Kamis, 16 Oktober 2014

Harvest Moon fanfic:"ABC"



Author:NY(Nikita Yuana)

Fandom:Harvest Moon

Genre:Mistery,humor(gagal!),and slightly (bad) romance

Rated:T

Warning:gajhe,aneh,bahasa belepotan,nggak baku,alay,alurnya kecepetan. Don’t like, don’t read!Silakan klik tombol back kalo nggak suka cerita gajhe atopun nggak suka sama authornyaaa!*koar-koar nggak jelas.

Summary:Gray adalah siswa kelas X yang bisa dibilang dengan sebutan:“Hidup segan,mati tak mau”.Dia sangat malas dalam menjalani hidupnya. Namun,dengan beberapa alasan dan tekanan,Gray akhirnya mau ikut serta dalam mengupas misteri pencurian berantai di sekolahnya.Penasaran?Chek this out...

ABC

*Permulaan....
         
 Mineral High School.Sekolah tingkat menengah atas di Jepang yang cukup unggul dalam prestasi akademis maupun nonakademisnya.Layaknya sekolah lain,SMU inipun memiliki segudang klub dan kegiatan-kegiatan bagi para siswanya.Dengan bangunan yang besar,fasilitas yang memadai,dan lahan sekolah yang luas,Mineral High School termasuk dalam jajaran sekolah favorit di kota.

Di sebuah ruang berukuran 4 X 6 m lantai 3 di gedung timur,nampak seorang siswa cowok kelas X yang terlihat sedang sibuk berkutat dengan buku dan alat tulisnya.

Kita sebut saja namanya Gray Smith.Siswa kelas X-4 yang sudah sebulan ini resmi mengikuti kegiatan di klub Sastra di sekolahnya.

Dalam kehidupan sehari-harinya,ada 3 hal mutlak yang tak bisa ditolerir baginya.Yaitu:-hemat tenaga(sedikit bekerja),-simpan tenaga(santai-santai),-dan isi tenaga(tidur).Tapi author kita yang super unyu dan cute*Hoeks! Ini lebih suka menyebutnya:Pemalas!

(-Gray:Kayak lo sendiri  kagak aja. –NY: Ehehe...*sambil garuk kepala)

Walaupun tatapan matanya sayu dan tampak ogah-ogahan,tetapi tangan kananya masih terus menorehkan sesuatu –entah apaan- di lembaran kertas putih itu.Sesekali ia menggosokkan karet penghapus warna putih miliknya kepada tulisan yang kurang sesuai maupun melencengan dari pikiranya.

Apakah yang tokoh utama kita sedang lakukan?Membuat biografi dirinya sejak masih orok hingga saat ini?Tidak,tidak...Itu hanya hal tidak berguna yang membuang-buang tenaga juga pikiran baginya.

Bagaimana jika ternyata...Ia sedang merangkum sebuah novel sastra keluaran terbaru demi kepentingan klub!?Mimpi di mana lagi bisa kepikiran hal itu.Nunggu timbul keriput di wajah imut Sasori bung!Nggak bakal!

Lalu...Apa dong,yang sedang Gray lakukan?Oke.Kita skip dulu pertanyaan satu ini.

Di sekitar Gray sekarang,nampak beberapa orang dengan aktivitas gajhe-nya masing-masing.Merekalah seluruh anggota klub Sastra yang lain.Mari kita tengok mereka.

Yang pertama,Ann Amamaki dari kelas X-1.Cewek tomboy dengan rambut kepang panjang dan berhias pita putih ini sedang berdiri di pojok ruangan sambil nyetel I pod keras-keras.Satu kaki ia angkat ke atas kursi(-NY:Awas keliatan),dan ia memutar-mutar kepala saking semangatnya.Dan lirik lagu yang terdengar dari I pod itu adalah....

‘Bang Toyib~

Bang Toyib~

Kenapa tak pulang-pulang~?

Woy,bang Toyib!

Pulang woy!’

Itulah anggota gajhe dengan musik khasnya yang pertama.Dan-

“Kamu tega!”Seru seseorang lantang.

Eh?Siapa tadi?

“Kita putus!Aku dah nggak kuat lagi sama kamu.Bisa-bisanya kamu selingkuh sama boneka yang katanya cantik dari India itu!”Lanjutnya.

Ooh...Ternyata itu Popuri Nii,sekelas dengan Gray.Dan dia sedang berdialog dengan...Ken!?Iya,boneka Ken pasanganya Berbie itu lho!Setelah author selidiki,ternyata Popuri sedang mengidap penyakit serius dengan virus bernama Traumensistumber Berbiepsikologis.

Seseorang yang telah terjangkit virus tersebut,disarankan untuk tidak melihat boneka Ken,karena ia akan menganggap Ken adalah kekasihnya,dan dirinya sendiri adalah Berbie.Ada-ada aja dunia fic ini =_=a.

Kita beralih ke anggota lain.Claire Unatsuki dan Katsuhiko Jack.Mereka sedang duduk bersila di lantai dengan berhadap-hadapan,dan melakukan pok-ame-ame berdua.

“Pok-ame-ame...Belalang,kupu-kupu.

Siang nama Samsul,kalo malem ganti Selly.

Banci-banci,hoy!hoy!

Yaoi-yaoi,hoy!hoy!”Begitulah nyanyian pok-ame-ame mereka berdua.

Selain nyanyian mereka yang sumpahgajhebanget itu,mari kita jelaskan sedikit tentang mereka berdua.

Claire adalah anak kelas X-2,dan ketua dari klub Sastra ini.Dia cewek periang dan memandang sesuatu dengan positif.Rambut pirangnya yang panjang dan lurus ia biarkan tergerai tanpa pemanis apapun.Poninya panjang sampai menutupi alis matanya.

Sementara Jack adalah teman sekelas Gray juga.Dia cowok manis,baik dan ceria.Yang khas darinya adalah surai coklat yang menyembul dari topi terbaliknya. Sebisa mungkin,ia selalu menampakkan senyumanya.

Oke.Sekian dulu perkenalanya.Terlalu singkat?Ya,apa boleh buat karena anggota klub Sastra ini memang hanya 5 orang.

Yasud,mari kita kembali ke tokoh utama kita yang cakep!        

Twitch!

Urat kekesalan muncul di sebelah pelipis Gray.Ia bangkit dan menggebrak meja malang di depanya.

Brak!

“Bisakah kalian diam!?Nggak liat apa,aku sedang konsentrasi di sini!?” Bentaknya.

Sontak seluruh anggota yang lain menghentikan aktivitas dan menatapnya.Jelas saja mereka kaget,karena Gray yang terkenal seantero sekolah dengan gerakan ‘hemat tenaga’ itu,tiba-tiba berteriak dengan suara keras.Hal yang terlalu membuang-buang tenaga baginya.

Suasana hening,sampai suatu suara gaib terdengar.

‘Bang Toyib~

Bang Toyib~

Pulang nape hah!?

Ni orok dah mau brojol lu belon pulang-pulang juga!’Begitulah suara gaib yang terdengar dari I pod yang masih menyala.

 Kedua mata blue sapphire Gray berkilat dan menatap Ann tajam.

“Matiin nggak~?”Katanya bergetar dengan wajah horor.

Secepat kilat,Ann memencet tombol Off.Tapi entah kenapa,bukanya mati musik nista itu malah bunyi makin kenceng.Ia menekanya berkali-kali sebab merasakan hawa iblis dari balik punggungnya.Karena panik,ia membanting I pod tak berdosa itu ke lantai hingga hancur berkeping-keping.

Shiiiing.....

Suasana kembali hening.Keadaan yang terlihat sekarang adalah Gray yang terpaku dengan mulut menga-nga,Claire dan Jack yang saling berpelukan ngeri,dan Popuri memeluk erat boneka Ken-nya.Sementara Ann sendiri sudah merinding disko sekarang.


1...

2...

 “HYAAAAH!ITU KAN I POD GUEEEE!”Teriak Gray sampai terdengar ke Bikini Bottom(?).

Di tempat lain di dasar laut,nampak dua makhluk aneh sedang bermain gelembung bersama.Yang satu berwarna kuning polos,dan satunya lagi pink berlubang-lubang.(-Readers:Kebalik kaliii!*tereak pake toa).Kalian para readers pasti tau mereka kan?Ya,Dora dan Boots*plakk!

“Hei Patrick,apa kau mendengar sesuatu?”Tanya si kuning dengan suara cemprenganya.

Euuuuh...Itu kan hanya Squidward,yang sedang bermain klarienet seperti biasa,Spongebob.”Jawab si bintang laut.

“Ooh...”Si kuning hanya ber-oh ria.

Back to Mineral High School!

Baiklah,mending kita skip aja adegan Gray yang sedang berkoar-koar dengan liarnya.

-Skip-

Keadaan kembali tenang.Jack tersenyum puas karena profesi sampinganya sebagai “penjinak Gray” sukses.Gray berhasil ditenangkan karena dijanjiin I pod baru sama mereka.

“Sudahlah Gray-kun,kami kan hanya sedikit bersenang-senang.”Kata Popuri sambil membelai kepala Ken penuh kasih sayang.

“Jangan berisik juga kali!”Geram Gray masih sebal.

“Ahahaha.Jangan marah,Gray-kun.Lagipula...Aku tak habis pikir,bagaimana bisa kau lupa membawa PR-mu tadi pagi.Sampai-sampai di suruh mengerjakan lagi.”Sahut Jack.

Ooh...Ternyata Gray sedang mengerjakan PR yang lupa ia bawa tadi.

Gray menghela nafas berat meratapi nasib sialnya.Kenapa juga ia harus berkumpul dengan orang-orang aneh bin gajhe ini setiap harinya.Di sekolah yang mewajibkan para siswa untuk mengikuti salah satu kegiatan klub,Gray tak punya pilihan lain jika ia ingin naik kelas.

Ia kira,dengan mengikuti klub Sastra yang sepi anggota ini,ia akan terbebas dari tuntutan bersosialisasi dan mendapatkan ketenangan hidup di sekolah.

Tapi nasib berkata lain.Larangan untuk pindah klub sudah diumumkan sedetik setelah ia menyerahkan formulir keanggotaan pada klub Sastra ini.Yang isinya hanya duduk-duduk di ruangan klub,membaca,ngemil,ngobrol,ataupun melakukan kegiatan nggak penting yang telah terjadi siang tadi.

Sepertinya Gray harus bersabar lagi jika ingin bertahan hidup...

-Sepulang sekolah-

Gray,Jack,dan Claire pulang bersama.Mereka berjalan santai melewati gerbang sekolah yang besarnya kelewatan itu.Kemana 2 biji(?) temen yang lain?Mari kita tanya aja.

“Jack-kun,mana Ann-chan dan Popuri-chan?”Tanya Claire pada Jack.

“Hm...Popuri-san sedang menemui temanya di klub Kutu buku,dan Ann-san sedang rapat untuk membahas tanding klub antar sekolah.Dia kan anggota pengurus OSIS.Memang kenapa,Claire-san?”Jawab Jack.

“Tau’ nih.Disuruh author gajhe.”

(-NY:Demi readers,Claire-chan.Demi readers...*Lebay*

-Claire:Ngapain sih di sini?Ganggu ajah!*nendang Niki-chan sampai ke ujung dunia dan hipotermia di kutub utara*.)

“Hee?Tanding apa,Jack-kun?”Tanya Claire heran.

“Kau belum tau,Claire-san?Sekolah kita akan mengadakan lomba tanding kemampuan klub antar sekolah dengan Harvest High School sepuluh hari lagi.Karna di sana ada klub Sastra,kita juga ikut lho.”Jawab Jack.

“Weeh!?Lalu apa yang akan kita lakukan!?”Panik Claire.

“Tenang dulu,Claire-san...Makanya Popuri-san pergi ke klub Kutu buku.Dia sedang cari info soal novel sastra keluaran terbaru untuk kemudian kita buat resensinya.”

“Eh?So,sokka?Yokatta...”gumam Claire lega.

“Teman-teman!”Seru seseorang dari belakang.

Ketiga kantong nyawa(?) itu berbalik untuk melihat sang penyeru.Ternyata itu Popuri.Ia berlari sambil tersenyum lebar.Rambut pink-nya yang mencolok membuatnya menarik perhatian siapapun yang melihat.

“Kabar baik!Ternyata memang akan ada novel sastra baru yang akan dirilis besok!Dan tiga hari lagi,pasti sudah ada di toko buku di kota ini!”Kata Popuri dengan wajah berseri.

Wah,ii desune.Terima kasih infonya ya,Popuri-san.”Sahut Jack dengan senyum manis yang membuat author semaput dan minta ditimpuk.

Mereka berempat-pun melanjutkan perjalanan dan pulang ke rumah masing-masing dengan damai tanpa mengetahui hal sial apa yang sedang menunggu mereka.

*It’s beginning

Di ruang data,atau tepatnya ruangan klub Sastra,keempat anggotanya berkumpul sepulang sekolah seperti biasa.

Tunggu dulu.Empat orang?Bukankah seharusnya ada 5 ya?Kalau begitu,mari kita absen.

Hmm...Ada cowok dengan raut muka males idup yang lagi duduk di kursi sambil menopang dagunya,cewek dengan tampang blo’on n’ polos lagi muter-muterin badan nggak jelas,cewek pendek yang lagi nangis-nangis lebay dan berargumen dengan sebuah boneka,dan terakhir cowok manis yang lagi baca komik dengan senyum di wajahnya.

Wait a minute!Nggak ada lagu ‘Bang Toyib’ yang berkumandang?Nah,berarti Ann-lah yang tidak berada di ruangan itu.Oke!Bek tu stori!

“Unatsuki-san,bisakah kau berhenti berputar-putar seperti itu?”Pinta Gray pada Claire karna dia udah empet ngeliatnya.

“Oh!Su,sumimasen,Gray-kun!Apa kau terganggu?Aku hanya senang,karna akhirnya kita bisa mendapatkan novel ini!”Ujar Claire bersemangat.

“Terserahlah.Aku penat melihatmu.Kalau sudah dapat,bukankah lebih baik segera kau baca?Lombanya kan minggu depan.”Kata Gray.

Setelah bergumam “Oh,iya,ya.”,Claire-pun menuruti perkataan Gray dan duduk di kursi yang bersebrangan denganya.Ia mulai membaca novel setebal 300 halaman itu dalam diam.Sebuah helaan nafas lega meluncur dari mulut Gray.Setidaknya ruangan itu lebih tenang sekarang.

“Dasar playboy cap kucing garong!Kau jahat!Popu benci sama Ken!”Teriak seseorang yang berada di ruangan itu juga.

(-NY:Perasaan Popuri-chan tereak mulu deh =_=a

-Popuri:Yang nulis kan situ!)

“Hahh~”Tokoh utama kita menghela nafas berat.Masih ada satu lagi sumber polusi pendengaran di sana.

Ingin rasanya Gray merebut dan melempar keluar jendela boneka Ken terkutuk itu.Tapi tidak,tidak...Ia tidak segila itu untuk melakukan hal yang segitu berbahayanya.

Popuri pasti akan mengamuk dan menghancurkan ruang data itu dalam sekejap jika hal itu ia lakukan.Tidak...Gray masih sayang dengan nyawanya.

Greeek.

Pintu ruangan terbuka,dan menampakkan sesosok cewek berperawakan tinggi di baliknya.

Gomen ne,semuanya.Aku terlambat.”Ujar cewek itu.

Irassaimase,Ann-chan!Tidak apa-apa kok.Kami mengerti,kau pasti sibuk mengurusi lomba untuk minggu depan kan?”Kata Claire mengerti.Tumben ngerti, dia kan bego*ditampar.

Haagh...Sebenarnya bukan itu saja,Claire-chan.”Keluh Ann sambil mengambil tempat duduk di samping Claire,berhadapan dengan Jack.

“Salah satu kompor di klub memasak hilang.”Lanjutnya.

“Apa?Bagaimana bisa!?Padahal kompor itu kan hal terpenting bagi klub memasak.Siapa pelakunya Ann-chan!?”Tanya Claire.

“Maka dari itu aku lesu,Claire-chan.Karena aku salah satu pengurus OSIS bidang klub dan kesiswaan,aku yang ditugaskan untuk menemukan pelakunya. Pengurus  yang lain sudah sangat sibuk dengan hal lainya.Entah bagaimana ini...”Jawab Ann lesu.

“Hee?Ternyata Ann-chan sudah di sini ya?”Tanya Popuri sambil menarik kursi dan duduk di sebelah Jack.

“Huh!Makanya,jangan sibuk pacaran mulu sama Ken!”Gerutu Ann.

“Ehehe.Gomen...”Popuri tertawa kecut.

“Oh iya,pelakunya juga meninggalkan ini lho.”Kata Ann sambil menyodorkan sebuah kartu.Mereka semuapun membacanya bersama.Kartu berukuran 10 X 15 cm itu yang bertuliskan:

‘A.B.C,mari kita bermain kata.

Cinta,

Masalah yang banyak melanda kaum muda masa kini.

Akupun tak dapat melawanya

Tapi aku akan berusaha

Kau sudah mencuri hatiku

Aku ingin mendapatkanya lagi

Tapi pada akhirnya aku tak berdaya

Ini memuakan

Yang dapat kulakukan sekarang adalah

Berdoa dan mengirim pesan pada tuhan

Aku mencintaimu....

Jangan khawatir,semua yang telah kucuri akan kukembalikan jika ini semua berakhir.Pada akhirnya,hanya satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri.

2,

Massamaro’


“Waah...Menarik juga ya?”Komen Popuri setelah membaca kartu itu dan diangguki oleh Claire,Ann,dan Jack.

“Iya,tak kusangka hal seperti ini juga ada di dunia nyata.”Sahut Jack.

“Perbuatan orang iseng yang kurang kerjaan.”Komen Gray malas.

“Iya sih,tapi...Watashi,kininarimasu!”Seru Claire dengan rasa penasaran yang memenuhi dadanya.

-Skip-

Kembali di ruang data,di jam yang sama,tapi hari yang berbeda.Kelima anggota klub Sastra sedang berkumpul seperti biasanya.Kali ini atmosfir udara di ruangan sempit itu terasa berbeda.Ada aura kemerahan yang memenuhi ruangan itu.

Entah karena ada demo masak yang sedang diselenggarakan di sana,atau hawa panas itu berasal dari Ann yang sekarang sedang mencengkram ujung meja dan hampir mematahkanya.

BRAAAK!

Ann menggebrak meja itu dengan keras dan sukses membuat keempat temanya merinding.Wajahnya memerah.Bukan karena dia pake blush on,apa lagi pake masker cabe.Tapi wajahnya merah karena menahan amarah.

“Aku muak!Siapa sih orang ini!?Berani-beraninya dia membuatku kerepotan!” Geramnya.

“Sa,sabarlah Ann-chan.Semua pasti ada jalan keluarnya.”Kata Popuri pelan mencoba menenangkanya.

“Tapi ini sudah keterlaluan!Sudah 3 kali ia mencuri dan membuatku makin repot!Kalau tertangkap...Akan kurujak dia!”Serunya geram.

Sementara Ann sedang ngamuk-ngamuk dan Popuri berusaha menenangkanya, tiga orang yang lain sedang duduk dengan tenang di kursi masing-masing.

“Oh iya,Claire-san.Apa novel baru itu sudah selesai kau baca?”Tanya Jack memecahkan gelas tetangga-eh,memecah keheningan di antara mereka bertiga, maksudnya.

“Sudah,Jack-kun.Ceritanya menarik lho!Sekarang,aku tinggal membuat rancangan resensinya!”Jawab Claire riang.

Yosh!Sekarang giliranku.Boleh kupinjam?”Pinta Jack.

“Tentu!”Balasnya sambil beranjak dari duduknya dan menuju laci di ruangan klub mereka.

Claire membuka salah satu laci di lemari ruang klub itu dan mulai mencari. Sedetik kemudian,gerakan pelan dari Claire berubah menjadi gerakan pengobrak-abrikkan laci.

“Eh?”Heran Claire.

“Hm?Ada apa Claire-san?”Tanya Jack.

“Bukunya hilang!”Serunya.

“APA!?”Teriak seluruh anggota klub Sastra di sana.

*The case has open

Lima kepala saling berdempetan memperhatikan sebuah kartu di atas meja.Kartu serupa yang ditemukan di ketiga kasus pencurian klub sebelumnya.Kartu itu dibuat dengan kertas tebal,dan tulisan di atasnya di-print warna.Kertas itu memiliki gambar bingkai bunga mawar kecil bersambung mengitari tulisanya.

Tidak ada yang buka suara selama beberapa detik.Mereka masih serius memperhatikkan kartu misterius itu.Kecuali Gray yang menatapnya dengan tampang ngantuk tentunya.

“Bahkan kita juga kena.Apa sih tujuanya!?”Heran Ann.

“Entahlah,tapi ini bisa gawat.Lombanya kan tinggal 4 hari lagi,dan kita bahkan belum membuat resensinya.”Kata Popuri.

“Bagaimana ini?Apa ada yang pernah ikut kursus detektif sebelumnya?”Tanya Claire gak masuk akal.

“Hei,Gray-kun,bukankah waktu SMP kau it-uph!”Perkataan Jack terpotong karena Gray menyumpali mulutnya dengan kulit duren(?).

Setelah melakukan perbuatan keji itu,Gray kembali duduk dengan tenang dan tidur berbantalkan kedua lenganya di atas meja.Tak mempedulikan sohibnya yang kesakitan karena punggungnya ditampol sama Popuri -dengan papan- berkali-kali untuk mengeluarkan kulit duren itu.

“Hm?Memangnya waktu SMP Gray-kun kenapa,Jack-kun?”Tanya Claire.

Pueh!Uhuk,uhuk!Ehem.Jadi gini,waktu SMP kemarin,aku sempat sekelas dengan Gray-kun selama dua tahun.Dan kalian tau?Gray-kun sudah beberapa kali memecahkan kasus yang terjadi di sekolah kami!”Jawab Jack semangat.

“Wah...Kalau begitu Gray-kun bisa memecahkan kasus ini juga dong!”Pekik Claire.

“Aku menolak.”Sahut Gray singkat.

“Hee!?Kenapa Gray-kun?Ini kan demi kepentingan Klub juga...”Rengek Claire.

“Iya.Sekali-kali kau juga harus berguna untuk orang lain,Gray!”Tegas Ann.

Pleaseee...”Mohon Jack,Claire,Popuri,dan Ann dengan Puppy eyes.

Mendokusai.”Komen Gray singkat.(-NY:Lho,kok jadi kayak Shikamaru?-Gray:Lupa, kalo situ fans-nya?-NY:Ehehe.Tapi cintaku Cuma untuk Sasori-kun kok...*sambil garuk pipi –Sasori:Hachoii!)

“Atau...”

Tiba-tiba terasa hawa berat di sekeliling Ann.Bahkan lebih berat dari kemarahan-nya barusan.Lalat yang terbang di sekitarpun bermanuver dan balik arah karena hawa berat itu.

Krak!

Ann meremas boneka Ken milik Popuri dengan satu tangan sampai putus jadi dua bagian.Popuri yang menyaksikan koi-nya termutilasipun pingsan seketika.Claire yang panik,langsung menyiramkan air galon ke muka Popuri.Yang bukanya bikin sadar,tapi Popuri-nya sekarang malah megap-megap gajhe.

“Ba-baiklah!”Jawab Gray tergagap.Perlukah author ulangi,jika Gray ini masih sayang dengan nyawanya?

“Hem,hem,hem.Baiklah,silahkan periksa kartu ini...”Ujar Ann lembut sambil menyodorkan kartu yang ditinggalkan si pencuri.

‘Perubahan mood yang sangat cepat’.Gray menghela nafas berat.Terpaksa ia harus berpikir.Hal yang merepotkan baginya.Tapi,tidak ada salahnya kan,sekali-kali ia menggunakan otaknya?

Gray membaca kartu itu dengan seksama sambil mengelus-elus ujung topi biru bertuliskan ‘UMA’ yang tak pernah lepas dari kepalanya.Beberapa saat ia terdiam,sampai akhirnya buka suara.

“Aku tidak bisa melakukanya sendiri.Maukah kalian membantuku?”Tanya Gray.

“Tentu saja!”Jawab keempat temanya hampir bersamaan.

“Baiklah.Pertama,menurut kalian apa yang harus kita cari tau?”

“Emh...Pelakunya?”Tebak Ann.

“Di sini tertulis Massamaro,apa dia pelakunya?”Sahut Claire.

“Tidak.Ia tidak akan menggunakan trik sesederhana itu.Pertama-tama yang harus kita cari tau adalah motif,atau tujuan si pelaku melakukan pencurian berantai ini.Dalam dua hari,si pelaku sudah mencuri 4 barang dari 4 klub yang berbeda.Tentu hal itu ada tujuanya.

Yang kedua,kita cari bagaimana cara ia menyukseskan motifnya itu.Dan dengan menyambungkan petunjuk-petunjuk yang ada,maka kita akan menemukan pelaku dan maksud dari tindakanya ini.”Jelas Gray.

“Baiklah,lalu yang pertama,apa motif dari pencurian ini,Gray-kun?Tanya Popuri yang sudah bangun dari pingsanya.

Gray menarik spidol dan mulai mencorat-coret.

“Coba lihat ini lagi.”Kata Gray sambil menyodorkan kartu yang sudah ia corat-coret tadi.

‘A.B.C,mari kita bermain kata.

 Cinta,

Masalah yang banyak melanda kaum muda masa kini.

Akupun tak dapat melawanya

Tapi aku akan berusaha

Kau sudah mencuri hatiku

Aku ingin mendapatkanya lagi

Tapi pada akhirnya aku tak berdaya

Ini memuakan

Yang dapat kulakukan sekarang adalah

Berdoa dan mengirim pesan pada tuhan

Aku mencintaimu....

Jangan khawatir,semua yang telah kucuri akan kukembalikan jika ini semua berakhir.Pada akhirnya,hanya satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri.

2,
 Massamaro’

“Jika hanya membaca yang telah kau garis bawahi,berarti:‘Akupun akan mencuri lagi,pada akhirnya ini adalah pesan’.Gray-kun,kore wa...”Tanya Jack.

Hai.Itulah motifnya.Di sini tertulis,bahwa ia akan mengembalikan barang curianya jika ini semua berakhir.Jadi,motifnya murni untuk menyampaikan sebuah pesan dari si pelaku pada seseorang.”

Keempat temanya mengangguk tanda mengerti.

“Jadi,‘menyampaikan pesan’ ya?Lalu pesan apa itu,Gray-kun?”Tanya Popuri.

“Soal itu,mungkin hanya disadari oleh si ‘penerima pesan’.”Jawab Gray.

Soo desune...Lalu,yang kedua?”Tanya Claire minta dilanjutkan.

“Yang kedua,cara ia menyukseskan motifnya.Yang dalam kasus ini, ‘penyampaian pesan’.”Ujar Gray penuh misteri.

“Hmm...Bagaimana Massamaro menyukseskan motifnya?”Gumam Jack.

“Hei,Jack.Kenapa kau menyebutnya seperti nama orang?Amamaki-san,apa kau punya jadwal lomba yang akan diadakan 4 hari lagi?”Tanya Gray pada Ann.

 Hai,mochiron.”Jawab Ann sambil menyerahkan jadwal yang diminta Gray.

Gray memperhatikan jadwal lomba itu sesaat,lalu melirik kartu yang ada di atas meja.Senyum kecil,atau lebih terlihat seperti sebuah seringaian bagi author, terlukis di bibir sekseh Gray.

“Tepat.”Gumam Gray.

Jack,Claire,Popuri,dan Ann saling berpandangan dengan tanda tanya besar di kepala mereka.Mereka terdiam,sampai Jack angkat bicara.

“Apanya yang tepat Gray-kun?”Tanya Jack.

“Cara si pelaku menyukseskan motifnya adalah dengan teknik...ABC Murder.”Jawabnya pelan.

“Mu,murder!?A,apakah akan ada yang terbunuh,Gray-kun!?”Seru Claire panik.

“Bukan,Unatsuki-san...Dalam kasus ini,adalah pencurian barang dan bukanya pembunuhan.”Jawab Gray sweatdropped.

 Soo,desuka?Yokatta...”Gumam Claire lega.

“Nah,coba lihat waktu lomba 9 klub terakhir di jadwal ini.”Kata Gray sambil menyodorkan kartu jadwal tadi pada Ann.

Ann menerima jadwal itu dan membacanya.

“Mulai dari ke-9 yang terakhir:Klub Memasak,Alam,Seni lukis,Sastra,Atletik, Musik,Astronomi,Renang,dan yang terakhir Orientasi OSIS.Memanganya kenapa dengan klub-klub ini Gray?”Tanya Ann.

Sebuah seringaian kembali muncul di bibir Gray.“Coba ambil inisial dari nama masing-masing kesembilan klub itu.”Katanya.

 “M,A,S,S,A,M,A,R,O.Ma-Massamaro!?”Pekik Ann tak percaya.

“Jadi,Massamaro itu bukanlah nama si pelaku,melainkan klub-klub incaranya?” Gray mengangguk menanggapi pertanyaan Popuri.

“Hn.Itulah mengapa aku menyebutnya ABC Murder.Si pelaku melakukan aksinya secara berurutan.Baik itu dari alfabeth,zodiac,maupun tanggal lahir korban. Amamaki-san,coba katakan klub mana,dan barang apa saja yang sudah hilang?”Tanya Gray.

Hai.Pertama,salah satu kompor dari klub Memasak,sebuah tenda dari klub Alam,kanvas dari klub Seni lukis,dan novel dari klub Sastra kita.”Tutur Ann.

“Tapi,Kenapa si pelaku mencuri barang-barang itu?Apa ada kriteria khususnya,Gray-kun?”Tanya Popuri.

“Seperti yang Unatsuki-san bilang dua hari lalu,bahwa kompor adalah barang terpenting bagi klub memasak.Begitu pula tenda,kanvas,dan novel kita.Dengan kata lain si pelaku mengincar barang paling penting di klub,dan itu juga merupakan petunjuk.”

“Oh,begitu ya.Terus,apa Gray-kun sudah tau,siapa pelaku dan apa maksud dari tindakanya?”Tanya Claire.

“Belum.Yang bisa kita lakukan sekarang hanya menebak barang apa yang akan dicuri.Karena tidak ada petunjuk lain...Kasus ditutup.”Ujar Gray sambil memukulkan palu ke meja yang entah dia dapet dari mana.

-End....-

(-NY:WAAAAIIT!Harusnya kan nggak gini!Siapa sih ni yang udah ngubah naskahnya!?*mencak-mencak gajhe.

-All:*nunjuk ke arah Gray yang lagi tidur pules di atas meja.

-NY:Gray-kun~~*ngasih deathglare terbaik.

-Gray:*bangun* Huwaaa!Asjatim!Mimpi dikejar-kejar nenek lampir gue!

-NY:WOOOY!ngapain lo maen ngubah-ngubah naskah gueee?!

-Gray:Huh,aku malas berpikir terlalu keras.Mendokusai!

-NY:Stop niru gaya Shika cayangku dan cepet syuting lagi!Kalo nggak,gue pecaaat!*menggelegar.

-Gray:Hai!Siap bos!*hormat bendera ke pohon ketela(?).

-NY:Oke,back to stori yaaah!)

*Finally

Dua hari setelah penuturan Gray,kasus pencurian barang kembali terjadi.Dan urutan klub yang kecurian memang sesuai penuturan Gray kemarin.Hal itu juga yang membuat Ann uring-uringan setiap saat,karena ia ingat tanggung jawabnya.

Banyak juga detektif gadungan a.k.a para siswa sendiri yang mencoba memecahkan misteri kasus itu.Tapi tak satupun yang bahkan bisa menebak siapa dalang di balik pencurian berkolor ini(-NY:bosen kalo berantai mulu XD).

Sebagian dari mereka juga sudah menyerah untuk meneruskanya.Toh,dalam surat yang ditinggalkan,si pelaku mengatakan bahwa barang curianya akan dikembalikan lagi kan?

Tapi Jack,Ann,Claire,dan Popuri tidak menyerah.Mereka masih saja menyelidiki dan menerka-nerka,siapa yang mungkin bisa menjadi pelakunya.Tapi entah kenapa,Gray seakan tak mau terlibat kasus ini lebih jauh lagi.Terpaksalah keempat temanya itu berusaha memecahkanya sendirian(-Popuri:Lho,katanya berempat,kok sendirian ya?-NY:Udah deh!)

“Kau ini payah,Gray!Harusnya kau ikut membantu kami!”Tuntut Ann.

“Aku tidak suka berpikir terlalu keras.”Jawab Gray santai.

“Tapi teori Gray-kun yang kemarin hebat lho!”Puji Claire.

“Iya,tak kusangka kau bisa menyadarinya,Gray-kun.”Dukung Popuri.

Gray hanya ber-“hn” ria mendengar pujian mereka.

Yosh!Kalau begitu,mari kita lanjutkan penyelidikanya!”Seru Jack dengan semangat 45’ sambil mengeluarkan buku catatan kecilnya.

“Pertama-tama,kita cek ulang barang apa saja yang hilang dari klub incaran pelaku.”Lanjut Jack.

Semua(-Gray) berkumpul dengan semangat masa muda yang membara ala Guy dan Lee yang selalu pake pakaian ketat(-Readers:Gak penting!).Jack membacakan catatanya.

“Kita ulang dari klub yang pertama kali kecurian.Pertama,klub Memasak: kompor,klub Alam:tenda,klub Seni lukis:kanvas,klub Sastra:novel,klub Atletik: sepatu  lari,klub Musik:stik dirijen,klub Astronomi:teleskop,klub Renang:papan loncatan(?).”Tutur Jack.

“Tunggu dulu!Papan loncatan!?Gimana si pencuri mengambilnya?”Potong Popuri.

“Eh,iya,ya?Tau’ nih.Author!Gimana sih!?”Protes Jack pada author.

(-NY:Heh!Gak usah bentak-bentak juga udah kedengeran kali!Emang gue budeg apa!?

-Jack:Lagian gimana caranya coba,nyuri papan loncatan buat renang!?

-NY:Yah~Itu mah pinter-pinternya si pencuri,lah.Dah sono!Hush,hush!Bek tu stori!)

“Jadi...Tinggal sisa OSIS kan?Apa yang terpenting di OSIS?”Tanya Popuri.

Semua terdiam sejenak,sampai akhirnya Ann buka puasa-eh,buka suara maksudnya!

“Kaori-senpai...”Gumamnya cukup keras.

“Chelsea Kaori-senpai dari kelas XI-2,ketua OSIS kita?”Tanya Jack dan diangguki oleh Ann.

“Oh tidak!Apa yang akan dilakukanya pada ketua OSIS!?”Pekik Claire panik.

“Entahlah,tapi yang pasti...Dia akan melakukanya hari ini.Ayo semua!Kita temui Chelsea-senpai!”Seru Jack semangat.

“YOOOSH!”Seru mereka lantang sambil mengacungkan tinju ke udara.

“Gray-kun,kau tidak ikut?”Tanya Jack melihat Gray masih tiduran dengan santainya.

“Tidak,kalian saja.Beri tau saja hasilnya padaku nanti.”Jawab Gray malas.

Mendengar jawaban Gray,Jack,Ann,Claire dan Popuri-pun bergegas pergi ke ruang OSIS.Saat tiba di sana,ternyata si ketua OSIS tidak ada.Salah satu pengurus OSIS di sana mengatakan bahwa ketua mereka sedang keluar.

Tanpa ba-bi-bu lagi,mereka berempat kembali mencari si ketua OSIS yang nyawanya sedang terancam-menurut mereka-.Hampir setengah sekolah mereka jelajahi,sampai akhirnya mereka tiba di belakang gudang olahraga dan mendapati sosok sang ketua OSIS cewek di situ.

Mereka menghela nafas lega karena beliau-ciyeelah bahasanya- baik-baik saja.Ia sedang berdiri dan berhadap-hadapan dengan seseorang.Mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu.

Dengan lancangnya,keempat monyet*digeplak itu mengintip dari balik tembok.Kepala mereka terlihat bertumpukkan,dengan posisi kepala Jack paling atas,Ann di bawahnya,lalu Claire,dan karena yang paling pendek(-NY:Idih,kacian deh,Popuri-chan~-Popuri:*memanjangkan meteran setinggi tubuh author,dan angka yang tertera di sana adalah:152 cm.Tinggi yang ngenes bagi cewek kelas 2 SMK),Popuri berada di posisi paling bawah.Mereka menajamkan indra pendengaran masing-masing.

“Hei,bukankah itu...”Bisik Claire.

“Jadi benar ini semua perbuatanmu,Mark Takioka.Atau lebih enak kupanggil... wakilku?”Kata Chelsea si ketua OSIS pada wakilnya.

“Hehe.Kau selalu jenius seperti biasanya,Chelsea-san.”Jawab Mark sambil tertawa pelan.

“Dasar.Karenamu aku mendapat banyak laporan pencurian dan jadi banyak kerjaan.Kau membuatku repot,baka!”Ujar Chelsea sambil mengerutkan dahinya.

“Ahaha.Gomen ne,ketua OSIS...Jadi,bagaimana jawabanmu?”Tanya Mark.

Kerutan di dahi Chelsea lenyap,dan digantikan dengan senyum manis yang memperindah wajah cantiknya.
“Kau berhasil.Kau sudah mencuri hatiku sejak dulu dasar pencuri.Aku juga mencintaimu...”Jawabnya pelan.
“UAPAAAAAAH!?”Teriak keempat makhluk gajhe lantang.
Sontak pasangan OSIS yang mendengarnya menoleh ke sumber suara.Di sana,sudah ada empat orang dengan ekspresi wajah yang sulit dideskripsikan oleh author unyu kita.
“Jadi ‘si pencuri’ itu wakil ketua OSIS!?”Pekik Jack.
“Dan ini semua demi menyatakan cinta pada ketua OSIS!?”Tanya Popuri.
“Memangnya tidak ada cara lain,Mark-senpai!?” Seru Ann.
“Bagaimana cara senpai mencuri papan loncatan itu!?”
Gubraak!
Author dibuat sweatdropped dengan pertanyaan terakhir yang dilontarkan oleh Claire.
“Banyak sekali yang ingin kami tanyakaaan!”Seru mereka bersamaan.
Mark hanya cengo diberondongi banyak pertanyaan dari mereka.Akhirnya Chelsea-lah yang menyela pertanyaan-pertanyaan itu.
“Maaf semuanya.Tanya-jawabnya lain kali saja ya.Soalnya ada orang yang harus mengembalikan barang-barang curianya.”Katanya sambil tersenyum manis.
Tweet~
Tangan kanan Chelsea menjewer telinga Mark dan menariknya pergi.
“Auuw!I,ittai!Ittai...Chelsea-chan.”Pakik Mark kesakitan.
Gomen sudah membuat kalian penasaran.Oh iya,kerjamu bagus,Ann-san!Jaa ne!”Seru Chelsea tanpa mempedulikan kekasih barunya yang kesakitan.
Dwooong~
Ann,Popuri,Claire dan Jack bengong di tempat.Setelah sesaat mereka berdiri dengan posisi tetap,lalu mereka kembali ke ruangan mereka dengan 5L:Letih,Lemah,Lesu,Lunglai,Laper(?)(-NY:Aku yang lapeer~)
“Kenapa kalian semua lesu gitu?Gak kebagian sembako ya?”Tanya Gray cuek.
“Jangan-jangan...Kau sudah tau semuanya dari awal ya,Gray-kun?”Tanya Jack.
“Tentu saja.”Jawabnya singkat.
 “Bagaimana kau bisa tau?” Tanya Popuri.
“Mudah saja.Semua petunjuk ada di surat itu.”
Nan de?Kau hanya bilang jika ‘pada akhirnya ini adalah pesan', kan?”Heran Ann.
“Hn.Sebenarnya ada hal yang tidak kuberitau pada kalian.”Kata Gray sambil meletakkan kartu pesan di atas meja.Tampak ia sudah menambah beberapa garis lagi di tulisan kartu itu.
‘A.B.C,mari kita bermain kata.
Cinta,
Masalah yang banyak melanda kaum muda masa kini.
Akupun tak dapat melawanya
Tapi aku akan berusaha
Kau sudah mencuri hatiku
Aku ingin mendapatkanya lagi
Tapi pada akhirnya aku tak berdaya
Ini memuakan
Yang dapat kulakukan sekarang adalah
Berdoa dan mengirim pesan pada tuhan
Aku mencintaimu....
Jangan khawatir,semua yang telah kucuri akan kukembalikan jika ini semua berakhir.Pada akhirnya,hanya satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri.
2,
Massamaro’
Kore wa...”Gumam Jack.
“Pesan yang sesungguhnya adalah “Aku mencintaimu”.Dan target penerima pesan adalah ‘hal yang terpenting di OSIS’,yaitu Chelsea Kaori,sang ketua OSIS sekolah kita.
Hanya satu hal yang akan kusimpan untukku sendiri’.Dengan melihat pesan ‘aku mencintaimu’,sudah pasti yang dimaksudkan si pelaku adalah ia akan mencuri ‘hati’ sang ketua OSIS,dan tidak akan mengembalikanya.
Sedangkan yang menunjukkan identitas si pelaku,adalah angka ‘2’ di akhir pesan,yang memiliki arti “si nomor dua”,yang berarti sang wakil ketua OSIS sendiri,Mark Takiota-senpai.”Jelas Gray panjang.
Tiba-tiba hawa negatif segera memenuhi ruanganan itu.Gray mendapat deathglare dari keempat temanya.
“Kenapa kau tak memberi tau kamiii!?”Pekik mereka pake toa.
“He,hei!Tenang dulu!A,aku punya alasan!”Kata Gray tergagap.
“Jelaskan!”Teriak mereka pake toa(lagi).
“Be,begini.Pertama,aku tidak suka mencampuri urusan orang lain,terutama masalah perasaan.Yang kedua....Kalian pikir apa yang akan kalian lakukan jika kuberi tau yang sebenarnya hah!?Kalian ini kan orang-orang KEPO.Pasti tanpa pikir panjang kalian akan mewawancarai Chelsea-senpai ataupun Mark-senpai dan merusak rencana yang seharusnya romantis ini.Tadi saja kalian pasti sudah merusak suasana di antara mereka berdua kan!?”
Keempat orang itupun bungkam.Lalu,perlahan-lahan muncul senyuman di wajah mereka.
“Benar juga.Kau memang jenius sejati,Gray-kun!”Seru Jack.
“Tak kusangka kau ini peka juga ya.”Komen Ann.
“Iya.Ternyata Gray-kun juga punya sisi romantis ya.”Dukung Popuri.
“Benar-benar orang baik!”Pekik Claire.
Pujian demi pujian mengalir untuk Gray.Ia tidak tau harus menganggapnya gimana lagi.Ia tak pernah dipuji sebanyak itu sebelumnya.
Sampai tiba-tiba pintu ruang data tersebut terbuka dengan kasar,dan menampakkan sesosok cowok keren kelas XI dengan tampang ngosh-ngoshan. Cowok berambut coklat terikat itu kita ketahui bernama Cliff Clifford.
“Klub Sastra!Apa kalian melihat orang yang mencurigakan di sekitar sini!?”Tanya Cliff.
“Memangnya kenapa Cliff senpai?”Tanya Ann angkat bicara.
“Semua pedang di klub Anggar menghilang!”Pekik  Cliff panik.
Ann,Jack,Popuri,dan Claire langsung menoleh cepat ke arah Gray yang sedang duduk dengan menopang dagunya.
“Gray Smith!Ayo kita pecahkan kasus ini!”Seru mereka serempak dengan tersenyum lebar.
NUOOOOO!
Dan itulah teriakan kemalangan yang meluncur dari mulut Gray.
-End(kali ini beneran)-
HIYAAAAAH!Akhirnya jadi juga!Pertama kali bikin cerita detektif nih.Sori ajah kalo ceritanya gajhe n’ mudah ditebak.Sebenernya fic ini terinspirasi dari Anime ‘Hyouka’,yang scene waktu Festival sekolah,tapi banyak aku rubah.Sori ajah kalo ada yang tersinggung karena fic ini....*bungkuk hormat.Jaa matta nee~!Review please!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar