Allohaaa!Ini
fanfic kedua aku!Masih tentang Harvest Moon:More Friend Of Mineral Town.Dan ini
skuel dari fanficku sebelumnya,yaitu “I’ll waiting for you”. Mohon ampunanya
kalo gajhe...-sujud sembah-
Author:Nikita
Yuana(NY)
About:Harvest
Moon:More Friend Of Mineral Town
Genre:Romance,hurt/comfort,drama
Pairing:JackXClaire
Warning:OOC
banget,gajhe iya,mainstream,bahasa berantakan.Don’t
like,just don’t read okey.......
Summery:Setelah
kehilangan kontak dengan Claire selama bertahun-tahun,Jack menjalani kehidupanya
dengan hampa.Tampaknya Ia masih mencintai gadis pirang itu.Dan setelah sekian
lama,akhirnya Claire telah datang kembali ke Mineral Town.Tapi ada yang aneh padanya.Claire
tidak mengenali Jack!Apa yang sebenaranya terjadi pada Claire,dan apa tindakan
Jack?
Disclaimer:Aku
bukan yang punya Harvest Moon....
I’m glad you come
back
Normal POV:
Jack.....
Apa kabarmu?Di sini aku baik bersama Mark.Meskipun selalu
berpindah-pindah,tapi aku senang karena aku mendapat banyak sekali teman.Saat
ini aku dan Mark ada di Sunshine Island.Di sini,kakak sepertinya menemukan
cintanya.Semoga mereka cepet nikah ya.Hihihi.
Em......Jack.......
Maaf sebelumnya,tapi......Sepertinya hubungan kita tidak
akan berhasil. Maafkan aku.Aku menyangimu.Tapi,bagaimanapun.....Aku tetap harus
berjalan.Aku harus melanjutkan hidup ini,tanpa bayang-bayang seseorang yang
sudah lama tidak kutemui.Sudah dua tahun kita menjalani hubungan jarak jauh
ini,dan sekarang aku sudah lulus sekolah senior.Aku tidak bisa melanjutkanya
lagi.Aku harus melukis kehidupanku.Aku akan mengambil studi ke tempat
yang
sangat jauh.
Bukanya hati ini tak sakit,bukanya hati ini tak
hancur,dan bukanya hati ini tak perih.Tapi hanya kepasrahan yang mengiringi.
Berjanjilah Jack,bahwa kau juga akan melukis kehidupanmu di
Mineral Town.Aku tidak ingin dibayangi rasa bersalah karena aku telah meninggalkanmu.Aku
akan bahagia jika kau juga melanjutkan kehidupanmu.
Meskipun singkat,tapi aku tidak akan pernah lupa,akan
kenangan kita.Kau akan selalu menempati ruang khusus di hati,wahai cinta
pertamaku.....
Salam hangat,
Haibara Claire
Pemuda
berambut coklat tanah itu berbaring di rerumputan.Dikelilingi oleh bunga-bunga
indah berwarna kuning dan putih yang sedang bermekaran.Ia memejamkan kedua iris
coklatnya,dan mengenang kembali bunyi surat terakhir dari seseorang yang begitu
dicintainya.Kekasihnya.
Sampai
sekarang,pemuda berumur 23 tahun yang biasa dipanggil Jack itu masih menyimpan
surat itu baik-baik.Menyimpan setiap detik kenangan dengan gadis itu.Kurun
waktu lima tahun tidak mampu menghapus rasa cinta Jack. Meskipun tidak pernah
bertemu lagi,entah kenapa cintanya tidak juga pudar.
Waktu
sudah menunjukan pukul 5.PM,tapi Jack belum juga mengubah posisinya.Jika sudah
berada di tempat favoritnya itu,Jack bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya
untuk mengenang sang gadis.Mengingat setiap lekuk wajahnya.Sambil sesekali
mengelus kepala Bob,sang anjing berbulu
coklat halus yang setia menemaninya.
Di
waktu yang sama,nampak dua orang yang sedang menuruni kapal ferry yang baru
saja berlabuh.Seorang dari mereka adalah pemuda manis berbadan cukup tinggi,yang
memakai topi secara terbalik,dan menggendong tas ransel.Rambut pirang cerah menyembul
dari balik topi birunya.Matanya yang berwarna hijau emerald terang memancarkan
betapa ia bersemangat dalam menjalani hidupnya.
