Selasa, 05 Agustus 2014

Harvest Moon fanfic:I'm Glad You Come Back



Allohaaa!Ini fanfic kedua aku!Masih tentang Harvest Moon:More Friend Of Mineral Town.Dan ini skuel dari fanficku sebelumnya,yaitu “I’ll waiting for you”. Mohon ampunanya kalo gajhe...-sujud sembah-

Author:Nikita Yuana(NY)

About:Harvest Moon:More Friend Of Mineral Town

Genre:Romance,hurt/comfort,drama

Pairing:JackXClaire

Warning:OOC banget,gajhe iya,mainstream,bahasa berantakan.Don’t like,just don’t read okey.......

Summery:Setelah kehilangan kontak dengan Claire selama bertahun-tahun,Jack menjalani kehidupanya dengan hampa.Tampaknya Ia masih mencintai gadis pirang itu.Dan setelah sekian lama,akhirnya Claire telah datang kembali ke Mineral Town.Tapi ada yang aneh padanya.Claire tidak mengenali Jack!Apa yang sebenaranya terjadi pada Claire,dan apa tindakan Jack?

Disclaimer:Aku bukan yang punya Harvest Moon....

I’m glad you come back

Normal POV:

Jack.....

Apa kabarmu?Di sini aku baik bersama Mark.Meskipun selalu berpindah-pindah,tapi aku senang karena aku mendapat banyak sekali teman.Saat ini aku dan Mark ada di Sunshine Island.Di sini,kakak sepertinya menemukan cintanya.Semoga mereka cepet nikah ya.Hihihi.

Em......Jack.......

Maaf sebelumnya,tapi......Sepertinya hubungan kita tidak akan berhasil. Maafkan aku.Aku menyangimu.Tapi,bagaimanapun.....Aku tetap harus berjalan.Aku harus melanjutkan hidup ini,tanpa bayang-bayang seseorang yang sudah lama tidak kutemui.Sudah dua tahun kita menjalani hubungan jarak jauh ini,dan sekarang aku sudah lulus sekolah senior.Aku tidak bisa melanjutkanya lagi.Aku harus melukis kehidupanku.Aku akan mengambil studi ke tempat 
yang sangat jauh.

Bukanya hati ini tak sakit,bukanya hati ini tak hancur,dan bukanya hati ini tak perih.Tapi hanya kepasrahan yang mengiringi.

Berjanjilah Jack,bahwa kau juga akan melukis kehidupanmu di Mineral Town.Aku tidak ingin dibayangi rasa bersalah karena aku telah   meninggalkanmu.Aku akan bahagia jika kau juga melanjutkan kehidupanmu.

Meskipun singkat,tapi aku tidak akan pernah lupa,akan kenangan kita.Kau akan selalu menempati ruang khusus di hati,wahai cinta pertamaku.....

Salam hangat,

Haibara Claire

Pemuda berambut coklat tanah itu berbaring di rerumputan.Dikelilingi oleh bunga-bunga indah berwarna kuning dan putih yang sedang bermekaran.Ia memejamkan kedua iris coklatnya,dan mengenang kembali bunyi surat terakhir dari seseorang yang begitu dicintainya.Kekasihnya.

Sampai sekarang,pemuda berumur 23 tahun yang biasa dipanggil Jack itu masih menyimpan surat itu baik-baik.Menyimpan setiap detik kenangan dengan gadis itu.Kurun waktu lima tahun tidak mampu menghapus rasa cinta Jack. Meskipun tidak pernah bertemu lagi,entah kenapa cintanya tidak juga pudar.

Waktu sudah menunjukan pukul 5.PM,tapi Jack belum juga mengubah posisinya.Jika sudah berada di tempat favoritnya itu,Jack bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengenang sang gadis.Mengingat setiap lekuk wajahnya.Sambil sesekali mengelus kepala  Bob,sang anjing berbulu coklat halus yang setia menemaninya.

Di waktu yang sama,nampak dua orang yang sedang menuruni kapal ferry yang baru saja berlabuh.Seorang dari mereka adalah pemuda manis berbadan cukup tinggi,yang memakai topi secara terbalik,dan menggendong tas ransel.Rambut pirang cerah menyembul dari balik topi birunya.Matanya yang berwarna hijau emerald terang memancarkan betapa ia bersemangat dalam menjalani hidupnya.

Di sebelahnya,nampak seorang gadis cantik berkulit putih dan mulus.Ia sedang menarik tas koper biru tua dan menggendong ransel.Rambutnya juga berwarna pirang sepanjang punggungnya.Ia biarkan tergerai begitu saja tertiup angin pantai yang segar.Matanya yang berwarna biru safir terlihat cerah,secerah langit sore ini.

Kedua kakak-beradik itu berjalan menyusuri dermaga,dan disambut oleh pria kekar yang berbadan besar di sana.Sang gadis sempat merinding karena badanya yang sangat besar itu anmpak garang.Ia-pun bersembunyi di balik punggung sang kakak.

“Mark,Claire?Lama tak jumpa.”Sapa pria berotot itu ramah.

“Eh,iya tuan Zack.Apa kabar?”Jawab Mark.

“Baik,baik.Jadi kalian ya,yang kabarnya akan datang.Jadi,apa kalian akan tinggal di sini lagi?”Tanyannya.

“Ah,tidak,kami hanya liburan dan tinggal sementara di Inn.Sekalian menyapa teman-teman lama.Soalnya,aku kan sudah menikah.Hehehe.”Jawab Mark sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Gadis di sampingnya,Claire,hanya terdiam dari tadi sambil memegangi lengan Mark.Ia heran dengan keakraban mereka berdua.Dan yang disebut Mark dengan tuan Zack tadi,menyebutkan namanya.Tau dari mana?

Setelah Mark berbincang dengan Zack,Mereka berdua berjalan menusuri sebuah alun-alun.Di situ terdapat tulisan “Rose Square”.Alun-alun kota itu lumayan luas.Terdapat papan pengumuman di sana,tapi mereka berdua melewatinya. Langkah mereka terhenti di depan bangunan bertingkat yang besar.Terdapat papan nama bertuliskan “Doug’s Inn”.Mereka langsung memasuki bangunan itu.

“Selamat dataang.”Sapa seseorang dengan ramah.

Orang itu memakai overall biru,sama seperti Claire dan Mark.Rambut orange-nya ia jalin kuat,dan berhiaskan pita putih.

“Eh?Mark?Claire?”Tanya Orang itu.

“Iya!Lama tak jumpa Ann!Apa kabar?”Sapa Mark riang.

“Wah...!Baik,baik.Claire,lama tak jumpa.”Sapa Ann sembari menghampiri Claire.

“Eh?Siapa ya?”Tanya Claire bingung.

Ann tersentak dengan sikap Claire.Kenapa denganya?Mark yang mengetahui arti tatapan Ann langsung mengalihkan pembicaraan.

“Ann,Ann.Kami mau nyewa kamar ya.”

“E,eh?I,iya.”Jawab Ann masih bingung.

Setelah Claire masuk ke asrama cewek dan istirahat,Mark turun bersama Gray yang baru saja ia sapa di asrama cowok.Ann,Mark,dan Gray berkumpul di meja bundar.Sebelum Mark menjelaskan,Ann sudah memberinya berondongan pertanyaan.

“Mark!Claire kanapa!?Dia Claire kan!?Kenapa dia tidak mengenaliku!?Ada apa denganya!?”Tanya Ann panik.

“Claire......Dia mengalami amnesia.”Jawab Mark pelan.

“APA!?GIMANA BISAA!?”seru Ann dan Gray bersamaan.

“Jadi gini.Sekitar setahun lalu,aku dan Claire mengalami kecelakaan mobil. Waktu itu kami berada di Sunshine Island,dan aku sudah menikah selama enam bulan.Istriku namanya Chelsea,dia itu cantik lho!Baik,pinter masak,pinter jahit, bahkan aku dijahitin sweater sendiri.Kapan-kapan ku kenalin deh.Pokoknya....”

“TERUS CLAIRE-NYA GIMANA!!!”Teriak Ann dan Gray bersamaan,karena bicara Mark mulai melenceng dari pokok permasalahan.

“O iya.Nah!Singkat cerita,Claire mengalami amnesia,dan ingatanya yang tersisa,hanya sampai waktu dia kelas satu tingkat junior.Gituu.....”Kata Mark santai sambil menjejalkan(?) sepotong besar cheese cake ke mulutnya.

“Ha?Kelas satu junior?Masih ababil gitu?Berarti...Dia nggak inget dong,kalo dia pernah ke sini?”Tanya Ann yang disusul dengan anggukan Mark.

“Waduuh....Terus baiknya gimana nih?”Tanya Ann lagi.

“Yah....Lebih baik mulai dari awal lagi.Mulai dari kenalan.Soalnya,kalo langsung diingatkan,Claire langsung sakit kepala,bahkan pernah sampai pingsan.Aku membawanya ke sini karena kenangan di sini itu paling berkesan untuk Claire.”Jelas Mark panjang kali lebar(*Luas dong?)

“Terus,kenapa ingatanmu baik-baik saja?”Tanya Gray datar.

Mark menundukkan kepala mendengar pertanyaan Gray.“Itu karena......”Ia menggantung kata-katanya.

“Karena apa?”Tanya Ann.

“Ka,karena..........”

“Karena?”Tanya Gray penasaran.

“Karena aku kelewat ganteng.”Jawab Mark sambil nyengir gajhe.

Duak!-Gray memukulkan palu raksasanya ke kepala Mark.

“GUE NANYA SERIUS!”Bentaknya.

“Aduuh~Iya,iya.Ya.....Mana aku tau.”Kata Mark manyun sambil mengusap-usap kepalanya yang benjol.

Ann’s POV:

“Kalo gitu,aku ke atas ya!”Seruku pada kakak dan Mark.

Aku segera naik ke lantai atas,dan mengetuk pintu asrama cewek untuk menemui Claire.

Tok,tok,tok.

“Ya?”Claire membuka pintu.

“Haai!Namaku Ann,anak pemilik Inn ini,salam kenal.”Sapaku sambil membungkukan badan.

“Oh,aku Claire!Salam kenal juga!”Jawab Claire riang.

Kami mengobrol di asrama cewek cukup lama.Claire bilang dia sadar,bahwa ia telah kehilangan ingatanya.Mark yang memberi taunya.Katanya,ia sempat kaget saat bercermin,dan mendapati sosoknya yang sudah dewasa.

Selama  ini Claire tinggal bersama Mark dan istrinya.Sifat Claire sedikit berubah dari Claire yang kukenal dulu.Jauh lebih suangaaat kekanak-kanakan. Bahkan melebihi Popuri.Mungkin karena amnesianya,yang jika dihitung sejak setahun yang lalu,sekarang dalam ingatan Claire,ia masih berumur 14 tahun.Ia sangat aktif dan ceria.Kelewat ceria malah.

“Ya sudah,kau istirahat saja dulu ya!”Kataku riang.

Claire POV:

-the next day-
Aku membuka mataku perlahan.Sepertinya sudah pagi.Kutatap jam kecil di atas meja samping tempat tidurku.Jam 6.Huh.Masih pagi.Aku ingin tidur lagi,tapi mataku sudah tidak ngantuk.Kuputuskan untuk bangun dan mandi.Selesai mandi,aku kembali ke kamar dan ngupdate status(?) dari HP-ku.

[Claire 4n@k IMu3tz-Masih ngantuk-Nggak bisa tidur lagi.Hoaaamh~] (NY:Wuih,Clairenya alay!)

Setalah ngupdate status,ngoment,inbox-an,dan ngupload beberapa gambar,aku mulai bosan.Kutengok jam sekali lagi.Sudah jam 8.Lebih baik sekarang aku menyapa Ann-chi dan yang lain.Aku turun ke bawah.Saat kulihat Ann-chi sedang menyapu lantai,tanpa pikir panjang,aku langsung berlari dan memeluknya.

“Ann-chi!Ohayou!”Seruku sambil masih memeluk lenganya.

O,ohayou Claire.Baru bangun?”Tanyanya ramah.

Nggak.Aku udah bangun dari tadi.Tapi update status dulu dwooong~.”

“Ahaha.Kamu lucu deh.Ya udah,sarapan dulu yuk.”Ajaknya.

“Okee!”

Aku dan Ann-chi sarapan dengan omelet rice dan grape juice.Waktu sarapanku hampir habis,kakak turun dari lantai atas sambil menguap lebar.

Onii-san!Kayak Kuda nil aja!Sarapan yuk!”Seruku sambil melambaikan tangan kananku.

Kakak akhirnya ikut nimbrung.Ada seorang cowok di belakangnya.Itu bukan Gray-san.Lalu siapa?Rambutnya coklat sebahu,ia kuncir rendah.Baju,sepatu,bahkan irisnya berwarna coklat.Aku memperhatikanya yang sedang berjalan sambil sedikit menunduk(NY:Ngitung ubin bang?).Saat pandangan kami bertemu,ia terlihat kaget,kemudian langsung menundukkan kepalanya lebih dalam lagi.Sepertinya dia malu.Aku langsung berdiri dan memperkenalkan diriku tanpa menghiraukan sikapnya.

Ohayou!Namaku Haibara Claire!”Seruku riang.
O...O,ohayou.Na,namaku...Cliff.Senang..berkenalan denganmu.”Katanya sopan dan liriiiih sekali.
“Cliff-kun ya?Sarapan bareng yuk!”Kataku sembari menarik tanganya. Wajahnya seketika memerah.

Kami berempat sarapan dengan tenang,sesekali mereka tertawa mendengar leluconku.Selesai sarapan,aku membantu Ann-chi untuk membereskan meja dan menyapu lantai Inn.Suasana begitu tenang,sampai rentetan suara gaduh mengusik ketenangan kami.

“UWAAA!TELAT LAGI!”Teriak seseorang.

Gabrukk!

Tap tap tap

Dum!Dum!Dum!

Grusaak!

Braak!!

Sedetik kemudian,terlihat Gray-san menuruni tangga dengan tergesa sambil memakai topinya.Ia langsung menyamber selembar roti tawar dengan selai anggur yang ada di atas meja.Aku tidak sempat menyapannya.Dengan roti yang masih nyangkut(?) di mulutnya,Gray-san melesat pergi.

Aku dan kakak cengo di tempat.Tapi hanya kami yang heran.Sepertinya pemandangan itu sudah biasa di sini.Orang-orang lain masih melakukan kegiatanya masing-masing dengan damai.

Setelah Ann-chi menjelaskan apa yang berusan terjadi,aku ber-oh ria. Ternyata telat kerja toh.Dan Ann-chi bilang,kakek mereka sekaligus bos-nya Gray-san itu galak.Aku jadi mengerti.

“Claire,hari ini kamu mau kemana dulu?”Tanya Ann-chi sambil mengelap meja.

“Eem....Enaknya kemana ya?Tapi aku lagi pengen liat bunga!”Seruku.

“Eh,ngomong-ngomong soal bunga.....di atas bukit ada ladang bunga lho.Kamu bisa petik,buat rangkaian bunga,atau apa sajalah.Aku sih jarang ke sana, tapi temenku sering banget ke sana.Apalagi jam-jam segini.”Kata Ann-chi.

“Hee!?Ladang bunga!?Mau kesana doong....Kalo gitu aku pergi sekarang ya Ann-chi!”Aku langsung pergi ke kamar,untuk mengambil ranselku.

“Claire,pulang nanti bantuin aku buat masak makan siang ya!”Seru Ann-chi. Aku mengiyakan sebelum keluar dari Inn.

Normal POV:

Ann menghela nafas panjang.Memikirkan apa yang akan terjadi nanti.Apa tanggapanya,jika ‘dia’ tau kalau Claire kehilangan ingatan tentangnya?Pasti menyakitkan.Pikirnya dalam hati.Doug yang sedari tadi memperhatikan putri satu-satunya itu,akhirnya angkat bicara.

“Jangan terlalu khawatir padanya Ann,kau tau kan,dia tidak selemah itu.”Kata Doug lembut.

Ann menatap ayah tercintanya lemas.Lalu ia mengangguk pelan.Ya,semua pasti akan baik-baik saja.

-Back to Claire-

Gadis berambut indah bak emas itu belompat-lompat riang menuju tempat tujuanya.Ia menganyun-ayunkan kedua tangan,layaknya gadis tudung merah yang akan mengunjungi neneknya.Jam menunjukan pukul 10.PM.

Sampai di pertigaan di hutan,Claire bingung.Dia tidak tau harus berbelok ke kanan,kiri,atau berjalan lurus.Insting ababil Claire mengatakan jika ia harus belok ke kanan.Tapi ia memutuskan untuk berjalan lurus,karena sudah banyak survey membuktikan,bahwa insting ababilnya itu selalu saja salah.Dan ternyata pilihanya benar.Setelah berjalan menanjak di jalan tanah,dan menyebrangi jembatan, akhirnya ia sampai di sebuah ladang bunga yang sangat luas.

Nampak bunga Moondrop dan Toy flower bermekaran di mana-mana. Hamparan rumput nan hijau membentang luas.Claire menaruh ranselnya di tanah.Lalu ia berlari dan melompat-lompat layaknya monyet(*Duakh!-author kita yang unyu ini dilempar ransel sama Claire-).Tiba-tiba Claire merasakan seperti menginjak sesuatu.Disusul dengan suara aneh dari langit.

Hoeks!

Claire terbengong.Ia mendongakkan kepala dan menatap langit.Mencari siapa yang barusan bersuara.

“Woi!Minggir!”Bentak seseorang dari bawah.

Claire menghadap ke bawah.Ternyata suara “Hoeks” tadi gara-gara Claire menginjak perut orang itu tanpa ampun.

“Waa!Ma,maaf,maaf!Aku nggak sengaja!”Kata Claire panik.

Orang itu berdiri,bersiap mengeluarkan umpatanya.Ia terlihat marah.Claire hanya bisa pasrah.Bersiap menerima bentakan dari orang itu.

Jack’s POV:

Seperti biasa,setelah selesai mengerjakan semua tugas di peternakanku,aku bersantai dengan cara tiduran di Mother’s Hill.Memandang langit biru yang cerah.Langit biru itu mengingatkanku pada sepasang mata yang kurindu.Matanya sebiru dan secerah langit pada hari ini.

Aku memejamkan kedua kelopak mataku.menikmati belaian angin Spring yang sejuk.Aku begitu menikmati hari ini.

Hoeks!”Aku ber-hoeks ria.

Kurasakan ada yang menginjak perutku keras-keras.Sialan,siapa sih!?Mana nggak pergi-pergi lagi.Malah orang itu diam di tempat.Setelah beberapa detik,baru orang itu sadar,bahwa dia telah menginjak perutku.Aku berdiri dengan kesal.Bersiap mengeluarkan umpatanku.Tak mempedulikan kata-kata maaf yang terucap dari mulutnya.

Saat kulihat orang itu,kurasakan badanku membeku seketika.Kulit putih dan mulusnya,bibir mungilnya,rambut pirang yang indah,dan.....mata biru safir. Sepasang mata yang selalu kurindu.

“C,Claire!?”Panggilku tak percaya.

“I,iya?”Jawab Claire bingung.

Hampir aku mengeluarkan kata-kata rindu,Claire sudah meluncurkan kata-katanya terlebih dahulu.

“Ooh!Kau teman yang disebut-sebut Ann-chi tadi ya!?Perkenalkan,namaku Haibara Claire!”Serunya riang sambil menunduk.

Aku terpaku di tempatku sambil menatapnya.Kenapa dengan sikapnya?Dia seolah tidak pernah mengenalku sebelumnya.Aku terdiam.

“Hei.Namamu siapa?”Tanyanya.

“J,Jack.”Jawabku terbata seperti orang linglung.

“Jack-san ya!Kau mau membantuku memetik bunga tidak?”

“A,aku...Ada yang harus kulakukan.Maaf,permisi.”Kataku cepat.

Aku langsung berlari menuju Inn.Sampai di Inn,aku langsung membuka pintu dengan kasar.

“Siapa yang bisa menjelaskan semua ini!?”Seruku.

Semua mata terjutu padaku.Ann menghampiriku perlahan.Dia memintaku untuk tenang,dan duduk di kursi.Mark,kakak Claire yang seumuran denganku juga ikut duduk dengan kami.     

“Kau sudah bertemu Claire ya Jack?”Tanya Ann sahabatku dengan pelan.
“Iya.Sebenarnya apa yang terjadi!?Kenapa dia tidak mengenaliku?Bahkan dia mengajak berkenalan dan memanggilku Jack-san!”Kataku tidak sabaran.

Mark menjelaskan semuanya.Tapi penjelasanya malah membuatku semakin bingung.Jadi....Claire benar-benar melupakanku!?Hatiku meronta tidak bisa menerima semua ini.

-Back to Claire’s POV  again-

Aku menahan sakitku dari tadi.Setelah cowok itu hilang dari penghilatanku, barulah aku meringis kesakitan.Kepalaku rasanya sangat pusing.Kupijit pelipis dengan kedua tanganku.Aku mencari sebuah pohon untuk bersandar.Entah kenapa,sejak tiba di kota ini,kepalaku selalu pusing.Seperti ada mimpi-mimpi samar yang terlintas di benakku.

Terutama saat melihat orang tadi.Rasanya aku pernah bertemu denganya. Rasanya....Orang itu memiliki peran penting.Tapi setiap kali aku berusaha untuk mengingatnya....Kepalaku terasa pusing tak karuan.

Setelah sekitar setengah jam,akhirnya pusing di kepalaku mulai reda.Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat.Aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkanya.Soalnya aku jadi rugi sendiri.Itu yang dikatakan oleh kakak.

Aku mengambil ransel di atas rerumputan yang dari tadi sudah kulupakan.Dengan gunting,aku memetik beberapa bunga Moondrop dan Toy flower yang tumbuh secara alami di ladang bunga itu.Setelah aku rasa cukup,aku berjalan pelan untuk menuju Inn.

Aku melihat jam tanganku.Sudah jam 12.AM.Aku teringat pada Ann-chi.Dia memintaku untuk membantunya memasak makan siang.Aku langsung berlari kencang menuruni bukit ini dan menuju Inn.Sesampainya,aku langsung membuka pintu Inn lebar-lebar.

“Ann-chiii!!”Sapaku riang.

“Claire,selamat siang.”Kata Ann-chi ramah.

“Ann-chi,Onii-san mana?”Tanyaku sembari mengiris-iris bawang.

“Katanya tadi dia mau ke Forget-me-not Valley karna ada urusan.Barengan sama Jack.Kamu sudah betemu dengan Jack kan?Menurutmu gimana orangnya?”

“Jack-san?Sudah.Orangnya keliatan baik,tapi aneh.Masa,aku minta bantuanya buat metik bunga,eeh....Malah Jack-san langsung lari.”Kataku sambil manyun mengingat kejadian tadi.

“Gitu ya?Abis makan,kamu mau kemana lagi Claire?”

“Jalan-jalaaan!”Seruku sambil mengacungkan jari.

-Skip lunch time-

Selesai makan siang dan bersih-bersih Inn bersama Ann-chi,aku langsung pergi lagi untuk jalan-jalan.Aku menyapa orang-orang dengan ceria.Di kota ini fasilitasnya lengkap.Ada gereja,klinik,supermarket,perpustakaan,winery,pokoknya lengkap!

Saat aku melewati Poultry farm dan blacksmith tempat Gray-san kerja,aku berbelok ke kiri.Tapi sepertinya itu bukan lagi rumah warga.Ada papan nama besar di depanya bertuliskan “Mineral Farm”.

Karna tertarik,aku memasuki farm itu.Soalnya,kakak dan istrinya itu pemilik peternakan juga.Jadi,sedikit banyak aku tau soal berkebun dan mengurus ternak.Wuaah!Ternyata farm ini sangat luas.Kebunya terawat dengan baik dan ditanami banyak tanaman.Ada timun,kubis,lobak,kentang,dan stroberi.

Stroberi?Waah!Aku suka banget sama stroberi!Aku menghampiri lahan yang ternanami stroberi itu.Saat aku menunduk dan menatap stroberi-stroberi yang kecil,tiba-tiba kepalaku terasa sakit lagi.

Aku seperti melihat mimpi.Diriku yang lebih kecil dari sekarang,sedang memetik stroberi segar berwarna merah.Bersama dengan.....Siapa?Aku tidak melihat wajah orang yang bersamaku itu.

Tapi aku bisa melihat jelas,kalau itu adalah diriku.Pandanganku kepada “orang lain” itu hanya sebatas sampai dadanya saja.Spertinya “diriku” sangat nyaman berada di dekatnya.

Uukh~!”Aku memegangi kepalaku.

“Claire!?”Aku menoleh.Sperti ada orang yang memanggilku.

“Mark Onii-san.....”Lirihku.

Kakak menghampiriku dengan berlari.disusul dengan dua orang lain di belakangnya.

“Claire,kau tidak apa-apa!?”Tanya kakak cemas.

“Ti,tidak kok.Cuma pusing sedikit.”

Kakak menuntunku untuk duduk di bawah pohon apel.Ademnnya udara di bawah pohon ini bisa menenangkanku.Seketika pusing di kepalaku hilang.

Onii-san,aku sudah tidak apa-apa!”Kataku sambil tersenyum riang.

“Jack-san ada di sini?Lho,Gray-san juga?Bukanya tadi ada di Blacksmith ya?” Tanyaku bingung.

“Em....Ini kan memang farm milik Jack.Terus,dia itu bukan Gray.”Jawa Kakak.

“Namaku Blue.”Sahut orang yang kukira Gray-san tadi datar.

“Woooaaah!Mirip banget lho,sama Gray-san!Apalagi sama-sama pake topi kayak gitu!Bagus,bagus!”Kataku sambil tepuk tangan gajhe.

“Kamu ngapain ke sini sore-sore Claire?”Tanya Jack-san.

“Ngapain ya?O iya!Aku kan mau jalan-jalan,tapi enaknya kemana ya?”

“Ke Goddess Spring saja.Di sana bagus lho.Coba deh bawa bunga ke sana.Pasti nanti kamu kaget deh.”Jawab Jack-san dengan nada riang.

Aku mengangguk menuruti Jack-san.Setelah aku memetik bunga di Mother’s Hill,aku menuju Goddess Spring.Gemericik air terjun terdengar merdu.Aku bermain-main air sambil masih memegangi bunga Moondrop.Tiba-tiba aku merasakan sesuatu menggeliat di kakiku.Karna reflek,aku langsung loncat,sehingga aku menjatuhkan bunga yang kupetik tadi ke dalam air.Aku berusaha meraihnya,tapi bunga itu tenggelam sampai dasar sungai.

Bulp,bulp....
Huh?

Air sungai itu mulai bergejolak.Aku mundur beberapa langkah ke belakang.

(-SFX:Dum!Dum!Da da da!Dum!Dum!Pyaar!-)

“Tarraaaaaa~~!”Sesosok makhluk muncul ke permukaan air sambil berseru.

“WOOAAAAH!!”Aku terlonjak kaget.

-End of chap 1-

Siapakah makhluk itu?Apakah Won,si penjual barang-barang langka di rumah pantai Zack,atau mungkin Mayor Thomas yang berubah menjadi peri hutan? Mungkin saja legenda sang penjaga air berwarna hijau yang sering disebut Kappa. Penasaran?Baca Chapter selanjutnya ya.Oh iya,meskipun singkat,mind to RnR?







Tidak ada komentar:

Posting Komentar