Kamis, 11 September 2014

Harvest Moon Fanfic:I'm Glad You Come Back chap 2




Author:Nikita Yuana(NY)

About:Harvest Moon:More Friend Of Mineral Town

Genre:Romance,hurt/comfort,drama

Pairing:JackXClaire

Warning:OOC banget,gajhe iya,mainstream,bahasa berantakan.Don’t like,just don’t read okey.......

Summery:Setelah kehilangan kontak dengan Claire selama bertahun-tahun,Jack menjalani kehidupanya dengan hampa.Tampaknya Ia masih mencintai gadis pirang itu.Dan setelah sekian lama,akhirnya Claire telah datang kembali ke Mineral Town.Tapi ada yang aneh padanya.Claire tidak mengenali Jack!Apa yang sebenaranya terjadi pada Claire,dan apa tindakan Jack?

Disclaimer:Aku bukan yang punya Harvest Moon....
I’m glad you come back
-Chap sebelumnya-

Bulp,bulp....

“Huh?”

Air sungai itu mulai bergejolak.Aku mundur beberapa langkah.

(-SFX:Dum!Dum!Da da da!Dum!Dum!Pyaar!-)

“Tarraaaaaa~~!”Seseorang muncul ke permukaan air sambil berseru.

“WOOAAAAH!!”Aku terlonjak kaget.

-Chap 2

Normal POV:

“Halo Claire,lama tidak berjumpa.”Sapa makhluk(?) itu ramah.

“Kau ingat siapa aku?”Tanya makhluk itu sambil tersenyum.

Claire diam terpaku di tempatnya berdiri.Ia memandang makhluk itu plengo.Sesosok wanita cantik yang anggun.Senyumanya menawan,pakaian yang ia pakai juga indah.Rambutnya sangat panjang,ia jadikan dua cepol di kanan-kiri,dan dijalin di samping.

Claire  mengingat kembali apa yang pernah kakaknya bicarakan beberapa bulan lalu.Bahwa memang ada makhluk penunggu air di tiap daerahnya.

Claire mulai berpikir dengan otak lemotnya.Ia mencocokkan deskripsi kakaknya dengan makhluk yang ada di hadapanya saat ini.“Penunggu air berwarna hijau”.Jelas makhluk ini di air,rambut,baju,bahkan matanya berwana hijau.

“Aaah!Kau ya,yang bernama Kappa!?Tebak Claire riang.

Gubraks!

Makhluk itu terjatuh dan tercebur di sungai.Tapi anehnya,dia tidak kebasahan!

Huuh!Aku ini kan  dewi!Masa disamain sama si Kappa buntet itu!?‘Pikirnya dalam hati.Tapi tentu saja ia jaim dan berusaha bersikap ke-dewi-an.

“Bukan,Claire.Aku ini seorang dewi.Panggil saja aku Harvest Goddess.” Katanya lembut sambil tersenyum.

“Yaah....Padahal aku ingin bertemu Kappa yang terkenal itu......”Keluh Claire.

Sang dewi hanya sweatdropped segede semangka.

“Claire,apa kau punya masalah?”Tanyanya lembut.

“Hee?Dari mana Goddess-chan tau?Dan kenapa bisa tau namaku?”

Mendengar Claire memanggilnya dengan Goddess-chan,mambuat dewi kita sweatdropped lagi.

“Aku kan sudah bilang,aku ini dewi.Aku tau segala sesuatu yang berhubungan mengenai desa ini.”Jawabnya sabar.

“Iya,sebenarnya...Entah kenapa,kepalaku terus pusing Goddess-chan! Semenjak aku tiba di kota ini,pusingku semakin sering.Aku seperti melihat mimpi,padahal aku tidak sedang tidur.Apalagi waktu aku bertemu dengan Jack-san.Aku merasa dia sepertinya penting,tapi......Aku tidak tau.Aku selalu saja pusing berat jika berusaha mengingatnya!”Keluh Claire panjang.

“Soal itu...Jangan terlalu dipikirkan Claire.Biarkan ingatanmu mengalir alami. Suatu saat nanti,ingatanmu pasti akan kembali secara perlahan.”Tanggap Harvest Goddess  bijaksana.

“Tapi Onii-san bilang,ingatanku kembali ataupun tidak,tidak akan berpengaruh.Dan aku juga baik-baik saja sekarang.Aku tidak suka sakit kepala.”Keluh Claire melas.

“Nah,untuk itu,aku punya sesuatu untukmu.”

Claire menerima sesuatu dari Harvest Goddess.Sebuah cairan berwarna biru tua berkelip di dalam botol kecil.

“Apa ini?”Tanya Claire polos.

“Itu ramuan yang akan membantumu.Minum ramuan itu,dan rasa pusingmu pasti berkurang jika kau akan mengingat sesuatu.”Kata Harvest Goddess lembut.

“Terima kasih Goddess-chan!”Kata Claire riang.

“Dan satu lagi.Berusahalah agar ingatanmu kembali Claire.Karena ada seseorang yang sangat mengharapkan akan hal itu.Ya sudah,aku pergi ya. Ngomong-ngomong,aku suka bunga yang tadi.Terima kasih.”Kata Harvest Goddess seraya tersenyum cantik.

Claire’s POV:

‘Ha?Emanya siapa yang berharap untuk kembalinya ingatanku?’

Aku mencoba mencerna kembali apa yang dikatakan oleh Goddess-chan.Sepertinya penting. Ah,aku berusaha untuk menghiraukanya.

Karena tujuanku untuk menemui Goddess-chan sudah beres,aku memutuskan untuk kembali.Tapi entah kenapa.....Rasanya aku ingin kembali ke Inn lewat peternakanya Jack-san dulu.Dan ini bukan insting ababil-ku.Jadi aku mengikutinya.

Aku berjalan santai melintasi peternakan Jack-san.Sepi.Tidak ada orang.Aku sampai agak takut dengan sunyinya suasana di sini.

“Khi,khi,khi.”Kikik seseorang.

Mendengarnya,aku berbalik.Tidak ada siapa-siapa.Mungkin karna aku melamun,jadi denger yang aneh-aneh.Aku pun kembali berjalan santai.

“Khi,khi,khi.Dia makin lucu ya.”Suara kikik-an itu terdengar lagi.

Aku membeku.Aku yakin aku baru saja mendengar sesuatu.

“Iya,aku rindu padanya.”Jawab suara yang lain.

“Khi,khi,khi.”Kikik-an mengerikan itu lagi.

“Kita kabur saja yuk,aku takut.”Terdengar suara yang lebih bergetar takut.

“Jangan,itu tidak sopan.”Sahut suara yang lain.

“Kita sapa saja ya.”

“Iya,iya.Siapa tau dia punya makanan.”
Kali ini aku tidak bisa menahan diriku.Aku membalikkan badanku kembali.Masih tidak ada orang di sana.Tapi suara misterius itu masih terdengar.

“Hei!Di bawah sini nona!”Seru suara kecil itu.

Aku menunduk untuk melihat sesuatu yang berusan memanggilku.Dan yang kulihat adalah.....Orang-orang...-ralat,MAKHLUK WARNA-WARNI BERUKURAN MINI YANG BERTELINGA LANCIP!MAKHLUK APA MEREKA INI!?

“KYYAAAAAAAAA!!!”Teriakku kencang.

Makhluk-makhluk itu menutupi telinga lancip mereka.Mendengar teriakanku, mereka mendekatiku dan mengelus-elus kakiku bermaksud menenangkan,tapi itu membuatku semakin histeris.Aku menginjak,menendangi,dan melempar tubuh mungil mereka.Sampai-sampai ada salah satu yang nyangkut di pohon apel.Sesuatu memegang pundakku.

“GYAAAAA!JANGAN SENTUUUH!”Teriakku.

“Hoi!Claire.”Panggil seseorang.

Suara yang kukenal.Aku menoleh.Ternyata orang yang memegangi pundak dan memanggilku itu Jack-san.

“Jack-san!A,apa mereka itu!?”Kataku sambil menunjuk makhluk-makhluk kecil yang sudah bertebaran di mana-mana.

“Ya ampun!Kalian tidak apa-apa?”Seru Jack-san sambil menghampiri mereka.

-Skip-

“Ooh,jadi kalian ini Harvest Spirit toh.Kukira goblin warna-warni.”Kataku lega.

Karena kesalah pahaman tadi,aku jadi tidak enak.Mereka babak belur karena tendangan dan injakanku tadi.Kasihan.Ternyata,mereka adalah Harvest Spirit. Pembantu Harvest Goddess yang baru saja kutemui.

Agar suasana lebih enakkan,Jack-san mempersilahkan aku dan ketujuh kurcaci imut itu masuk ke rumahnya.Kami disediakan teh oleh Jack-san.

“Padahal,kami sengaja ke sini untuk menemuimu budum.”Kata kurcaci berbaju merah sambil cemberut.Nyut.

“Iya,ternyata  kau sudah berubah jadi jahat budum.”Sahut kurcaci berbaju biru tua.Nyut.

Hiks,hiks.Jahat sekali budum.”Kurcaci berbaju hijau sudah menagis dari tadi.Nyut,nyut.

Kepalaku terasa nyut-nyutan.Kenapa mereka selalu mengatakan “Budum”?Dan yang paling penting....APA HUBUNGANYA PADAKU SAMPAI AKU BISA PUSING!?

“Claire,kau tidak apa-apa?”Tanya Jack-san.Aku hanya mengangguk sambil memegangi kepalaku.

“Bi,bisa tidak,kalian berhenti berkata “Budum”?”Tanyaku.

“Hee?Memangnya kenapa budum?”Tanya kurcaci bebaju merah.Nyut~Pusing.

“Bukan apa-apa,tapi......Kepalaku terasa sakit tiap kalian berkata ‘itu’.”

“Oh,akan kami usahakan bud-eh,Claire-chan.”

“Terima kasih.”Kataku seraya tersenyum.

Setelah para kurcaci pergi,tinggal aku dan Jack-san.

“Jack-san!Terima kasih ya,soal saranya tadi.”Kataku riang.

“Ha?Soal apa?”

“Soal bawa bunga ke Goddess Spring tadi.”

“Ooh,nggak masalah kok.”Kata Jack-san sambil nyengir.

Aku terpaku melihat cengiran Jack-san.Kayak kuda...Eh,ralat.Sepertinya....Aku tidak asing,dengan cengiran ramah itu.Duh!Kepalaku sakit lagi.Rasa sakitnya berpuluh-puluh kali lipat lebih sakit,dari pada saat aku mendengar para kurcaci itu berkata “budum”.Aku merapatkan kedua mataku kuat-kuat.

“Maaf Jack-san!A,aku harus pergi!”seruku sambil berdiri.

Aku membuka pintu rumah Jack-san dan langsung berlari sekencang yang kubisa.Keluar dari peternakan,melewati toko blacksmith,lahan kosong,poultry farm,dan Yodel farm.Lalu aku berbelok dan melintasi Rose square.Aku kembali ke Inn dengan terengah-engah.

Ann-chi yang melihat keadaanku yang pucat pasi,langsung menghampiriku dengan khawatir.

“Kau tidak  apa-apa Claire?Wajahmu pucat sekali!Kuantar ke klinik ya.”Tawar Ann-chi sedikit panik.

“Ti,tidak usah Ann-chi.Aku hanya pusing kok.”

Normal POV:

Claire berjalan terhuyung ke lantai dua.Ann dengan setia memapah badan Claire yang lemas.Setelah menidurkan Claire di tempat tidurnya,Ann duduk di kursi di dekatnya.

“Kau mau cerita sesuatu padaku?”Tanya Ann lembut sambil mengelus kepala pamilik surai emas itu.

“Aku......Tadi melihat Jack-san tersenyum.Tapi entah kenapa....Kepalaku malah pusing melihat senyumnya.Aku juga jadi ingin muntah tadi.”Jawab Claire pelan.

“Mungkin,keadaanmu hanya kurang sehat Claire.Kau perlu istirahat.”

“Tidak Ann-chi!”Claire bangun dari posisi tidurnya dan duduk dengan lemas.

“Aku tau ada sesuatu!Aku telah melupakan sesuatu!Sesuatu yang penting. Tapi,tiap kali kucoba untuk mengingatnya,kepalaku sakit tidak karuan.Ann-chi pasti tau sesuatu kan?Sebenarnya apa yang terjadi?Apa saja yang telah kulupakan Ann-chi?Jawab aku!”

“Tenang dulu Claire.Aku tidak bisa mengatakanya sekarang.Pelan-pelan saja.Nanti pasti ada waktunya.”Jawab Ann sambil mengelus pundak Claire yang bergetar.

“Tenang dulu.Sekarang sudah sore.Aku bawakan makanan ya.Setelah itu,istirahat saja.”Ann tersenyum lembut.

Claire mengangguk pasrah.Setelah Ann keluar,ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur kembali.Ia ingin sekali mengingat apa yang sudah dilupakanya,tapi ia merasa takut untuk kesakitan lagi.Mungkin ia memang harus mengikuti saran Ann dan Harvest Goddess.Perlahan dan alami,pasti ingatanya kembali lagi.Pasti.

-Malamnya-

Jack duduk termenung di meja bar.Menatap kosong gelas berisi wine kemerahan di hadapanya,tapi pikiranya sudah terbang kesana-kemari.Ia tidak peduli lagi pada suasana bar yang mulai ramai.Tidak peduli pada sahabatnya Ann,yang mondar-mandir untuk memenuhi pesanan para pengunjung.Tidak peduli pada Karen yang telah mabuk berat dan menghayal.Tidak peduli pada Rick yang dari tadi meminta bantuanya  untuk ikut menenangkan Karen.

Jack meneguk wine-nya.Wajahnya sudah mulai memerah.Seolah itu adalah rambu yang menandakan bahwa sebentar lagi dirinya akan mabuk.Malam semakin larut.Satu persatu pengunjung bar mulai pulang ke rumah yang hangat dan keluarganya masing-masing.Hal yang tidak Jack miliki.Ia hanya akan sendirian di rumah.Hanya ditemani oleh Bob,anjingnya yang setia.

Jack masih duduk terdiam di kursinya.Ia menuangkan wine untuk kesekian kalinya di gelas bening.Ia kembali meneguk wine itu.Entah apa yang kini sedang berkecambuk di pikiran Jack.Ann yang dari tadi memperhatikan Jack-pun menghampirinya.

“Jack,kau tidak pulang?Barnya sudah mau tutup lho.”Tegur Ann.

Jack terdiam sebentar.Mencoba mencerna apa yang sahabatnya katakan.Saat depresi seperti ini,otak Jack harus bekerja tiga kali lipat dari biasanya.Ann menatap Jack yang sedang menunduk dengan khusuk.Mencoba menerka apa yang sampai membuat Jack depresi.

Setahu Ann,Jack memang suka bir dan wine,tapi ia tidak pernah sampai “hampir mabuk” seperti ini.

“Semua yang kulakukan serba salah,Ann.”Akhirnya Jack angkat bicara.Ann terdiam.Menunggu kelanjutan dari curhatan Jack.

“Aku ingin dia bisa mengingat kenangan kami.Tapi....Sedikit saja dia menyenggol soal hal itu,kepalanya langsung sakit.Haagh....Entah aku harus bagaimana.”Lanjut Jack sambil menyembunyikan sepasang iris coklatnya.

“Kau tau kan,kalau semua ini bukan salahmu?Jangan menyalahkan dirimu. Mungkin hal itu terlalu berat bagi Claire yang sekarang.Tapi aku yakin,jika kau sabar dan berusaha,pasti ingatan Claire akan pulih secara perlahan.Jadi, bersabarlah!”Ann mengepalkan kedua tanganya dengan semangat.

Jack menyunggingkan senyum kecil.“Terima kasih Ann!”

“Nah,gitu dong,senyum.Sekarang....Sana pergi!Kau kuusir.Aku tidak mau ada monyet yang mabuk di bar ini!”Ann mengusir sambil mendorong punggung Jack.

“Huwaa!Ann~~.Masa kau tega sih,ngusir monyet-eh,cowok cakep macam aku~~.Hiks,hiks.”Jack nangis lebay.

“Ahahahaha.Udah,udah.Besok main lagi ya!Tapi jangan mabuk!”

Blam!

Pintu Inn tertutup dan dikunci.Setelah mendapat “usiran” dari Ann,Jack berjalan terhuyung menuju peternakanya.

Di waktu yang sama,Claire membuka jendela kamar Inn lebar-lebar. Membiarkan cahaya bulan menyinari rambut emas dan kulit mulusnya.Saat Claire melempar pandangan ke jalan,ia melihat sosok yang berjalan perlahan.Terhuyung-huyung dan tidak seimbang.Seolah sosok itu akan jatuh,meski hanya dengan terpaan angin malam.Meski wajahnya tidak terlihat jelas,tapi Claire mengenal sosok itu.Jack.

Melihat Jack,ia jadi teringat sesuatu.Ia meraih ranselnya dan mengambil sesuatu.Ramuan yang diberikan oleh Harvest Goddess tadi siang.Claire memandang cairan di botol itu.Warnanya bagus.Biru tua,dengan kelap-kelip seperti gliter berwarna perak.Tanpa pikir panjang,Claire langsung membuka tutup kecil,dan segera meminum cairan biru itu.

Claire merasa mual.Perutnya seperti meronta-ronta.Lidahnya berwarna biru pekat akibat cairan itu.Ia melihat telapak tanganya.Dari telapak tangan itu,warna biru mulai menjalar dengan mengerikan.Ke jari-jari mungilnya,lenganya,badanya, kakinya, dan wajahnya.Semua berubah menjadi biru.

Claire terkejut kembali.Saat ia memegang hidungnya,Hidung yang sebelumnya mancung itu menjadi lebih bundar.Pakaian overall-nya berubah.Ia jadi memakai gaun putih selutut tanpa lengan yang sederhana.Perlahan-lahan,Badanya mulai menyusut. Sekarang ia tidak lebih tinggi dari buah ketimun.

Dan saat ia berjalan menuju cermin.....Ia melihat........

“SMURFETTE!?”

(*Plak!-digampar Claire-

Claire:Makin ngaco aja!Dasar Author gebleeek!

NY:-ngelus pipi-Iya,iya.Tadi kan be’canda~.

Claire:Balikin gak wajah cantik gue!*Ngancem pake palu*

NY:Huh!Iya,iya.Soal Smurfette tadi nggak usah dipeduliin ya!Back to story!)

Melihat Jack,ia jadi teringat sesuatu.Ia meraih ranselnya dan mengambil sesuatu.Ramuan yang diberikan oleh Harvest Goddess tadi siang.Claire memandang cairan di botol itu.Warnanya bagus.Biru tua,dengan kelap-kelip seperti gliter berwarna perak.Tanpa pikir panjang,Claire langsung membuka tutup kecil,dan segera meminum cairan biru itu.

Satu kata yang terpikir adalah.....Enak.Ramuan biru itu ber-rasa Blueberry. Tapi Claire tidak merasakan pengaruh apa-apa.Karena mengantuk,ia pun segera menuju tempat tidur dan terlelap.

-Claire’s dream-

Claire’s POV:

Aku melihat diriku duduk di rerumputan.Berlindungkan sebuah pohon besar yang sudah tua.Badanya  lebih kecil dari aku yang sekarang.Tunggu dulu.Situasi ini membingungkan.Apa ini mimpi?Aku memutuskan untuk diam.Menyaksikan diriku sendiri yang tersenyum lebar.Ada seseorang di samping “diriku” itu.

‘Siapa?Apa aku yang sekarang mengenalinya?’

Penglihatanku bergerak layaknya kamera pada film.Mulai dari kaki,naik ke badanya,lengan.....Dan saat hampir mencapai pundaknya,penglihatanku turun kembali.Seolah menolak untuk melihat wajah orang itu.Aku mencoba melihat wajahnya berkali-kali.Tapi gagal.

Wuuuush!

Angin menerpa wajahku.Karena reflek,aku menutup mata.Dan saat kubuka mataku kembali,tiba-tiba aku sudah berpindah tempat.Pelabuhan.Ini pelabuhan Mineral town.Ya.Aku yakin itu.Lagi-lagi aku melihat “diriku”.“Diriku” sedang menarik sebuah tas koper besar.Dan lagi,aku melihat “seseorang” yang tadi berdiri di hadapan “diriku”.Kurasakan aura kesedihan diantara mereka berdua.“Diriku” menitikan air mata.Aku mencoba kembali untuk melihat orang lain itu.Tak bisa.Aku masih belum bisa melihat wajahnya.

“Aku akan selalu menunggumu di sini.Kau pasti akan kembali kan?”Tanya orang itu.

Deg!

Haaakh!”Aku terlonjak dari tidurku.

Pip,pip,pip,pip,pip.

Alarm yang kupasang semalam berbunyi pelan.Aku mematikanya sambil mengingat mimpi yang kualami berusan.Entah kenapa,dadaku terasa sesak.Nafasku memburu karena terengah-engah.Keringat dingin mengaliri pelipisku.Rasanya aku ingin menangis.Air mataku mengalir dengan sendirinya.

Sepertinya aku sudah meninggalkan “seseorang” itu.Dan dia terdengar begitu mengharapkan kehadiranku kembali.Dan karena amnesia sial ini,aku melupakanya. Padahal aku selalu tersenyum jika di dekatnya.Aku merasa sangat bersalah.Apakah mimpi itu.....Ingatanku?

Tanpa ba-bi-bu cuci muka apalagi mandi,(NY:Ih,Claire jorok!*bletak!) Aku berlari keluar kamar dan menuruni tangga.Aku langsung menghampiri Ann-chi yang sedang menyapu lantai.

“Ann-chi!Tolong katakan padaku!Apa yang sebenarnya telah kulupakan!?Siapa yang telah kulupakan!?”Teriakku sambil mengguncang-guncangkan kedua pundak Ann-chi.

“C,Claire,lebih baik kau tenang dulu.”Jawab Ann-chi.

“Ann-chi,tolong!Kau pasti tau sesuatu kan!?Tolong beri tau aku!”

Normal POV:

“Claire!Kau harus tenang!”Ann meninggikan nada bicaranya.

Claire terdiam karena bentakkan dari Ann.Nafasnya masih terengah-engah. Kristal bening berjatuhan membasahi pipinya yang  mulus.

“Nah,lebih baik,kamu mandi,terus sarapan dulu ya.Aku akan menceritakan sebisaku.”Kata Ann lembut.

Claire mengangguk.Dia menuruti perkataan Ann dan pergi mandi.Setelah ganti baju,dia kembali turun.Ann sedang menaruh piring masakan di meja tempat Cliff dan Gray sarapan.Tidak ada suara sepatahpun yang terucap sampai Claire duduk di kursi makan.

Ohayou semuanya....”Sapa Claire pelan sambil sedikit menunduk.

Gray dan Cliff saling bertatapan heran.Sementara Ann masih sibuk mengantar makanan ke meja lain.Tidak ada sapaan meriah dan pelukan-pelukan persahabatan seperti biasanya(NY:Idih~ Cliff ama Gray ngarep!*Buagh!).

“Claire,kau tidak apa-apa?”Tanya Gray.Claire hanya menggeleng.

“Ka,kalau kau sakit.....Kami bisa.....Mengantarmu ke klinik?”Tawar Cliff lirih.

Sekali lagi Claire menggeleng.Claire menghabiskan sarapanya dalam diam. Membuat kedua cowok yang ada di sampingnya keheranan.Mereka tau,pasti ada yang tidak beres.Tapi Gray dan Cliff memilih diam.Membiarkan Claire tenang terlebih dahulu.

Selesai sarapan,Ann menghampiri mereka.Ia mengisyaratkan agar kedua cowok itu pergi.Mereka pamit seperlunya dan langsung berjalan meninggalkan Inn.Gray menuju Blacksmith,sedang Cliff menuju ke gereja.Setelah mereka pergi,Ann duduk di kursi yang bersebrangan dengan Claire.Ia tersenyum tipis.

“Jadi?Apa yang ingin kau tanyakan Claire?”

“Mark Onii-san selalu mengelak jika aku bertanya mengenai ini.Onii-san hanya mengatakan,jika dulu kami pernah datang ke kota ini sebelumnya?Apa itu benar Ann-chi?”Tanya Claire pelan.

Ann mengangguk sambil tersenyum manis.“Iya.Saat liburan musim panas. Waktu itu,kita sama-sama kelas satu tingkat senior,mau naik kelas dua.”

Claire menundukkan kepalanya.Kedua tanganya mengepal erat.Ia terdiam, sampai akhirnya mengajukan pertanyaan kembali.Sesi tanya jawab antara Claire dan Ann berlangsung sekitar setengah jam.

Beberapa kali,Claire merintih kesakitan.Otaknya tidak bisa menampung itu semua.Dari jawaban-jawaban Ann,Claire mulai menyimpulkan sesuatu.

“Ann-chi.....Siapa orang yang paling dekat denganku dulu?”

Ann terdiam.Ia menatap Claire dengan tatapan iba.Ia tau,bahwa ia mengatakan yang sesungguhnya sekarang,kepala Claire tidak akan bisa menerimanya.

“Claire,sudah kubilang.Jangan terburu-buru.”

“Tolong Ann-chi!Aku merasa bersalah karena telah melupakanya!Aku ingin mengingatnya!Dia sedang menungguku.Aku.....Aku........Tidak berguna.Hiks.”Claire mulai menagis lagi.

“Dia memang sedang menunggumu.Sampai kapanpun,dia akan selalu menunggumu Claire.Jadi,jangan paksakan dirimu,ya?”Ann tersenyum.Ia mengelap air mata Claire yang berjatuhan dengan sapu tangan.Claire mengangguk.

Claire’s POV:

Seminggu sejak aku mendengar penjelasan-penjelasan dari Ann-chi,aku semakin sering mengalami mimpi ‘itu’.Sekarang aku semakin dekat dengan para penduduk kota.Mereka sangat ramah baik padaku.Aku juga semakin dekat dengan gadis-gadis desa yang lain dan sering ngobrol dengan mereka.

Selain itu.....Aku juga mendekatkan diri dengan Jack-san.Soalnya,aku masih penasaran dengan ingatanku soal peternakanya yang terasa familiar bagiku. Tapi,saat kepalaku mulai terasa sakit parah,aku langsung berlari kabur dan pulang ke Inn.

Dan di Inn,kakak sudah menyiapkan berondongan omelan untukku.Kakak bilang,aku tidak boleh memaksakan diri.Hagh....Tapi,mau gimana lagi?Aku ingin segera mengingat kenangan di kota ini.Jika mendengar cerita Ann-chi,sepertinya kenangan itu sangat menyenangkan.

“Claireee!Ayo,cepat.”Seru Jack-san sambil melambaikan tanganya padaku.

Nafasku terengah-engah.Aku capek karena berlarian dari tadi.Sementara Jack-san baik-baik saja.

Hari ini Jack-san mengajakku untuk hiking ke puncak Mother’s Hill.Setelah melewati hutan tempat  Tuan Gotz tinggal dan Goddess Spring,kami masih harus melewati jalan setapak,melewati danau Kappa,menyebrangi jembatan kayu,Ladang bunga tempat kami biasa main,dan kemudian mendaki tanjakan berbatu.

Keringat mengucur dari pelipisku.Rasanya lelah sekali.Padahal aku sering sekali ke ladang bunga ini kan?Tapi,yang membuatku lelah itu karena....KAMI DATANG DARI PANTAI DAN LANGSUNG BERLARI MENUJU GUNUNG!Aku sampai ingin berteriak saking lelahnya.

Sampai di jalan setapak,aku serasa kehilangan tenaga.Aku mengistirahatkan kakiku dengan duduk di tanah.Aku memanggil nama Jack-san lemah.

“Jack-san~~.”Ia tidak mendengarnya.

“JACK-SAAAN!”Teriakkku.

Jack-san yang sudah jauh di depan,akhirnya berhenti.Ia menoleh ke arahku,lalu menghampiriku.

“Kau tidak apa-apa Claire?”Tanya-nya lembut.

Aku menggeleng kuat-kuat.“Capeek~.”

“He?Padahal sebentar lagi kita sampai puncak.Apa tidak sayang?”Katanya sambil menunjuk ke puncak Mother’s Hill,yang jelas-jelas masih terlalu jauh untukku.

Aku terdiam sebentar.Aku tidak ingin mengecewakan Jack-san yang sudah mengajakku ke sana.Dan aku juga tidak ingin dicap sebagai gadis lemah.Aku ini gadis yang kuat!

Jack-san berdiri.Ia mengulurkan tanganya sambil tersenyum.Saat aku menyambut uluran tanganya,aku merasakan setruman listrik lemah yang menjalar dari tanganya.Entah kenapa.

Setelah sampai di puncak Mother’s Hill,aku tersenyum puas.Akhirnya aku bisa mendaki sampai puncaknya!Pemandanganya indaaah sekali.Jack-san juga memberi tauku tentang kota-kota yang nampak dari puncak gunung.

“Yang itu,Forget-me-not Valley.”Kata Jack-san sambil menunjuk suatu kota.

“Banarkah Jack-san?Aku dan Onii-san juga pernah,tinggal di sana.Hanya beberapa bulan.Penduduknya sangat ramah dan baiiiik,sekali!”Tanggapku.

“Teman-temanku juga banyak di kota  itu.”Lanjut Jack-san.

“Benarkah?Tapi aku berharap Jack-san tidak berteman dengan orang yang bernama Phantom Skye.Dia itu pencuri nakal.Sukanya mencuri ketimun-eh ralat,mencuri barang berharga orang lain.Padahal itu kan bukan haknya.Dia juga suka menggangguku sampai aku nangis.”Kataku lesu.

(Skye:Hatchiii!Niki-chan,kok diriku,pangeran yang tampan ini pake diomongin segala,sih?

NY:Ehehe,habis aku ngefans sama kamu sih Skye...*Kedip-kedip.

Skye:*Sweatdropped.)

“Ahaha.Benarkah?Ya sudah,kita turun yuk?Kau mau melihat sunset di ladang bunga kan?”Ajaknya.

Aku mengangguk cepat.Kami turun perlahan.Aku sedikit kesusahan saat kakiku berpijak pada batu.Sesampai di ladang bunga,kami langsung duduk di bawah pohon yang rindang.Sepertinya terlalu awal untuk sunset.hanya saja langit sudah menampakan gradasi warna yang paling kusuka.

Aku duduk di bawah pohon,sementara Jack-san guling-guling badan gajhe di tengah rerumputan.Angin berhembus kencang tiba-tiba.Aku menutup kedua mata untuk melindungi penglihatan.Setelah angin reda,barulah aku membuka mata.

Aku melihat Jack-san,yang berdiri di tengah bunga-bunga indah.Ia melepas topi birunya.Wajahnya menghadap ke arah langit,dan ia memejamkan kedua matanya.Angin menerpa rambut coklat dan scraf merah milik Jack-san dengan lembutnya.

Kubesarkan mataku.Rasanya seperti mengalami De ja vu.Tapi ini terlalu jelas untuk dikatakan sebagai De ja vu.Apa ini bagian dari ingatanku?

“Aaaaaaakh!”Aku mengerang kesakitan.

Jack-san menghampiriku.Kepalaku terasa sangat sakit.Kupegangi kepalaku kencang-kencang.Rasanya seperti ditusuk menggunakan ratusan jarum!Jack-san memanggil-manggil namaku.

“Claire!Claire,bertahanlah!Aku akan membawamu ke klinik!”Seru Jack-san.

Jack-san hampir menggendongku,tapi aku mencegahnya.Aku memegangi tangan kanan Jack-san dengan erat.Aku tidak ingin sendiri.Rasanya sakit sekali. Kepalaku seperti berputar dan terbentur sesuatu.Padahal aku masih dalam posisi duduk.

Sakit di kepalaku semakin tak tertahankan.Aku meringkuk dengan posisi sujud,dengan memegangi kepalaku.Jack-san berusaha menyadarkanku dari tadi.Aku tidak bisa.Aku masih mengerang kesakitan.Tiba-tiba aku melihat mimpi kembali.

“Jaaack!Jangan lari cepat-cepat!”Seru seorang gadis berambut pirang yang berusaha mengejar pemuda berambut coklat.

“Cepat!Kau jadi ikut apa tidak?”Kata  pemuda itu tanpa menghentikan larinya.

Mereka berdua berlari.Si gadis pirang nampaknya sangat kelelahan.Ia sampai menggelosor di tanah.Tapi si pemuda yang dipanggil Jak itu,membantunya berdiri dengan seulas senyum di bibir.

Mereka melanjutkan lari mereka.Sampailah mereka di ladang bunga yang sangat indah.Bunga-bunga berwarna pink bermekaran dengan indahnya. Hamparan rumput nan hijau menambah keindahan tempat itu.Pohon-pohon berdiri dengan kokohnya.

Dan si gadis melihat,Jack melepas topinya.Mengadahkan wajahnya ke langit biru yang cerah,dan membiarkan rambut coklatnya yang lembut tertiup angin sepoi.Ia memejamkan kedua matanya dan tersenyum dengan damai.

Gadis pirang itu.....Aku?

“Bagaimana Claire?”Suara seorang wanita memanggilku.

‘Siapa?’

Saat aku melihat wajahnya,wanita itu adalah Harvest Goddess.Ia tersenyum lembut padaku.Nampaknya ia berkomunikasi lewat pikiranku.

“Bagaimana?Apa kau ingat?”Tanyanya lembut.

Aku membuka mataku lebar.Aku....Aku.....Ingat?Seseorang yang selalu menemaniku di kota ini.Bermain bersama,menikmati indahnya bunga pink cat, berlari-larian bersama,bermain pasir di pantai,memetik stroberi bersama,bermain dengan para kurcaci,menemui Harvest Goddess...Orang itu adalah......Jack?

“Jack?”Lirihku.

“Ya Claire?Aku di sini!”

Jack’s POV:

Tunggu dulu.Apa aku tidak salah dengar?Claire memanggilku “Jack”,dan bukan “Jack-san”?

“Jack.”Panggilnya sekali lagi.

Claire mengangkat wajah jelitanya.Airmatanya sudah berjatuhan.Aku memandang kedua mata safirnya lekat-lekat.Begitu pula dengan Claire.Aku menggenggam kedua tangan mungilnya yang bergetar hebat.

“Jack,aku...Aku......Ingat.”Lirihnya.

Mataku membulat sempurna.Apa aku tidak salah dengar lagi?

“Jack.....Kau.....Pa,pacarku?”Katanya pelan.

Kali ini mulutku yang terbuka(cengo).Claire benar-benar ingat!Aku langsung menariknya ke pelukanku.Bahunya berguncang karena terisak.Mataku sendiri juga sudah mulai berkaca-kaca.Dan akhirnya menitikan setetes airmata.Akhirnya Claire mengingat kenangan kami.Kenangan sederhana yang sangat berkesan.

“Aku senang kau kembali......”Lirihku sambil masih memeluknya.

Normal POV:

Kedua muda-mudi itu mempertahankan pelukan mereka.Ditemani oleh sinar redup kemerahan dari sang surya yang mulai mengantuk.

Si dewi malam sudah mulai menampakan senyum tipisnya dengan anggun. Bersiap menggantikan sang raja siang,yang sudah rela membakar dirinya sepanjang hari.Dewi kita berusaha memberikan sinar putih lembut,kepada para pengembara malam.

Jack mengangkat dagu Claire.Mengarahkan wajah si gadis pirang agar menatap mata coklatnya.

“Ayo kita kembali.Nanti Mark mengomeliku.”Kata Jack pelan.

“Hahaha.Ayo!”
Mereka menuruni Mother’s Hill perlahan.Menikmati waktu kebersamaan mereka yang telah lama tertunda.Mereka saling mengaitkan kesepuluh jemari mereka.Bergandengan tangan dengan mesranya,layaknya pasangan lain.

Sekitar jam 8.pm,Jack dan Claire tiba di Inn.Saat  pintu dibuka,dan Claire juga Jack menampakan batang hidungnya,seketika Mark berlari menghampiri mereka secepat kilat.Sampai-sampai lantai Inn berdecit dibuatnya.

“CLAIREEEE!Kemana aja kamu!Kakak khawatir tau!HUWAAAA!”Mark nangis-nangis lebay sambil meluk Claire.

“Sudah,lah Mark....Aku kan bukan anak kecil lagi.”Claire melepas pelukan Mark.

“Ha?Kamu memanggilku apa?”Mark ngorek-ngorek kuping,karna dikira salah denger tadi.

“Mark.”Kata Claire sambil tersenyum manis.

Mark membesarkan matanya tak percaya.Apa ingatan adikku yang super duper unyu,manis,cute,dan imut*halah- ini sudah kembali?Pertanyaan itu yang berada di benak Mark.Mark bengong dengan mulut terbuka.Bahkan saat lalat masuk ke mulutnya,dia diem aja.

Claire mengibas-ngibaskan tanganya di depan wajah Mark.Tapi no respon.Dia masih saja bengong.Selagi Mark cengo,Ann menghampiri mereka.

“Ada apa nih?Eh,kok kalian gandengan mesra gitu sih?”Heran Ann.

“Hai Ann.”Sapa Claire seraya tersenyum.

Tidak seperti Mark yang super duper lemot banget(makanya pake Sp**dy!),Ann bisa langsung menyadarinya.

“Claire!Ingatanmu sudah kembali!?”Tanya Ann heboh.

Claire mengangguk cepat.Ann langsung memeluknya erat sampai dia susah bernafas.Jack yang ada di sampingnya,menatap Claire dengan senyum dan mempererat genggaman tanganya.

“HUWAAAAA!CLAIREEEE!KAKAK BENER-BENER SENENG!”Mark yang(*akhirnya) sadar dari cengonya,kembali nangis lebay.

Keesokan harinya,Mark mengadakan pesta kembalinya ingatan Claire di Inn.Pesta itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malem.Dan sebagai hidanganya, adalah rujak dengan tujuh jenis buah,yang sudah dipesen tujuh bulan lalu(?),dan ruangan Inn berhiaskan  oleh bunga tujuh rupa.Begitu pula dengan air minum,yang diambil dari tujuh puluh tujuh(-NY:banyak bingiiit?) mata air suci yang berbeda di Indonesia-eh,Jepang ding.

Begitulah kelanjutanya.Setelah sebulan kembali mengenang masa lalu mereka bersama,akhirnya Jack melamar Claire dengan Blue futher yang legendaris.Mereka menikah di gereja dengan pastor Carter sebagai penghulunya. Dan seminggu setelah pernikahan Claire yang diadakan meriah,Mark kembali ke Sunshine Island untuk menemani istrinya yang sedang hamil besar.Sementara Claire tetap tinggal di Mineral Town bersama suami barunya.

Sekitar setahun setelah pernikahan mereka,Claire melahirkan anak kembar yang bernama Joe dan Lanna.Keluarga kecil mereka hidup bahagia seeelamanya.

-Fin-

Ehehe,akhirnya jadi juga ni Fanfic abal.Gimana?Akhirnya gajhe banget ya? Alurnya kecepetan ya?OOC ya? Jelek?Iya,jelek?Aduuuh,malu banget sama senpai-senpai yang udah senior.

Ya udah deh,bagi yang sudah membaca Fic jelek ini,aku berterima kasih yang sebesar-besarnya.Dan buat yang udah nge-repiuw,muakacih bingit ya!Aku pengen nulis Fic lagi deh jadinya!Yosh!