Di
sebelahnya,nampak seorang gadis cantik berkulit putih dan mulus.Ia sedang
menarik tas koper biru tua dan menggendong ransel.Rambutnya juga berwarna
pirang sepanjang punggungnya.Ia biarkan tergerai begitu saja tertiup angin
pantai yang segar.Matanya yang berwarna biru safir terlihat cerah,secerah
langit sore ini.
Kedua
kakak-beradik itu berjalan menyusuri dermaga,dan disambut oleh pria kekar yang
berbadan besar di sana.Sang gadis sempat merinding karena badanya yang sangat
besar itu anmpak garang.Ia-pun bersembunyi di balik punggung sang kakak.
“Mark,Claire?Lama
tak jumpa.”Sapa pria berotot itu ramah.
“Eh,iya
tuan Zack.Apa kabar?”Jawab Mark.
“Baik,baik.Jadi
kalian ya,yang kabarnya akan datang.Jadi,apa kalian akan tinggal di sini lagi?”Tanyannya.
“Ah,tidak,kami
hanya liburan dan tinggal sementara di Inn.Sekalian menyapa teman-teman lama.Soalnya,aku
kan sudah menikah.Hehehe.”Jawab Mark sambil menggaruk tengkuknya yang tidak
gatal.
Gadis
di sampingnya,Claire,hanya terdiam dari tadi sambil memegangi lengan Mark.Ia
heran dengan keakraban mereka berdua.Dan yang disebut Mark dengan tuan Zack
tadi,menyebutkan namanya.Tau dari mana?
Setelah
Mark berbincang dengan Zack,Mereka berdua berjalan menusuri sebuah alun-alun.Di
situ terdapat tulisan “Rose Square”.Alun-alun kota itu lumayan luas.Terdapat
papan pengumuman di sana,tapi mereka berdua melewatinya. Langkah mereka
terhenti di depan bangunan bertingkat yang besar.Terdapat papan nama
bertuliskan “Doug’s Inn”.Mereka langsung memasuki bangunan itu.
“Selamat
dataang.”Sapa seseorang dengan ramah.
Orang
itu memakai overall biru,sama seperti Claire dan Mark.Rambut orange-nya ia jalin
kuat,dan berhiaskan pita putih.
“Eh?Mark?Claire?”Tanya
Orang itu.
“Iya!Lama
tak jumpa Ann!Apa kabar?”Sapa Mark riang.
“Wah...!Baik,baik.Claire,lama
tak jumpa.”Sapa Ann sembari menghampiri Claire.
“Eh?Siapa
ya?”Tanya Claire bingung.
Ann
tersentak dengan sikap Claire.Kenapa
denganya?Mark yang mengetahui arti tatapan Ann langsung mengalihkan
pembicaraan.
“Ann,Ann.Kami
mau nyewa kamar ya.”
“E,eh?I,iya.”Jawab
Ann masih bingung.
Setelah
Claire masuk ke asrama cewek dan
istirahat,Mark turun bersama Gray yang baru saja ia sapa di asrama cowok.Ann,Mark,dan Gray berkumpul di
meja bundar.Sebelum Mark menjelaskan,Ann sudah memberinya berondongan pertanyaan.
“Mark!Claire
kanapa!?Dia Claire kan!?Kenapa dia tidak mengenaliku!?Ada apa denganya!?”Tanya
Ann panik.
“Claire......Dia
mengalami amnesia.”Jawab Mark pelan.
“APA!?GIMANA
BISAA!?”seru Ann dan Gray bersamaan.
“Jadi
gini.Sekitar setahun lalu,aku dan Claire mengalami kecelakaan mobil. Waktu itu
kami berada di Sunshine Island,dan aku sudah menikah selama enam bulan.Istriku namanya
Chelsea,dia itu cantik lho!Baik,pinter masak,pinter jahit, bahkan aku dijahitin
sweater sendiri.Kapan-kapan ku kenalin deh.Pokoknya....”
“TERUS
CLAIRE-NYA GIMANA!!!”Teriak Ann dan Gray bersamaan,karena bicara Mark mulai
melenceng dari pokok permasalahan.
“O
iya.Nah!Singkat cerita,Claire mengalami amnesia,dan ingatanya yang
tersisa,hanya sampai waktu dia kelas satu tingkat junior.Gituu.....”Kata Mark
santai sambil menjejalkan(?) sepotong besar cheese
cake ke mulutnya.
“Ha?Kelas
satu junior?Masih ababil gitu?Berarti...Dia
nggak inget dong,kalo dia pernah ke
sini?”Tanya Ann yang disusul dengan anggukan Mark.
“Waduuh....Terus
baiknya gimana nih?”Tanya Ann lagi.
“Yah....Lebih
baik mulai dari awal lagi.Mulai dari kenalan.Soalnya,kalo langsung
diingatkan,Claire langsung sakit kepala,bahkan pernah sampai pingsan.Aku
membawanya ke sini karena kenangan di sini itu paling berkesan untuk Claire.”Jelas
Mark panjang kali lebar(*Luas dong?)
“Terus,kenapa
ingatanmu baik-baik saja?”Tanya Gray datar.
Mark
menundukkan kepala mendengar pertanyaan Gray.“Itu karena......”Ia menggantung kata-katanya.
“Karena
apa?”Tanya Ann.
“Ka,karena..........”
“Karena?”Tanya
Gray penasaran.
“Karena
aku kelewat ganteng.”Jawab Mark sambil nyengir gajhe.
Duak!-Gray
memukulkan palu raksasanya ke kepala Mark.
“GUE
NANYA SERIUS!”Bentaknya.
“Aduuh~Iya,iya.Ya.....Mana
aku tau.”Kata Mark manyun sambil mengusap-usap kepalanya yang benjol.
Ann’s POV:
“Kalo
gitu,aku ke atas ya!”Seruku pada kakak dan Mark.
Aku
segera naik ke lantai atas,dan mengetuk pintu asrama cewek untuk menemui Claire.
Tok,tok,tok.
“Ya?”Claire
membuka pintu.
“Haai!Namaku
Ann,anak pemilik Inn ini,salam kenal.”Sapaku sambil membungkukan badan.
“Oh,aku
Claire!Salam kenal juga!”Jawab Claire riang.
Kami
mengobrol di asrama cewek cukup lama.Claire
bilang dia sadar,bahwa ia telah kehilangan ingatanya.Mark yang memberi taunya.Katanya,ia
sempat kaget saat bercermin,dan mendapati sosoknya yang sudah dewasa.
Selama
ini Claire tinggal bersama Mark dan
istrinya.Sifat Claire sedikit berubah dari Claire yang kukenal dulu.Jauh lebih suangaaat
kekanak-kanakan. Bahkan melebihi Popuri.Mungkin karena amnesianya,yang jika
dihitung sejak setahun yang lalu,sekarang dalam ingatan Claire,ia masih berumur
14 tahun.Ia sangat aktif dan ceria.Kelewat ceria malah.
“Ya
sudah,kau istirahat saja dulu ya!”Kataku riang.
Claire POV:
-the next day-
Aku
membuka mataku perlahan.Sepertinya sudah pagi.Kutatap jam kecil di atas meja
samping tempat tidurku.Jam 6.Huh.Masih pagi.Aku ingin tidur lagi,tapi mataku
sudah tidak ngantuk.Kuputuskan untuk bangun dan mandi.Selesai mandi,aku kembali
ke kamar dan ngupdate status(?) dari
HP-ku.
[Claire
4n@k IMu3tz-Masih ngantuk-Nggak bisa
tidur lagi.Hoaaamh~] (NY:Wuih,Clairenya alay!)
Setalah
ngupdate status,ngoment,inbox-an,dan ngupload beberapa gambar,aku mulai bosan.Kutengok
jam sekali lagi.Sudah jam 8.Lebih baik sekarang aku menyapa Ann-chi dan yang
lain.Aku turun ke bawah.Saat kulihat Ann-chi sedang menyapu lantai,tanpa pikir
panjang,aku langsung berlari dan memeluknya.
“Ann-chi!Ohayou!”Seruku sambil masih memeluk lenganya.
“O,ohayou Claire.Baru bangun?”Tanyanya
ramah.
“Nggak.Aku udah bangun dari tadi.Tapi update status dulu dwooong~.”
“Ahaha.Kamu
lucu deh.Ya udah,sarapan dulu yuk.”Ajaknya.
“Okee!”
Aku
dan Ann-chi sarapan dengan omelet rice dan
grape juice.Waktu sarapanku hampir
habis,kakak turun dari lantai atas sambil menguap lebar.
“Onii-san!Kayak Kuda nil aja!Sarapan yuk!”Seruku
sambil melambaikan tangan kananku.
Kakak
akhirnya ikut nimbrung.Ada seorang cowok
di belakangnya.Itu bukan Gray-san.Lalu siapa?Rambutnya coklat sebahu,ia kuncir
rendah.Baju,sepatu,bahkan irisnya berwarna coklat.Aku memperhatikanya yang
sedang berjalan sambil sedikit menunduk(NY:Ngitung ubin bang?).Saat pandangan
kami bertemu,ia terlihat kaget,kemudian langsung menundukkan kepalanya lebih
dalam lagi.Sepertinya dia malu.Aku langsung berdiri dan memperkenalkan diriku
tanpa menghiraukan sikapnya.
“Ohayou!Namaku Haibara Claire!”Seruku
riang.
“O...O,ohayou.Na,namaku...Cliff.Senang..berkenalan
denganmu.”Katanya sopan dan liriiiih sekali.
“Cliff-kun
ya?Sarapan bareng yuk!”Kataku sembari menarik tanganya. Wajahnya seketika
memerah.
Kami
berempat sarapan dengan tenang,sesekali mereka tertawa mendengar leluconku.Selesai
sarapan,aku membantu Ann-chi untuk membereskan meja dan menyapu lantai Inn.Suasana
begitu tenang,sampai rentetan suara gaduh mengusik ketenangan kami.
“UWAAA!TELAT
LAGI!”Teriak seseorang.
Gabrukk!
Tap
tap tap
Dum!Dum!Dum!
Grusaak!
Braak!!
Sedetik
kemudian,terlihat Gray-san menuruni tangga dengan tergesa sambil memakai
topinya.Ia langsung menyamber selembar roti tawar dengan selai anggur yang ada
di atas meja.Aku tidak sempat menyapannya.Dengan roti yang masih nyangkut(?) di
mulutnya,Gray-san melesat pergi.
Aku
dan kakak cengo di tempat.Tapi hanya
kami yang heran.Sepertinya pemandangan itu sudah biasa di sini.Orang-orang lain
masih melakukan kegiatanya masing-masing dengan damai.
Setelah
Ann-chi menjelaskan apa yang berusan terjadi,aku ber-oh ria. Ternyata telat
kerja toh.Dan Ann-chi bilang,kakek mereka sekaligus bos-nya Gray-san itu galak.Aku
jadi mengerti.
“Claire,hari
ini kamu mau kemana dulu?”Tanya Ann-chi sambil mengelap meja.
“Eem....Enaknya
kemana ya?Tapi aku lagi pengen liat bunga!”Seruku.
“Eh,ngomong-ngomong
soal bunga.....di atas bukit ada ladang bunga lho.Kamu bisa petik,buat
rangkaian bunga,atau apa sajalah.Aku sih jarang ke sana, tapi temenku sering
banget ke sana.Apalagi jam-jam segini.”Kata Ann-chi.
“Hee!?Ladang
bunga!?Mau kesana doong....Kalo gitu aku pergi sekarang ya Ann-chi!”Aku langsung
pergi ke kamar,untuk mengambil ranselku.
“Claire,pulang
nanti bantuin aku buat masak makan siang ya!”Seru Ann-chi. Aku mengiyakan
sebelum keluar dari Inn.
Normal POV:
Ann
menghela nafas panjang.Memikirkan apa yang akan terjadi nanti.Apa tanggapanya,jika ‘dia’ tau kalau Claire
kehilangan ingatan tentangnya?Pasti menyakitkan.Pikirnya dalam hati.Doug yang sedari tadi memperhatikan putri
satu-satunya itu,akhirnya angkat bicara.
“Jangan
terlalu khawatir padanya Ann,kau tau kan,dia tidak selemah itu.”Kata Doug lembut.
Ann
menatap ayah tercintanya lemas.Lalu ia mengangguk pelan.Ya,semua pasti akan baik-baik saja.
-Back to Claire-
Gadis
berambut indah bak emas itu belompat-lompat riang menuju tempat tujuanya.Ia
menganyun-ayunkan kedua tangan,layaknya gadis tudung merah yang akan
mengunjungi neneknya.Jam menunjukan pukul 10.PM.
Sampai
di pertigaan di hutan,Claire bingung.Dia tidak tau harus berbelok ke
kanan,kiri,atau berjalan lurus.Insting ababil
Claire mengatakan jika ia harus belok ke kanan.Tapi ia memutuskan untuk
berjalan lurus,karena sudah banyak survey
membuktikan,bahwa insting ababilnya itu
selalu saja salah.Dan ternyata pilihanya benar.Setelah berjalan menanjak di
jalan tanah,dan menyebrangi jembatan, akhirnya ia sampai di sebuah ladang bunga
yang sangat luas.
Nampak
bunga Moondrop dan Toy flower bermekaran di mana-mana. Hamparan rumput nan
hijau membentang luas.Claire menaruh ranselnya di tanah.Lalu ia berlari dan
melompat-lompat layaknya monyet(*Duakh!-author
kita yang unyu ini dilempar ransel sama Claire-).Tiba-tiba Claire merasakan
seperti menginjak sesuatu.Disusul dengan suara aneh dari langit.
“Hoeks!”
Claire
terbengong.Ia mendongakkan kepala dan menatap langit.Mencari siapa yang barusan
bersuara.
“Woi!Minggir!”Bentak
seseorang dari bawah.
Claire
menghadap ke bawah.Ternyata suara “Hoeks”
tadi gara-gara Claire menginjak perut orang itu tanpa ampun.
“Waa!Ma,maaf,maaf!Aku
nggak sengaja!”Kata Claire panik.
Orang
itu berdiri,bersiap mengeluarkan umpatanya.Ia terlihat marah.Claire hanya bisa
pasrah.Bersiap menerima bentakan dari orang itu.
Jack’s POV:
Seperti
biasa,setelah selesai mengerjakan semua tugas di peternakanku,aku bersantai
dengan cara tiduran di Mother’s Hill.Memandang langit biru yang cerah.Langit
biru itu mengingatkanku pada sepasang mata yang kurindu.Matanya sebiru dan
secerah langit pada hari ini.
Aku
memejamkan kedua kelopak mataku.menikmati belaian angin Spring yang sejuk.Aku
begitu menikmati hari ini.
“Hoeks!”Aku ber-hoeks ria.
Kurasakan
ada yang menginjak perutku keras-keras.Sialan,siapa
sih!?Mana nggak pergi-pergi lagi.Malah orang itu diam di tempat.Setelah
beberapa detik,baru orang itu sadar,bahwa dia telah menginjak perutku.Aku
berdiri dengan kesal.Bersiap mengeluarkan umpatanku.Tak mempedulikan kata-kata
maaf yang terucap dari mulutnya.
Saat
kulihat orang itu,kurasakan badanku membeku seketika.Kulit putih dan mulusnya,bibir
mungilnya,rambut pirang yang indah,dan.....mata biru safir. Sepasang mata yang
selalu kurindu.
“C,Claire!?”Panggilku
tak percaya.
“I,iya?”Jawab
Claire bingung.
Hampir
aku mengeluarkan kata-kata rindu,Claire sudah meluncurkan kata-katanya terlebih
dahulu.
“Ooh!Kau
teman yang disebut-sebut Ann-chi tadi ya!?Perkenalkan,namaku Haibara Claire!”Serunya
riang sambil menunduk.
Aku
terpaku di tempatku sambil menatapnya.Kenapa
dengan sikapnya?Dia seolah tidak pernah mengenalku sebelumnya.Aku terdiam.
“Hei.Namamu
siapa?”Tanyanya.
“J,Jack.”Jawabku
terbata seperti orang linglung.
“Jack-san
ya!Kau mau membantuku memetik bunga tidak?”
“A,aku...Ada
yang harus kulakukan.Maaf,permisi.”Kataku cepat.
Aku
langsung berlari menuju Inn.Sampai di Inn,aku langsung membuka pintu dengan
kasar.
“Siapa
yang bisa menjelaskan semua ini!?”Seruku.
Semua
mata terjutu padaku.Ann menghampiriku perlahan.Dia memintaku untuk tenang,dan
duduk di kursi.Mark,kakak Claire yang seumuran denganku juga ikut duduk dengan
kami.
“Kau
sudah bertemu Claire ya Jack?”Tanya Ann sahabatku dengan pelan.
“Iya.Sebenarnya
apa yang terjadi!?Kenapa dia tidak mengenaliku?Bahkan dia mengajak berkenalan dan
memanggilku Jack-san!”Kataku tidak sabaran.
Mark
menjelaskan semuanya.Tapi penjelasanya malah membuatku semakin bingung.Jadi....Claire
benar-benar melupakanku!?Hatiku meronta tidak bisa menerima semua ini.
-Back to Claire’s POV again-
Aku
menahan sakitku dari tadi.Setelah cowok
itu hilang dari penghilatanku, barulah aku meringis kesakitan.Kepalaku rasanya
sangat pusing.Kupijit pelipis dengan kedua tanganku.Aku mencari sebuah pohon
untuk bersandar.Entah kenapa,sejak tiba di kota ini,kepalaku selalu pusing.Seperti
ada mimpi-mimpi samar yang terlintas di benakku.
Terutama
saat melihat orang tadi.Rasanya aku pernah bertemu denganya. Rasanya....Orang
itu memiliki peran penting.Tapi setiap kali aku berusaha untuk mengingatnya....Kepalaku
terasa pusing tak karuan.
Setelah
sekitar setengah jam,akhirnya pusing di kepalaku mulai reda.Aku menggelengkan
kepalaku kuat-kuat.Aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkanya.Soalnya aku jadi
rugi sendiri.Itu yang dikatakan oleh kakak.
Aku
mengambil ransel di atas rerumputan yang dari tadi sudah kulupakan.Dengan
gunting,aku memetik beberapa bunga Moondrop dan Toy flower yang tumbuh secara
alami di ladang bunga itu.Setelah aku rasa cukup,aku berjalan pelan untuk
menuju Inn.
Aku
melihat jam tanganku.Sudah jam 12.AM.Aku teringat pada Ann-chi.Dia memintaku
untuk membantunya memasak makan siang.Aku langsung berlari kencang menuruni
bukit ini dan menuju Inn.Sesampainya,aku langsung membuka pintu Inn lebar-lebar.
“Ann-chiii!!”Sapaku
riang.
“Claire,selamat
siang.”Kata Ann-chi ramah.
“Ann-chi,Onii-san mana?”Tanyaku sembari
mengiris-iris bawang.
“Katanya
tadi dia mau ke Forget-me-not Valley karna ada urusan.Barengan sama Jack.Kamu
sudah betemu dengan Jack kan?Menurutmu gimana orangnya?”
“Jack-san?Sudah.Orangnya
keliatan baik,tapi aneh.Masa,aku minta bantuanya buat metik bunga,eeh....Malah
Jack-san langsung lari.”Kataku sambil manyun mengingat kejadian tadi.
“Gitu
ya?Abis makan,kamu mau kemana lagi Claire?”
“Jalan-jalaaan!”Seruku
sambil mengacungkan jari.
-Skip lunch time-
Selesai
makan siang dan bersih-bersih Inn bersama Ann-chi,aku langsung pergi lagi untuk
jalan-jalan.Aku menyapa orang-orang dengan ceria.Di kota ini fasilitasnya
lengkap.Ada gereja,klinik,supermarket,perpustakaan,winery,pokoknya lengkap!
Saat
aku melewati Poultry farm dan blacksmith tempat Gray-san kerja,aku berbelok ke
kiri.Tapi sepertinya itu bukan lagi rumah warga.Ada papan nama besar di depanya
bertuliskan “Mineral Farm”.
Karna
tertarik,aku memasuki farm itu.Soalnya,kakak
dan istrinya itu pemilik peternakan juga.Jadi,sedikit banyak aku tau soal
berkebun dan mengurus ternak.Wuaah!Ternyata
farm ini sangat luas.Kebunya terawat dengan baik dan ditanami banyak tanaman.Ada
timun,kubis,lobak,kentang,dan stroberi.
Stroberi?Waah!Aku suka banget sama stroberi!Aku menghampiri lahan yang ternanami stroberi itu.Saat
aku menunduk dan menatap stroberi-stroberi yang kecil,tiba-tiba kepalaku terasa
sakit lagi.
Aku
seperti melihat mimpi.Diriku yang lebih kecil dari sekarang,sedang memetik
stroberi segar berwarna merah.Bersama dengan.....Siapa?Aku tidak melihat wajah
orang yang bersamaku itu.
Tapi
aku bisa melihat jelas,kalau itu adalah diriku.Pandanganku kepada “orang lain”
itu hanya sebatas sampai dadanya saja.Spertinya “diriku” sangat nyaman berada
di dekatnya.
“Uukh~!”Aku memegangi kepalaku.
“Claire!?”Aku
menoleh.Sperti ada orang yang memanggilku.
“Mark
Onii-san.....”Lirihku.
Kakak
menghampiriku dengan berlari.disusul dengan dua orang lain di belakangnya.
“Claire,kau
tidak apa-apa!?”Tanya kakak cemas.
“Ti,tidak
kok.Cuma pusing sedikit.”
Kakak
menuntunku untuk duduk di bawah pohon apel.Ademnnya udara di bawah pohon ini
bisa menenangkanku.Seketika pusing di kepalaku hilang.
“Onii-san,aku sudah tidak apa-apa!”Kataku
sambil tersenyum riang.
“Jack-san
ada di sini?Lho,Gray-san juga?Bukanya tadi ada di Blacksmith ya?” Tanyaku
bingung.
“Em....Ini
kan memang farm milik Jack.Terus,dia
itu bukan Gray.”Jawa Kakak.
“Namaku
Blue.”Sahut orang yang kukira Gray-san tadi datar.
“Woooaaah!Mirip
banget lho,sama Gray-san!Apalagi sama-sama pake topi kayak gitu!Bagus,bagus!”Kataku
sambil tepuk tangan gajhe.
“Kamu
ngapain ke sini sore-sore Claire?”Tanya Jack-san.
“Ngapain
ya?O iya!Aku kan mau jalan-jalan,tapi enaknya kemana ya?”
“Ke
Goddess Spring saja.Di sana bagus lho.Coba deh bawa bunga ke sana.Pasti nanti
kamu kaget deh.”Jawab Jack-san dengan nada riang.
Aku
mengangguk menuruti Jack-san.Setelah aku memetik bunga di Mother’s Hill,aku menuju
Goddess Spring.Gemericik air terjun terdengar merdu.Aku bermain-main air sambil
masih memegangi bunga Moondrop.Tiba-tiba aku merasakan sesuatu menggeliat di
kakiku.Karna reflek,aku langsung loncat,sehingga aku menjatuhkan bunga yang
kupetik tadi ke dalam air.Aku berusaha meraihnya,tapi bunga itu tenggelam
sampai dasar sungai.
Bulp,bulp....
“Huh?”
Air
sungai itu mulai bergejolak.Aku mundur beberapa langkah ke belakang.
(-SFX:Dum!Dum!Da da da!Dum!Dum!Pyaar!-)
“Tarraaaaaa~~!”Sesosok
makhluk muncul ke permukaan air sambil berseru.
“WOOAAAAH!!”Aku
terlonjak kaget.
-End of chap 1-
Siapakah
makhluk itu?Apakah Won,si penjual barang-barang langka di rumah pantai Zack,atau
mungkin Mayor Thomas yang berubah menjadi peri hutan? Mungkin saja legenda sang
penjaga air berwarna hijau yang sering disebut Kappa. Penasaran?Baca Chapter
selanjutnya ya.Oh iya,meskipun singkat,mind
to RnR?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar