon
Genre:Mistery,humor(gagal!),and
slightly (bad) romance
Rated:T
Warning:gajhe,aneh,bahasa belepotan,nggak baku,alay,alurnya kecepetan. Don’t like, don’t read!Silakan klik
tombol back kalo nggak suka cerita gajhe
atopun nggak suka sama authornyaaa!*koar-koar
nggak jelas.
Summary:Gray
adalah siswa kelas X yang bisa dibilang dengan sebutan:“Hidup segan,mati tak
mau”.Dia sangat malas dalam menjalani hidupnya. Namun,dengan beberapa alasan
dan tekanan,Gray akhirnya mau ikut serta dalam mengupas misteri pencurian
berantai di sekolahnya.Penasaran?Chek
this out...
ABC
*Permulaan....
Mineral High School.Sekolah tingkat
menengah atas di Jepang yang cukup unggul dalam prestasi akademis maupun
nonakademisnya.Layaknya sekolah lain,SMU inipun memiliki segudang klub dan
kegiatan-kegiatan bagi para siswanya.Dengan bangunan yang besar,fasilitas yang
memadai,dan lahan sekolah yang luas,Mineral High School termasuk dalam jajaran
sekolah favorit di kota.
Di
sebuah ruang berukuran 4 X 6 m lantai 3 di gedung timur,nampak seorang siswa cowok kelas X yang terlihat sedang sibuk
berkutat dengan buku dan alat tulisnya.
Kita
sebut saja namanya Gray Smith.Siswa kelas X-4 yang sudah sebulan ini resmi
mengikuti kegiatan di klub Sastra di sekolahnya.
Dalam
kehidupan sehari-harinya,ada 3 hal mutlak yang tak bisa ditolerir baginya.Yaitu:-hemat
tenaga(sedikit bekerja),-simpan tenaga(santai-santai),-dan isi tenaga(tidur).Tapi
author kita yang super unyu dan cute*Hoeks!
Ini lebih suka menyebutnya:Pemalas!
(-Gray:Kayak
lo sendiri kagak aja. –NY: Ehehe...*sambil garuk kepala)
Walaupun
tatapan matanya sayu dan tampak ogah-ogahan,tetapi tangan kananya masih terus menorehkan
sesuatu –entah apaan- di lembaran kertas putih itu.Sesekali ia menggosokkan
karet penghapus warna putih miliknya kepada tulisan yang kurang sesuai maupun
melencengan dari pikiranya.
Apakah
yang tokoh utama kita sedang lakukan?Membuat biografi dirinya sejak masih orok
hingga saat ini?Tidak,tidak...Itu hanya hal tidak berguna yang membuang-buang
tenaga juga pikiran baginya.
Bagaimana
jika ternyata...Ia sedang merangkum sebuah novel sastra keluaran terbaru demi
kepentingan klub!?Mimpi di mana lagi bisa kepikiran hal itu.Nunggu timbul
keriput di wajah imut Sasori bung!Nggak
bakal!
Lalu...Apa
dong,yang sedang Gray lakukan?Oke.Kita skip dulu pertanyaan satu ini.
Di
sekitar Gray sekarang,nampak beberapa orang dengan aktivitas gajhe-nya masing-masing.Merekalah
seluruh anggota klub Sastra yang lain.Mari kita tengok mereka.
Yang pertama,Ann Amamaki dari kelas X-1.Cewek tomboy dengan rambut kepang panjang
dan berhias pita putih ini sedang berdiri di pojok ruangan sambil nyetel I pod
keras-keras.Satu kaki ia angkat ke atas kursi(-NY:Awas keliatan),dan ia memutar-mutar
kepala saking semangatnya.Dan lirik lagu yang terdengar dari I pod itu
adalah....
‘Bang
Toyib~
Bang
Toyib~
Kenapa
tak pulang-pulang~?
Woy,bang
Toyib!
Pulang
woy!’
Itulah
anggota gajhe dengan musik khasnya
yang pertama.Dan-
“Kamu
tega!”Seru seseorang lantang.
Eh?Siapa
tadi?
“Kita
putus!Aku dah nggak kuat lagi sama
kamu.Bisa-bisanya kamu selingkuh sama boneka yang katanya cantik dari India
itu!”Lanjutnya.
Ooh...Ternyata
itu Popuri Nii,sekelas dengan Gray.Dan dia sedang berdialog dengan...Ken!?Iya,boneka
Ken pasanganya Berbie itu lho!Setelah author selidiki,ternyata Popuri sedang mengidap
penyakit serius dengan virus bernama Traumensistumber
Berbiepsikologis.
Seseorang
yang telah terjangkit virus tersebut,disarankan untuk tidak melihat boneka
Ken,karena ia akan menganggap Ken adalah kekasihnya,dan dirinya sendiri adalah
Berbie.Ada-ada aja dunia fic ini =_=a.
Kita
beralih ke anggota lain.Claire Unatsuki dan Katsuhiko Jack.Mereka sedang duduk bersila
di lantai dengan berhadap-hadapan,dan melakukan pok-ame-ame berdua.
“Pok-ame-ame...Belalang,kupu-kupu.
Siang
nama Samsul,kalo malem ganti Selly.
Banci-banci,hoy!hoy!
Yaoi-yaoi,hoy!hoy!”Begitulah
nyanyian pok-ame-ame mereka berdua.
Selain
nyanyian mereka yang sumpahgajhebanget itu,mari kita jelaskan sedikit tentang
mereka berdua.
Claire
adalah anak kelas X-2,dan ketua dari klub Sastra ini.Dia cewek periang dan memandang sesuatu dengan positif.Rambut pirangnya
yang panjang dan lurus ia biarkan tergerai tanpa pemanis apapun.Poninya panjang
sampai menutupi alis matanya.
Sementara
Jack adalah teman sekelas Gray juga.Dia cowok
manis,baik dan ceria.Yang khas darinya adalah surai coklat yang menyembul dari
topi terbaliknya. Sebisa mungkin,ia selalu menampakkan senyumanya.
Oke.Sekian
dulu perkenalanya.Terlalu singkat?Ya,apa boleh buat karena anggota klub Sastra
ini memang hanya 5 orang.
Yasud,mari
kita kembali ke tokoh utama kita yang cakep!
Twitch!
Urat
kekesalan muncul di sebelah pelipis Gray.Ia bangkit dan menggebrak meja malang
di depanya.
Brak!
“Bisakah
kalian diam!?Nggak liat apa,aku
sedang konsentrasi di sini!?” Bentaknya.
Sontak
seluruh anggota yang lain menghentikan aktivitas dan menatapnya.Jelas saja
mereka kaget,karena Gray yang terkenal seantero sekolah dengan gerakan ‘hemat
tenaga’ itu,tiba-tiba berteriak dengan suara keras.Hal yang terlalu membuang-buang
tenaga baginya.
Suasana
hening,sampai suatu suara gaib terdengar.
‘Bang
Toyib~
Bang
Toyib~
Pulang
nape hah!?
Ni
orok dah mau brojol lu belon
pulang-pulang juga!’Begitulah suara gaib yang terdengar dari I pod yang masih
menyala.
Kedua mata blue sapphire Gray berkilat dan
menatap Ann tajam.
“Matiin
nggak~?”Katanya bergetar dengan wajah
horor.
Secepat
kilat,Ann memencet tombol Off.Tapi entah kenapa,bukanya mati musik nista itu
malah bunyi makin kenceng.Ia menekanya berkali-kali sebab merasakan hawa iblis
dari balik punggungnya.Karena panik,ia membanting I pod tak berdosa itu ke
lantai hingga hancur berkeping-keping.
Shiiiing.....
Suasana
kembali hening.Keadaan yang terlihat sekarang adalah Gray yang terpaku dengan
mulut menga-nga,Claire dan Jack yang saling berpelukan ngeri,dan Popuri memeluk
erat boneka Ken-nya.Sementara Ann sendiri sudah merinding disko sekarang.
1...
2...
“HYAAAAH!ITU KAN I POD GUEEEE!”Teriak Gray
sampai terdengar ke Bikini Bottom(?).
Di
tempat lain di dasar laut,nampak dua makhluk aneh sedang bermain gelembung
bersama.Yang satu berwarna kuning polos,dan satunya lagi pink berlubang-lubang.(-Readers:Kebalik
kaliii!*tereak pake toa).Kalian para readers
pasti tau mereka kan?Ya,Dora dan Boots*plakk!
“Hei Patrick,apa kau mendengar
sesuatu?”Tanya si kuning dengan suara cemprenganya.
“Euuuuh...Itu kan hanya Squidward,yang
sedang bermain klarienet seperti biasa,Spongebob.”Jawab si bintang laut.
“Ooh...”Si
kuning hanya ber-oh ria.
Back to Mineral
High School!
Baiklah,mending
kita skip aja adegan Gray yang sedang
berkoar-koar dengan liarnya.
-Skip-
Keadaan
kembali tenang.Jack tersenyum puas karena profesi sampinganya sebagai “penjinak
Gray” sukses.Gray berhasil ditenangkan karena dijanjiin I pod baru sama mereka.
“Sudahlah
Gray-kun,kami kan hanya sedikit bersenang-senang.”Kata Popuri sambil membelai
kepala Ken penuh kasih sayang.
“Jangan
berisik juga kali!”Geram Gray masih sebal.
“Ahahaha.Jangan
marah,Gray-kun.Lagipula...Aku tak habis pikir,bagaimana bisa kau lupa membawa
PR-mu tadi pagi.Sampai-sampai di suruh mengerjakan lagi.”Sahut Jack.
Ooh...Ternyata
Gray sedang mengerjakan PR yang lupa ia bawa tadi.
Gray
menghela nafas berat meratapi nasib sialnya.Kenapa juga ia harus berkumpul
dengan orang-orang aneh bin gajhe ini
setiap harinya.Di sekolah yang mewajibkan para siswa untuk mengikuti salah satu
kegiatan klub,Gray tak punya pilihan lain jika ia ingin naik kelas.
Ia
kira,dengan mengikuti klub Sastra yang sepi anggota ini,ia akan terbebas dari
tuntutan bersosialisasi dan mendapatkan ketenangan hidup di sekolah.
Tapi
nasib berkata lain.Larangan untuk pindah klub sudah diumumkan sedetik setelah
ia menyerahkan formulir keanggotaan pada klub Sastra ini.Yang isinya hanya
duduk-duduk di ruangan klub,membaca,ngemil,ngobrol,ataupun melakukan kegiatan nggak penting yang telah terjadi siang
tadi.
Sepertinya
Gray harus bersabar lagi jika ingin bertahan hidup...
-Sepulang
sekolah-
Gray,Jack,dan
Claire pulang bersama.Mereka berjalan santai melewati gerbang sekolah yang
besarnya kelewatan itu.Kemana 2 biji(?) temen yang lain?Mari kita tanya aja.
“Jack-kun,mana
Ann-chan dan Popuri-chan?”Tanya Claire pada Jack.
“Hm...Popuri-san
sedang menemui temanya di klub Kutu buku,dan Ann-san sedang rapat untuk membahas
tanding klub antar sekolah.Dia kan anggota pengurus OSIS.Memang kenapa,Claire-san?”Jawab
Jack.
“Tau’
nih.Disuruh author gajhe.”
(-NY:Demi
readers,Claire-chan.Demi readers...*Lebay*
-Claire:Ngapain
sih di sini?Ganggu ajah!*nendang Niki-chan sampai ke ujung dunia dan hipotermia
di kutub utara*.)
“Hee?Tanding
apa,Jack-kun?”Tanya Claire heran.
“Kau
belum tau,Claire-san?Sekolah kita akan mengadakan lomba tanding kemampuan klub
antar sekolah dengan Harvest High School sepuluh hari lagi.Karna di sana ada
klub Sastra,kita juga ikut lho.”Jawab Jack.
“Weeh!?Lalu
apa yang akan kita lakukan!?”Panik Claire.
“Tenang
dulu,Claire-san...Makanya Popuri-san pergi ke klub Kutu buku.Dia sedang cari
info soal novel sastra keluaran terbaru untuk kemudian kita buat resensinya.”
“Eh?So,sokka?Yokatta...”gumam Claire lega.
“Teman-teman!”Seru
seseorang dari belakang.
Ketiga
kantong nyawa(?) itu berbalik untuk melihat sang penyeru.Ternyata itu Popuri.Ia
berlari sambil tersenyum lebar.Rambut pink-nya yang mencolok membuatnya menarik
perhatian siapapun yang melihat.
“Kabar
baik!Ternyata memang akan ada novel sastra baru yang akan dirilis besok!Dan tiga
hari lagi,pasti sudah ada di toko buku di kota ini!”Kata Popuri dengan wajah
berseri.
“Wah,ii desune.Terima kasih infonya ya,Popuri-san.”Sahut
Jack dengan senyum manis yang membuat author semaput dan minta ditimpuk.
Mereka
berempat-pun melanjutkan perjalanan dan pulang ke rumah masing-masing dengan
damai tanpa mengetahui hal sial apa yang sedang menunggu mereka.
*It’s beginning
Di
ruang data,atau tepatnya ruangan klub Sastra,keempat anggotanya berkumpul
sepulang sekolah seperti biasa.
Tunggu
dulu.Empat orang?Bukankah seharusnya ada 5 ya?Kalau begitu,mari kita absen.
Hmm...Ada
cowok dengan raut muka males idup
yang lagi duduk di kursi sambil menopang dagunya,cewek dengan tampang blo’on n’ polos lagi muter-muterin badan nggak jelas,cewek pendek yang lagi nangis-nangis lebay dan berargumen dengan
sebuah boneka,dan terakhir cowok
manis yang lagi baca komik dengan senyum di wajahnya.
Wait a minute!Nggak ada lagu ‘Bang Toyib’ yang
berkumandang?Nah,berarti Ann-lah yang tidak berada di ruangan itu.Oke!Bek tu
stori!
“Unatsuki-san,bisakah
kau berhenti berputar-putar seperti itu?”Pinta Gray pada Claire karna dia udah
empet ngeliatnya.
“Oh!Su,sumimasen,Gray-kun!Apa kau
terganggu?Aku hanya senang,karna akhirnya kita bisa mendapatkan novel ini!”Ujar
Claire bersemangat.
“Terserahlah.Aku
penat melihatmu.Kalau sudah dapat,bukankah lebih baik segera kau baca?Lombanya
kan minggu depan.”Kata Gray.
Setelah
bergumam “Oh,iya,ya.”,Claire-pun menuruti perkataan Gray dan duduk di kursi
yang bersebrangan denganya.Ia mulai membaca novel setebal 300 halaman itu dalam
diam.Sebuah helaan nafas lega meluncur dari mulut Gray.Setidaknya ruangan itu
lebih tenang sekarang.
“Dasar
playboy cap kucing garong!Kau jahat!Popu benci sama Ken!”Teriak seseorang yang
berada di ruangan itu juga.
(-NY:Perasaan
Popuri-chan tereak mulu deh =_=a
-Popuri:Yang
nulis kan situ!)
“Hahh~”Tokoh
utama kita menghela nafas berat.Masih ada satu lagi sumber polusi pendengaran
di sana.
Ingin
rasanya Gray merebut dan melempar keluar jendela boneka Ken terkutuk itu.Tapi
tidak,tidak...Ia tidak segila itu untuk melakukan hal yang segitu berbahayanya.
Popuri
pasti akan mengamuk dan menghancurkan ruang data itu dalam sekejap jika hal itu
ia lakukan.Tidak...Gray masih sayang dengan nyawanya.
Greeek.
Pintu
ruangan terbuka,dan menampakkan sesosok cewek
berperawakan tinggi di baliknya.
“Gomen ne,semuanya.Aku terlambat.”Ujar cewek itu.
“Irassaimase,Ann-chan!Tidak apa-apa
kok.Kami mengerti,kau pasti sibuk mengurusi lomba untuk minggu depan kan?”Kata Claire
mengerti.Tumben ngerti, dia kan bego*ditampar.
“Haagh...Sebenarnya bukan itu saja,Claire-chan.”Keluh
Ann sambil mengambil tempat duduk di samping Claire,berhadapan dengan Jack.
“Salah
satu kompor di klub memasak hilang.”Lanjutnya.
“Apa?Bagaimana
bisa!?Padahal kompor itu kan hal terpenting bagi klub memasak.Siapa pelakunya Ann-chan!?”Tanya
Claire.
“Maka
dari itu aku lesu,Claire-chan.Karena aku salah satu pengurus OSIS bidang klub
dan kesiswaan,aku yang ditugaskan untuk menemukan pelakunya. Pengurus yang lain sudah sangat sibuk dengan hal lainya.Entah
bagaimana ini...”Jawab Ann lesu.
“Hee?Ternyata
Ann-chan sudah di sini ya?”Tanya Popuri sambil menarik kursi dan duduk di
sebelah Jack.
“Huh!Makanya,jangan
sibuk pacaran mulu sama Ken!”Gerutu Ann.
“Ehehe.Gomen...”Popuri tertawa kecut.
“Oh
iya,pelakunya juga meninggalkan ini lho.”Kata Ann sambil menyodorkan sebuah
kartu.Mereka semuapun membacanya bersama.Kartu berukuran 10 X 15 cm itu yang
bertuliskan:
‘A.B.C,mari
kita bermain kata.
Cinta,
Masalah yang banyak melanda kaum muda masa kini.
Akupun tak dapat melawanya
Tapi aku akan berusaha
Kau sudah mencuri hatiku
Aku ingin mendapatkanya lagi
Tapi pada akhirnya aku tak berdaya
Ini memuakan
Yang dapat kulakukan sekarang adalah
Berdoa dan mengirim pesan pada tuhan
Aku mencintaimu....
Jangan
khawatir,semua yang telah kucuri akan kukembalikan jika ini semua berakhir.Pada
akhirnya,hanya satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri.
2,
Massamaro’
“Waah...Menarik
juga ya?”Komen Popuri setelah membaca kartu itu dan diangguki oleh Claire,Ann,dan
Jack.
“Iya,tak
kusangka hal seperti ini juga ada di dunia nyata.”Sahut Jack.
“Perbuatan
orang iseng yang kurang kerjaan.”Komen Gray malas.
“Iya
sih,tapi...Watashi,kininarimasu!”Seru
Claire dengan rasa penasaran yang memenuhi dadanya.
-Skip-
Kembali
di ruang data,di jam yang sama,tapi hari yang berbeda.Kelima anggota klub
Sastra sedang berkumpul seperti biasanya.Kali ini atmosfir udara di ruangan
sempit itu terasa berbeda.Ada aura kemerahan yang memenuhi ruangan itu.
Entah
karena ada demo masak yang sedang diselenggarakan di sana,atau hawa panas itu
berasal dari Ann yang sekarang sedang mencengkram ujung meja dan hampir
mematahkanya.
BRAAAK!
Ann
menggebrak meja itu dengan keras dan sukses membuat keempat temanya merinding.Wajahnya
memerah.Bukan karena dia pake blush on,apa
lagi pake masker cabe.Tapi wajahnya merah karena menahan amarah.
“Aku
muak!Siapa sih orang ini!?Berani-beraninya dia membuatku kerepotan!” Geramnya.
“Sa,sabarlah
Ann-chan.Semua pasti ada jalan keluarnya.”Kata Popuri pelan mencoba
menenangkanya.
“Tapi
ini sudah keterlaluan!Sudah 3 kali ia mencuri dan membuatku makin repot!Kalau
tertangkap...Akan kurujak dia!”Serunya geram.
Sementara
Ann sedang ngamuk-ngamuk dan Popuri berusaha menenangkanya, tiga orang yang
lain sedang duduk dengan tenang di kursi masing-masing.
“Oh
iya,Claire-san.Apa novel baru itu sudah selesai kau baca?”Tanya Jack memecahkan
gelas tetangga-eh,memecah keheningan di antara mereka bertiga, maksudnya.
“Sudah,Jack-kun.Ceritanya
menarik lho!Sekarang,aku tinggal membuat rancangan resensinya!”Jawab Claire
riang.
“Yosh!Sekarang giliranku.Boleh kupinjam?”Pinta
Jack.
“Tentu!”Balasnya
sambil beranjak dari duduknya dan menuju laci di ruangan klub mereka.
Claire
membuka salah satu laci di lemari ruang klub itu dan mulai mencari. Sedetik
kemudian,gerakan pelan dari Claire berubah menjadi gerakan pengobrak-abrikkan
laci.
“Eh?”Heran
Claire.
“Hm?Ada
apa Claire-san?”Tanya Jack.
“Bukunya
hilang!”Serunya.
“APA!?”Teriak
seluruh anggota klub Sastra di sana.
*The case has open
Lima
kepala saling berdempetan memperhatikan sebuah kartu di atas meja.Kartu serupa yang
ditemukan di ketiga kasus pencurian klub sebelumnya.Kartu itu dibuat dengan
kertas tebal,dan tulisan di atasnya di-print warna.Kertas itu memiliki gambar
bingkai bunga mawar kecil bersambung mengitari tulisanya.
Tidak
ada yang buka suara selama beberapa detik.Mereka masih serius memperhatikkan kartu
misterius itu.Kecuali Gray yang menatapnya dengan tampang ngantuk tentunya.
“Bahkan
kita juga kena.Apa sih tujuanya!?”Heran Ann.
“Entahlah,tapi
ini bisa gawat.Lombanya kan tinggal 4 hari lagi,dan kita bahkan belum membuat resensinya.”Kata
Popuri.
“Bagaimana
ini?Apa ada yang pernah ikut kursus detektif sebelumnya?”Tanya Claire gak masuk
akal.
“Hei,Gray-kun,bukankah
waktu SMP kau it-uph!”Perkataan Jack terpotong
karena Gray menyumpali mulutnya dengan kulit duren(?).
Setelah
melakukan perbuatan keji itu,Gray kembali duduk dengan tenang dan tidur
berbantalkan kedua lenganya di atas meja.Tak mempedulikan sohibnya yang kesakitan
karena punggungnya ditampol sama Popuri -dengan papan- berkali-kali untuk
mengeluarkan kulit duren itu.
“Hm?Memangnya
waktu SMP Gray-kun kenapa,Jack-kun?”Tanya Claire.
“Pueh!Uhuk,uhuk!Ehem.Jadi gini,waktu SMP
kemarin,aku sempat sekelas dengan Gray-kun selama dua tahun.Dan kalian tau?Gray-kun
sudah beberapa kali memecahkan kasus yang terjadi di sekolah kami!”Jawab Jack
semangat.
“Wah...Kalau
begitu Gray-kun bisa memecahkan kasus ini juga dong!”Pekik Claire.
“Aku
menolak.”Sahut Gray singkat.
“Hee!?Kenapa
Gray-kun?Ini kan demi kepentingan Klub juga...”Rengek Claire.
“Iya.Sekali-kali
kau juga harus berguna untuk orang lain,Gray!”Tegas Ann.
“Pleaseee...”Mohon Jack,Claire,Popuri,dan
Ann dengan Puppy eyes.
“Mendokusai.”Komen Gray singkat.(-NY:Lho,kok
jadi kayak Shikamaru?-Gray:Lupa, kalo situ fans-nya?-NY:Ehehe.Tapi cintaku Cuma
untuk Sasori-kun kok...*sambil garuk pipi –Sasori:Hachoii!)
“Atau...”
Tiba-tiba
terasa hawa berat di sekeliling Ann.Bahkan lebih berat dari kemarahan-nya
barusan.Lalat yang terbang di sekitarpun bermanuver dan balik arah karena hawa
berat itu.
Krak!
Ann
meremas boneka Ken milik Popuri dengan satu tangan sampai putus jadi dua
bagian.Popuri yang menyaksikan koi-nya
termutilasipun pingsan seketika.Claire yang panik,langsung menyiramkan air galon
ke muka Popuri.Yang bukanya bikin sadar,tapi Popuri-nya sekarang malah
megap-megap gajhe.
“Ba-baiklah!”Jawab
Gray tergagap.Perlukah author ulangi,jika Gray ini masih sayang dengan
nyawanya?
“Hem,hem,hem.Baiklah,silahkan
periksa kartu ini...”Ujar Ann lembut sambil menyodorkan kartu yang ditinggalkan
si pencuri.
‘Perubahan
mood yang sangat cepat’.Gray menghela
nafas berat.Terpaksa ia harus berpikir.Hal yang merepotkan baginya.Tapi,tidak
ada salahnya kan,sekali-kali ia menggunakan otaknya?
Gray
membaca kartu itu dengan seksama sambil mengelus-elus ujung topi biru
bertuliskan ‘UMA’ yang tak pernah lepas dari kepalanya.Beberapa saat ia
terdiam,sampai akhirnya buka suara.
“Aku
tidak bisa melakukanya sendiri.Maukah kalian membantuku?”Tanya Gray.
“Tentu saja!”Jawab keempat temanya hampir bersamaan.
“Baiklah.Pertama,menurut
kalian apa yang harus kita cari tau?”
“Emh...Pelakunya?”Tebak
Ann.
“Di
sini tertulis Massamaro,apa dia pelakunya?”Sahut Claire.
“Tidak.Ia
tidak akan menggunakan trik sesederhana itu.Pertama-tama yang harus kita cari
tau adalah motif,atau tujuan si pelaku melakukan pencurian berantai ini.Dalam
dua hari,si pelaku sudah mencuri 4 barang dari 4 klub yang berbeda.Tentu hal
itu ada tujuanya.
Yang
kedua,kita cari bagaimana cara ia menyukseskan motifnya itu.Dan dengan menyambungkan
petunjuk-petunjuk yang ada,maka kita akan menemukan pelaku dan maksud dari tindakanya
ini.”Jelas Gray.
“Baiklah,lalu
yang pertama,apa motif dari pencurian ini,Gray-kun?Tanya Popuri yang sudah
bangun dari pingsanya.
Gray
menarik spidol dan mulai mencorat-coret.
“Coba
lihat ini lagi.”Kata Gray sambil menyodorkan kartu yang sudah ia corat-coret tadi.
‘A.B.C,mari
kita bermain kata.
Cinta,
Masalah yang banyak melanda kaum muda masa kini.
Akupun tak dapat melawanya
Tapi aku akan berusaha
Kau sudah mencuri hatiku
Aku ingin mendapatkanya lagi
Tapi pada akhirnya aku tak berdaya
Ini memuakan
Yang dapat kulakukan sekarang adalah
Berdoa dan mengirim pesan pada tuhan
Aku mencintaimu....
Jangan
khawatir,semua yang telah kucuri akan kukembalikan jika ini semua berakhir.Pada
akhirnya,hanya satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri.
2,
Massamaro’
“Jika
hanya membaca yang telah kau garis bawahi,berarti:‘Akupun akan mencuri lagi,pada
akhirnya ini adalah pesan’.Gray-kun,kore
wa...”Tanya Jack.
“Hai.Itulah motifnya.Di sini tertulis,bahwa
ia akan mengembalikan barang curianya jika ini semua berakhir.Jadi,motifnya
murni untuk menyampaikan sebuah pesan dari si pelaku pada seseorang.”
Keempat
temanya mengangguk tanda mengerti.
“Jadi,‘menyampaikan
pesan’ ya?Lalu pesan apa itu,Gray-kun?”Tanya Popuri.
“Soal
itu,mungkin hanya disadari oleh si ‘penerima pesan’.”Jawab Gray.
“Soo desune...Lalu,yang kedua?”Tanya Claire
minta dilanjutkan.
“Yang
kedua,cara ia menyukseskan motifnya.Yang dalam kasus ini, ‘penyampaian pesan’.”Ujar
Gray penuh misteri.
“Hmm...Bagaimana
Massamaro menyukseskan motifnya?”Gumam Jack.
“Hei,Jack.Kenapa
kau menyebutnya seperti nama orang?Amamaki-san,apa kau punya jadwal lomba yang
akan diadakan 4 hari lagi?”Tanya Gray pada Ann.
“Hai,mochiron.”Jawab
Ann sambil menyerahkan jadwal yang diminta Gray.
Gray
memperhatikan jadwal lomba itu sesaat,lalu melirik kartu yang ada di atas meja.Senyum
kecil,atau lebih terlihat seperti sebuah seringaian bagi author, terlukis di
bibir sekseh Gray.
“Tepat.”Gumam
Gray.
Jack,Claire,Popuri,dan
Ann saling berpandangan dengan tanda tanya besar di kepala mereka.Mereka
terdiam,sampai Jack angkat bicara.
“Apanya
yang tepat Gray-kun?”Tanya Jack.
“Cara
si pelaku menyukseskan motifnya adalah dengan teknik...ABC Murder.”Jawabnya
pelan.
“Mu,murder!?A,apakah
akan ada yang terbunuh,Gray-kun!?”Seru Claire panik.
“Bukan,Unatsuki-san...Dalam
kasus ini,adalah pencurian barang dan bukanya pembunuhan.”Jawab Gray sweatdropped.
“Soo,desuka?Yokatta...”Gumam
Claire lega.
“Nah,coba
lihat waktu lomba 9 klub terakhir di jadwal ini.”Kata Gray sambil menyodorkan
kartu jadwal tadi pada Ann.
Ann
menerima jadwal itu dan membacanya.
“Mulai
dari ke-9 yang terakhir:Klub Memasak,Alam,Seni lukis,Sastra,Atletik, Musik,Astronomi,Renang,dan
yang terakhir Orientasi OSIS.Memanganya kenapa dengan klub-klub ini Gray?”Tanya
Ann.
Sebuah
seringaian kembali muncul di bibir Gray.“Coba ambil inisial dari nama
masing-masing kesembilan klub itu.”Katanya.
“M,A,S,S,A,M,A,R,O.Ma-Massamaro!?”Pekik
Ann tak percaya.
“Jadi,Massamaro
itu bukanlah nama si pelaku,melainkan klub-klub incaranya?” Gray mengangguk
menanggapi pertanyaan Popuri.
“Hn.Itulah
mengapa aku menyebutnya ABC Murder.Si pelaku melakukan aksinya secara
berurutan.Baik itu dari alfabeth,zodiac,maupun tanggal lahir korban. Amamaki-san,coba
katakan klub mana,dan barang apa saja yang sudah hilang?”Tanya Gray.
“Hai.Pertama,salah satu kompor dari klub
Memasak,sebuah tenda dari klub Alam,kanvas dari klub Seni lukis,dan novel dari
klub Sastra kita.”Tutur Ann.
“Tapi,Kenapa
si pelaku mencuri barang-barang itu?Apa ada kriteria khususnya,Gray-kun?”Tanya Popuri.
“Seperti
yang Unatsuki-san bilang dua hari lalu,bahwa kompor adalah barang terpenting
bagi klub memasak.Begitu pula tenda,kanvas,dan novel kita.Dengan kata lain si
pelaku mengincar barang paling penting di klub,dan itu juga merupakan petunjuk.”
“Oh,begitu
ya.Terus,apa Gray-kun sudah tau,siapa pelaku dan apa maksud dari tindakanya?”Tanya
Claire.
“Belum.Yang
bisa kita lakukan sekarang hanya menebak barang apa yang akan dicuri.Karena
tidak ada petunjuk lain...Kasus ditutup.”Ujar Gray sambil memukulkan palu ke
meja yang entah dia dapet dari mana.
-End....-
(-NY:WAAAAIIT!Harusnya
kan nggak gini!Siapa sih ni yang udah
ngubah naskahnya!?*mencak-mencak gajhe.
-All:*nunjuk
ke arah Gray yang lagi tidur pules di atas meja.
-NY:Gray-kun~~*ngasih
deathglare terbaik.
-Gray:*bangun*
Huwaaa!Asjatim!Mimpi dikejar-kejar nenek lampir gue!
-NY:WOOOY!ngapain
lo maen ngubah-ngubah naskah gueee?!
-Gray:Huh,aku
malas berpikir terlalu keras.Mendokusai!
-NY:Stop
niru gaya Shika cayangku dan cepet syuting lagi!Kalo nggak,gue pecaaat!*menggelegar.
-Gray:Hai!Siap bos!*hormat bendera ke pohon
ketela(?).
-NY:Oke,back to stori yaaah!)
*Finally
Dua
hari setelah penuturan Gray,kasus pencurian barang kembali terjadi.Dan urutan
klub yang kecurian memang sesuai penuturan Gray kemarin.Hal itu juga yang
membuat Ann uring-uringan setiap saat,karena ia ingat tanggung jawabnya.
Banyak
juga detektif gadungan a.k.a para siswa sendiri yang mencoba memecahkan misteri
kasus itu.Tapi tak satupun yang bahkan bisa menebak siapa dalang di balik
pencurian berkolor ini(-NY:bosen kalo berantai mulu XD).
Sebagian
dari mereka juga sudah menyerah untuk meneruskanya.Toh,dalam surat yang
ditinggalkan,si pelaku mengatakan bahwa barang curianya akan dikembalikan lagi
kan?
Tapi
Jack,Ann,Claire,dan Popuri tidak menyerah.Mereka masih saja menyelidiki dan
menerka-nerka,siapa yang mungkin bisa menjadi pelakunya.Tapi entah kenapa,Gray
seakan tak mau terlibat kasus ini lebih jauh lagi.Terpaksalah keempat temanya
itu berusaha memecahkanya sendirian(-Popuri:Lho,katanya berempat,kok sendirian
ya?-NY:Udah deh!)
“Kau
ini payah,Gray!Harusnya kau ikut membantu kami!”Tuntut Ann.
“Aku
tidak suka berpikir terlalu keras.”Jawab Gray santai.
“Tapi
teori Gray-kun yang kemarin hebat lho!”Puji Claire.
“Iya,tak
kusangka kau bisa menyadarinya,Gray-kun.”Dukung Popuri.
Gray
hanya ber-“hn” ria mendengar pujian mereka.
“Yosh!Kalau begitu,mari kita lanjutkan
penyelidikanya!”Seru Jack dengan semangat 45’ sambil mengeluarkan buku catatan
kecilnya.
“Pertama-tama,kita
cek ulang barang apa saja yang hilang dari klub incaran pelaku.”Lanjut Jack.
Semua(-Gray)
berkumpul dengan semangat masa muda yang membara ala Guy dan Lee yang selalu
pake pakaian ketat(-Readers:Gak penting!).Jack membacakan catatanya.
“Kita
ulang dari klub yang pertama kali kecurian.Pertama,klub Memasak: kompor,klub
Alam:tenda,klub Seni lukis:kanvas,klub Sastra:novel,klub Atletik: sepatu lari,klub Musik:stik dirijen,klub Astronomi:teleskop,klub
Renang:papan loncatan(?).”Tutur Jack.
“Tunggu
dulu!Papan loncatan!?Gimana si pencuri mengambilnya?”Potong Popuri.
“Eh,iya,ya?Tau’
nih.Author!Gimana sih!?”Protes Jack pada author.
(-NY:Heh!Gak usah bentak-bentak juga udah
kedengeran kali!Emang gue budeg apa!?
-Jack:Lagian
gimana caranya coba,nyuri papan loncatan buat renang!?
-NY:Yah~Itu
mah pinter-pinternya si pencuri,lah.Dah sono!Hush,hush!Bek tu stori!)
“Jadi...Tinggal
sisa OSIS kan?Apa yang terpenting di OSIS?”Tanya Popuri.
Semua
terdiam sejenak,sampai akhirnya Ann buka puasa-eh,buka suara maksudnya!
“Kaori-senpai...”Gumamnya
cukup keras.
“Chelsea
Kaori-senpai dari kelas XI-2,ketua OSIS kita?”Tanya Jack dan diangguki oleh Ann.
“Oh
tidak!Apa yang akan dilakukanya pada ketua OSIS!?”Pekik Claire panik.
“Entahlah,tapi
yang pasti...Dia akan melakukanya hari ini.Ayo semua!Kita temui Chelsea-senpai!”Seru
Jack semangat.
“YOOOSH!”Seru
mereka lantang sambil mengacungkan tinju ke udara.
“Gray-kun,kau
tidak ikut?”Tanya Jack melihat Gray masih tiduran dengan santainya.
“Tidak,kalian
saja.Beri tau saja hasilnya padaku nanti.”Jawab Gray malas.
Mendengar
jawaban Gray,Jack,Ann,Claire dan Popuri-pun bergegas pergi ke ruang OSIS.Saat
tiba di sana,ternyata si ketua OSIS tidak ada.Salah satu pengurus OSIS di sana
mengatakan bahwa ketua mereka sedang keluar.
Tanpa
ba-bi-bu lagi,mereka berempat kembali mencari si ketua OSIS yang nyawanya
sedang terancam-menurut mereka-.Hampir setengah sekolah mereka jelajahi,sampai
akhirnya mereka tiba di belakang gudang olahraga dan mendapati sosok sang ketua
OSIS cewek di situ.
Mereka
menghela nafas lega karena beliau-ciyeelah bahasanya- baik-baik saja.Ia sedang berdiri
dan berhadap-hadapan dengan seseorang.Mereka sepertinya sedang membicarakan
sesuatu.
Dengan
lancangnya,keempat monyet*digeplak itu mengintip dari balik tembok.Kepala
mereka terlihat bertumpukkan,dengan posisi kepala Jack paling atas,Ann di
bawahnya,lalu Claire,dan karena yang paling pendek(-NY:Idih,kacian deh,Popuri-chan~-Popuri:*memanjangkan
meteran setinggi tubuh author,dan angka yang tertera di sana adalah:152 cm.Tinggi
yang ngenes bagi cewek kelas 2 SMK),Popuri
berada di posisi paling bawah.Mereka menajamkan indra pendengaran masing-masing.
“Hei,bukankah
itu...”Bisik Claire.
“Jadi
benar ini semua perbuatanmu,Mark Takioka.Atau lebih enak kupanggil... wakilku?”Kata
Chelsea si ketua OSIS pada wakilnya.
“Hehe.Kau
selalu jenius seperti biasanya,Chelsea-san.”Jawab Mark sambil tertawa pelan.
“Dasar.Karenamu
aku mendapat banyak laporan pencurian dan jadi banyak kerjaan.Kau membuatku
repot,baka!”Ujar Chelsea sambil
mengerutkan dahinya.
“Ahaha.Gomen ne,ketua OSIS...Jadi,bagaimana
jawabanmu?”Tanya Mark.
Kerutan
di dahi Chelsea lenyap,dan digantikan dengan senyum manis yang memperindah
wajah cantiknya.
“Kau
berhasil.Kau sudah mencuri hatiku sejak dulu dasar pencuri.Aku juga
mencintaimu...”Jawabnya pelan.
“UAPAAAAAAH!?”Teriak
keempat makhluk gajhe lantang.
Sontak
pasangan OSIS yang mendengarnya menoleh ke sumber suara.Di sana,sudah ada empat
orang dengan ekspresi wajah yang sulit dideskripsikan oleh author unyu kita.
“Jadi
‘si pencuri’ itu wakil ketua OSIS!?”Pekik Jack.
“Dan
ini semua demi menyatakan cinta pada ketua OSIS!?”Tanya Popuri.
“Memangnya
tidak ada cara lain,Mark-senpai!?” Seru Ann.
“Bagaimana
cara senpai mencuri papan loncatan itu!?”
Gubraak!
Author
dibuat sweatdropped dengan pertanyaan
terakhir yang dilontarkan oleh Claire.
“Banyak sekali yang ingin kami tanyakaaan!”Seru mereka bersamaan.
Mark
hanya cengo diberondongi banyak pertanyaan dari mereka.Akhirnya Chelsea-lah
yang menyela pertanyaan-pertanyaan itu.
“Maaf
semuanya.Tanya-jawabnya lain kali saja ya.Soalnya ada orang yang harus
mengembalikan barang-barang curianya.”Katanya sambil tersenyum manis.
Tweet~
Tangan
kanan Chelsea menjewer telinga Mark dan menariknya pergi.
“Auuw!I,ittai!Ittai...Chelsea-chan.”Pakik Mark
kesakitan.
“Gomen sudah membuat kalian penasaran.Oh
iya,kerjamu bagus,Ann-san!Jaa ne!”Seru
Chelsea tanpa mempedulikan kekasih barunya yang kesakitan.
Dwooong~
Ann,Popuri,Claire
dan Jack bengong di tempat.Setelah sesaat mereka berdiri dengan posisi tetap,lalu
mereka kembali ke ruangan mereka dengan 5L:Letih,Lemah,Lesu,Lunglai,Laper(?)(-NY:Aku
yang lapeer~)
“Kenapa
kalian semua lesu gitu?Gak kebagian
sembako ya?”Tanya Gray cuek.
“Jangan-jangan...Kau
sudah tau semuanya dari awal ya,Gray-kun?”Tanya Jack.
“Tentu
saja.”Jawabnya singkat.
“Bagaimana kau bisa tau?” Tanya Popuri.
“Mudah
saja.Semua petunjuk ada di surat itu.”
“Nan de?Kau hanya bilang jika ‘pada
akhirnya ini adalah pesan', kan?”Heran Ann.
“Hn.Sebenarnya
ada hal yang tidak kuberitau pada kalian.”Kata Gray sambil meletakkan kartu
pesan di atas meja.Tampak ia sudah menambah beberapa garis lagi di tulisan
kartu itu.
‘A.B.C,mari
kita bermain kata.
Cinta,
Masalah yang banyak melanda kaum muda masa kini.
Akupun tak dapat melawanya
Tapi aku akan berusaha
Kau sudah mencuri hatiku
Aku ingin mendapatkanya lagi
Tapi pada akhirnya aku tak berdaya
Ini memuakan
Yang dapat kulakukan sekarang adalah
Berdoa dan mengirim pesan pada tuhan
Aku mencintaimu....
Jangan
khawatir,semua yang telah kucuri akan kukembalikan jika ini semua berakhir.Pada
akhirnya,hanya satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri.
2,
Massamaro’
“Kore wa...”Gumam Jack.
“Pesan
yang sesungguhnya adalah “Aku mencintaimu”.Dan target penerima pesan adalah
‘hal yang terpenting di OSIS’,yaitu Chelsea Kaori,sang ketua OSIS sekolah kita.
‘Hanya
satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri’.Dengan melihat pesan ‘aku
mencintaimu’,sudah pasti yang dimaksudkan si pelaku adalah ia akan mencuri
‘hati’ sang ketua OSIS,dan tidak akan mengembalikanya.
Sedangkan
yang menunjukkan identitas si pelaku,adalah angka ‘2’ di akhir pesan,yang
memiliki arti “si nomor dua”,yang berarti sang wakil ketua OSIS sendiri,Mark Takiota-senpai.”Jelas
Gray panjang.
Tiba-tiba
hawa negatif segera memenuhi ruanganan itu.Gray mendapat deathglare dari keempat temanya.
“Kenapa kau tak memberi tau kamiii!?”Pekik mereka pake toa.
“He,hei!Tenang
dulu!A,aku punya alasan!”Kata Gray tergagap.
“Jelaskan!”Teriak mereka pake toa(lagi).
“Be,begini.Pertama,aku
tidak suka mencampuri urusan orang lain,terutama masalah perasaan.Yang
kedua....Kalian pikir apa yang akan kalian lakukan jika kuberi tau yang sebenarnya
hah!?Kalian ini kan orang-orang KEPO.Pasti tanpa pikir panjang kalian akan
mewawancarai Chelsea-senpai ataupun Mark-senpai dan merusak rencana yang
seharusnya romantis ini.Tadi saja kalian pasti sudah merusak suasana di antara
mereka berdua kan!?”
Keempat
orang itupun bungkam.Lalu,perlahan-lahan muncul senyuman di wajah mereka.
“Benar
juga.Kau memang jenius sejati,Gray-kun!”Seru Jack.
“Tak
kusangka kau ini peka juga ya.”Komen Ann.
“Iya.Ternyata
Gray-kun juga punya sisi romantis ya.”Dukung Popuri.
“Benar-benar
orang baik!”Pekik Claire.
Pujian
demi pujian mengalir untuk Gray.Ia tidak tau harus menganggapnya gimana lagi.Ia
tak pernah dipuji sebanyak itu sebelumnya.
Sampai
tiba-tiba pintu ruang data tersebut terbuka dengan kasar,dan menampakkan
sesosok cowok keren kelas XI dengan
tampang ngosh-ngoshan. Cowok berambut
coklat terikat itu kita ketahui bernama Cliff Clifford.
“Klub
Sastra!Apa kalian melihat orang yang mencurigakan di sekitar sini!?”Tanya Cliff.
“Memangnya
kenapa Cliff senpai?”Tanya Ann angkat bicara.
“Semua
pedang di klub Anggar menghilang!”Pekik
Cliff panik.
Ann,Jack,Popuri,dan
Claire langsung menoleh cepat ke arah Gray yang sedang duduk dengan menopang
dagunya.
“Gray Smith!Ayo kita pecahkan kasus ini!”Seru mereka serempak dengan tersenyum lebar.
“NUOOOOO!”
Dan
itulah teriakan kemalangan yang meluncur dari mulut Gray.
-End(kali ini beneran)-
HIYAAAAAH!Akhirnya
jadi juga!Pertama kali bikin cerita detektif nih.Sori ajah kalo ceritanya gajhe n’ mudah ditebak.Sebenernya fic
ini terinspirasi dari Anime ‘Hyouka’,yang scene waktu Festival sekolah,tapi
banyak aku rubah.Sori ajah kalo ada yang tersinggung karena fic ini....*bungkuk
hormat.Jaa matta nee~!Review please!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar