Author:Nikita
Yuana(NY)
About:Harvest
Moon:More Friend Of Mineral Town
Rated:T
Genre:Romance,hurt/comfort
Pairing:JackXClaire
Warning:OOC,ONESHOT,gajhe,jelek,mainstream,bahasa belepotan,alurnya kecepetan, pokoknya nggak banget.Don’t like,please don’t read!
Halo semua,masih dengan Nikita Yuana,author baru yang masih bau kencur.Ini fanfic
pertama aku,soal Harvest Moon,jadi harap maklum ya,kalo ada salah-salah dan ceritanya
gajhe.Sebenernya mau aku publish ke FFn,tapi berhubung aku gak punya akun di sana,jadinya ke blog aja deh!Oke,enjoy!:)
Disclaimer:Harvest
Moon bukan punyaku ya!Tapi fic ini emang punyaku....
I’ll waiting for
you
Normal POV:
“Jaaack!Jangan
lari cepat-cepat!”Seru gadis berambut pirang yang biasa dipanggil Claire,berusaha
mengejar sahabat barunya.
“Cepat!Kau
jadi ikut apa tidak?”Balas Jack tanpa
menghentikan larinya.
Claire
dan Jack,sepasang sahabat baru yang menjalin persahabatan di desa bernama Mineral
town.Claire adalah pelajar tingkat senior dari kota,yang sedang berlibur di desa
kecil itu.Begitu pula Jack,cucu dari pemilik peternakan luas yang cukup sukses di
Mineral town.
Claire
terengah-engah.Tidak dapat mengimbangi lari pemuda itu.Sore ini Jack mengajak Claire
jalan-jalan.Claire bertanya ke mana arah tujuan mereka dari tadi,tapi Jack
tidak juga memberi taunya.
Kedua
remaja itu berlari menaiki bukit Mother’s Hill.Jack menaiki bukit itu dengan
semangat,seolah sudah setiap hari bukit itu ia naiki.Keluar dari daerah
peternakan milik kakeknya,melewati hutan,air terjun dewi,dan akhirnya mereka
sampai di kawasan Mother Hill.Di tengah-tengah jalan setapak yang cukup panjang,Claire
menghentikan langkahnya dan menggelosor di tanah.Claire berusaha memanggil nama
Jack,tapi Jack masih saja asyik menaiki bukit itu.
“Jack~~.”Panggil
Claire lemah.Tidak ada jawaban.
“WOI!!JAAACK!!!”Teriak
Claire sebal.
Jack
yang merasa namanya diserukan,berhenti dan menengok ke belakang.Melihat Claire
yang tertinggal cukup jauh dan menggelosor di tanah,Jack menghampirinya dengan
setengah berlari.
“Kau
tidak apa-apa?”Tanya Jack khawatir.
“Capek
tau’!”Protes Claire sambil memukul bahu Jack keras-keras.
“Aduh!Ya,iya,sabar.Tuh,sudah
mau sampai.”Kata Jack sambil menunjuk ke atas.
Jack
bangkit dan mengulurkan tanganya.Ia tersenyum pada sahabat barunya itu.Claire
tersenyum manis dan meraih tangan Jack.Jack menarik tangan Claire dan
membantunya menaiki sisa tanjakan di bukit itu.Genggaman tangan Jack membuat
pipi Claire memerah.Sesampainya di atas bukit,Claire ngosh-ngoshan sambil menumpukan kedua tanganya di lutut sementara Jack
sudah berlari lagi,entah ke mana.
Jack
memanggil nama Claire dengan suara merdunya.
“Hey...Claire!”Serunya.
Claire
yang masih kelelahan,mengangkat wajahnya.Mata Claire membesar. Pemandangan yang
ia lihat sekarang sungguh indah.Pemandangan khas perbukitan.Bunga-bunga
berwarna pink bermekaran dengan indahnya.Hamparan rumput nan hijau menambah
keindahan tempat itu.Pohon-pohon berdiri dengan kokohnya.Tapi,bukan hanya itu
yang membuat Claire terkesan.
Jack
melepas topi kesayanganya,yang entah kenapa selalu ia pakai terbalik itu.Mengadahkan
wajahnya ke langit biru yang cerah,dan membiarkan rambut coklatnya yang lembut tertiup
angin sepoi.Ia memejamkan kedua matanya dan tersenyum dengan damai.Seolah tak
pernah ada masalah dalam hidupnya.
Mata
Claire tak bisa lepas dari sosok Jack yang berada di hadapanya dari tadi.Tak
terasa kedua pipinya sudah kembali merona.Jack tak terlihat seperti biasanya.Jack
yang ia kenal selama ini adalah Jack yang kekanak-kanakan dan suka
mengganggu.Tapi kali ini Jack keliatan......Keren?
“Hoi!Ngapain
bengong?Sini.”Ajak Jack.
Claire
tersadar dari lamunanya,dan kemudian berlari menghampiri Jack. Mereka duduk di
bawah pohon.Umur pohon itu sudah sangat tua,sehingga berukuran besar,dan dapat
melindungi tubuh dari sengatan matahari di musim summer yang hampir berakhir.
Mereka
mengobrol dengan santai sambil menikmati belaian angin.Belaian angin lembut itu
menandakan bahwa summer akan segera berkahir,dan tanda datangnya fall yang akan
menggantikan tugasnya.Tapi,kemudian mereka kehabisan ide untuk menyambung obrolan
ini.Keduanya terdiam,hanyut dalam pikiran masing-masing.Claire membelai
rerumputan yang tumbuh di sekitarnya,dan Jack memandang langit cerah yang sudah
mulai berwarna jingga.
“Claire.”Panggil
Jack pelan.
“Apa?”Claire
menatap Jack yang berada di sampingnya.
Jack
terdiam.Ia menatap wajah Claire lekat-lekat.Claire hanya bisa heran dengan
sikap Jack itu.Terlihat semburat warna pink di kedua pipi Jack.Membuat Claire
semakin heran.Tatapan Jack pada Claire terlihat begitu serius.Bukan Jack yang
seperti biasanya.
Claire’s POV:
Jangan-jangan.......Jangan-jangan dia akan menyatakan
perasaanya padaku? Ah!Mikir apa aku ini!?Jack kan sahabatku.Mana mungkin dia
melakukan hal itu.Pikirku.Cukup
lama Jack memandangi wajahku dalam diam.Aku juga melakukan hal yang sama.Aku
menanti kata yang akan terucap dari mulut Jack dengan hati berdebar-debar.
Ayo dooong...Cepat......
“Claire...Aku...Aku......”Kata
Jack terputus-putus.
Aku
masih menatapnya dalam diam.Menunggu kelanjutan kata-katanya dengan harapan
memenuhi hatiku.
“Aku.......”Kata-kata
Jack terputus.Jantungku semakin berdebar di luar tempo yang seharusnya.Aku
tidak sabar menanti kelanjutanya.
“Aku
lapar.Kita kembali saja yuk?”Kata Jack dengan cepat.
Gubraak!
Aku
bergubrak-ria.Secara harfiah.Aku bangun dari posisi gubrakku sambil
mengelus-elus punggungku yang terbentur tanah berumput.
Jack’s POV:
Dasar bodoh!Nggak becus!Bodoh!Gila!Bodoh!Bodoh!Bodoooh!!!
Masa’ hanya menyatakan perasaan seperti itu saja tidak bisa!?Aku mengumpat diriku sendiri dalam hati atas
ketidakmampuanku.
Aku
dan Claire akhirnya turun dari bukit sore ini.Aku menuruni bukit sambil masih
mengumpat dalam hati.Begitu susahnya mengungkapkan perasaan ke cewek satu
ini.Aku menghela nafas panjang.Kalau tidak hari ini....Mungkin besok masih
bisa.Aku memandang Claire yang sedang berjalan di depanku sambil sesekali
meloncat riang nggak jelas.Aku
tersenyum melihat tingkahnya.Iya,masih
bisa besok....
Sesampai
di Inn tempat Claire menginap,Aku pamit sambil
tersenyum riang padanya.Aku berusaha bersikap senormal mungkin di
hadapanya.
Saat
tiba di rumah,aku langsung menghempaskan diri ke sofa.Aku bertekad,aku harus
mengatakan perasaanku besok pagi.Aku sibuk memikirkan kata-kata yang tepat
untuk kuucapkan pada Claire besok.Sampai malam tiba,dan akhirnya aku tertidur.
Claire’s POV:
“Tadi
jalan-jalanya ke mana Claire?”Tanya Ann sambil merapikan bantal-bantal di atas
tempat tidur di asrama cewek.
“Ke
ladang bunga di Mother Hill.Pemandanganya indah lho.”Kataku sambil meminum
segelas air putih.
“Ooh.....Kamu
sudah menyatakan perasaanmu padanya apa belum?” Pertanyaan Ann itu membuatku
tersedak dan batuk.
“Uhuk!Uhuk!Ann
ngomong apa sih!?”Mukaku mulai memerah.
“Hahaha.Jangan
kira aku tidak tau Claire.”Kata Ann santai
sambil duduk di pinggir kasur.
“Hengh...Belum.Dan sepertinya tidak akan pernah.Dia juga sepertinya tidak
menyukaiku yang “seperti itu”.”Kataku lesu.
“Masa
sih?Jangan pesimis dulu....Ya sudah,kamu mending tidur dulu ya.Aku mau membantu
ayah lagi.”Kata Ann riang.
Ann
memang sangat baik.Dia juga salah satu sahabatku di desa ini.Ann adalah putri
dari pemilik Inn tempatku menginap ini.Meskipun kelihatan tomboi dari luar,sebenarnya
dia anak perempuan yang berhati tegar dan lembut. Kudengar,ibunya meninggal
sejak dia kecil.Dia bahkan sempat mengeluarkan airmatanya saat menceritakan hal
itu padaku.
Aku
mengangguk,dan menuju tempat tidur.Tapi Hp-ku berdering.Aku mengangkatnya
dengan malas saat melihat nama yang terlihat di layar HP-ku.
“Halo?Ada
apa Onii-san?”
-Skip-
“Haah...Iya,iya Aniki-ku sayang.Aku mengerti.Sudah
ya.”
Klik.
Telpon
kuputus.
Aku
turun ke lantai bawah untuk menemui Ann.
“Ann....Aku
musti pulang......”Kataku memelas pada Ann.
Jack’s POV:
Aku
berlari sekencang mungkin menuju “Doug’s Inn”.Hari ini memang masih jam 8
pagi,dan kemungkinan Claire masih sarapan di Inn.Tapi aku bertekad untuk
mengutarakan perasaanku pada Claire pagi ini juga.Aku sudah menyiapkan
kata-kata ini sejak tadi malam.Aku juga sampai tidak bisa tidur.
Aku
tidak peduli pada jam yang masih sepagi ini,tidak peduli pada seruan kakek yang
memperingatkan untuk jangan pergi dulu,tidak peduli pada orang-orang lain di
sekitarku yang memandangku dengan tatapan heran,tak peduli apakah akhirnya
perasaanku ini akan diterima oleh Claire atau tidak.Pokoknya aku harus
menyatakan perasaan yang sudah memuncak ini.
Sampai
di Inn,aku tidak mendapati sosok Claire.Aku hanya melihat Ann yang sedang
menyapu lantai,pak Doug yang mengelap gelas,dan Gray yang sedang sarapan dengan
tenang.Aku menghampiri Ann dan menanyakan Claire.
“Ann!Claire
ada?”Tanyaku tidak sabaran.
“Eh,Jack?Claire
tidak memberi taumu?Claire pulang hari ini.Tadi pagi sudah berangkat ke pelabuhan
.”Jawabnya dengan nada menyesal.
Jawaban
Ann membuatku membeku.Aku terpaku di tempatku berdiri.Pak Doug menatapku
prihatin.Gray menatapku datar.
“Hoi!”Bentakan
Gray menyadarkanku.
“Dia
pergi belum lama.Kalo kau menyukainya,kejar
dia bodoh!”Kata Gray.
Seketika,aku
berlari dari tempat itu.Melintasi Rose Square,dan kulanjutkan dengan lari
sekencang yang kubisa ke arah pantai.Yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah
berharap,agar kapal yang ditumpangi oleh Claire belum berangkat.
Sampai
di pantai,Aku langsung menuju pelabuhan.Aku mengitarkan pandanganku untuk
mencari sosok Claire,tapi aku tidak menemukanya.Kapal yang ditumpangi Claire
pasti sudah berangkat.Harapanku sudah putus saat itu juga.Aku kembali ke
peternakan kakek dengan badan lemas.
Aku bahkan belum sempat mengutarakan perasaanku.Please,jangan
pergi dulu.
Harapanku
sudah pupus.Badanku terasa semakin lemas.Mungkin karena penyesalan yang amat
mendalam.Aku berjalan lemas menuju peternakan satu-satunya di Mineral town.Saat
melewati “Doug’s Inn”,aku tidak menoleh sedikitpun.Sakit rasanya,meratapi bahwa
Claire sudah tidak lagi berada di sana.
“Jack?”Kudengar
seseorang memanggil namaku.Suara lembut yang sangat kukenal.
Aku
menengok dengan lemas.Paling-paling itu orang lain yang akan menanyakan
keadaanku setelah ditinggal Claire.Dan aku sedang tidak ingin membahasnya.Saat
kepalaku sudah berputar 90 derajat untuk melihat sang pemanggil,mataku membulat
sempurna.
“C,Claire!?”Seruku
tidak percaya.
Aku
menghampirinya dengan berlari.Dia sudah berpakaian rapi,dan menarik tas koper
besar.Tapi arah jalanya berasal dari luar menuju ke dalam Inn.Aku bertanya
padanya setengah berteriak.
“Apa
yang kau lakukan di sini!?”Tanyaku.
“E,eh?Seharusnya
kan aku yang nanya.Apa yang kau lakukan di sini?”Tanyanya balik.
“Kenapa
kau pergi tanpa memberi tauku!?”
“E,eh?”Claire
tergagap menanggapi pertanyaanku.
Aku
sempat melirik ke arah Ann dan Gray yang tak jauh di belakang Claire.Ann
terkekeh pelan,lalu menarik tangan kakaknya untuk menjauh dari tempat mereka
sebelumnya.
“Le,lebih
baik kita masuk dulu yuk?”Ajak Claire.Aku menurutinya.
“Kenapa
kau pergi tanpa memberi tauku?”Aku mengulang pertanyaanku.Kali ini dengan suara
yang lebih pelan.
“Sori....Soalnya
ini mendadak sekali.Tadi malam kakakku Mark menelpon,dan memintaku
pulang....”Katanya pelan sambil menunduk.
“Kenapa?”Tanyaku
singkat.
“Libur
musim panas sudah berakhir.Aku harus kembali sekolah di kota lusa.Kamu juga harus
membantu kakek kan?”Kata Claire lembut sambil tersenyum kecil.
Aku
menunduk menahan emosi.Kedua tanganku saling meremas.Semua yang dikatakan Claire
memang benar dan masuk akal.Dia memang harus mulai sekolah lagi lusa.Dan aku
harus membantu kakek yang sudah tua.Tapi.....Itu artinya aku harus berpisah dari
Claire?
“Tapi....Ada
yang belum kuutarakan.”Kataku pelan sambil masih menunduk.
“Ya....Bilang
sekarang saja.Mumpung aku masih di sini.”Kata Claire santai sambil tersenyum
simpul.
Ann’s POV:
Aku
dan kakak mengintip Claire dan Jack yang sedang berduaan dari atas tangga
menuju lantai atas.Aku sangat antusias mengintip mereka,sementara kakak menanggapi
ajakanku untuk mengintip dengan wajah malas.(NY:Iiih~Ann Stalker!*Dues!-dipukul
Ann pake panci*Ann:Emang yang nulis siapa!?)Karena cukup jauh,aku jadi tidak bisa mendengar dengan
jelas apa yang mereka bicarakan.Aku melihat mereka ngobrol dengan pelan di meja
pojok ruangan.Muka Jack tampak jelas memerah.Hihihi.Aku jadi ingin tertawa.
Tak
lama,Aku melihat Popuri yang baru saja masuk.Aku langsung memanggil-manggil
namanya pelan dan melambaikan tanganku.Popuri menghampiriku dan kakak dengan
tampang heran.Lalu aku mengajaknya untuk ikut mengintip Claire dan Jack.
Setelah
beberapa menit ngobrol,tiba-tiba Jack menunduk dengan wajah yang sangat merah.Ia
terdiam cukup lama.
“AKU
SUKA PADAMU CLAIRE!”Seru Jack lantang.
Aku
menga-nga lebar sambil melotot kaget.Selebar pispot yang terbuka. Popuri hampir
melonjak,tapi kak Gray keburu menutupi mulut Popuri agar dia tidak berteriak.Tanpa
sadar,aku loncat-loncat girang sambil mencengkram kedua pundak kakak.(NY:Kasian
banget Gray cayang.Sini kupeluk.Mau......?-sambil kedip-kedip gajhe-.Gray:Ogah!-ngibrit-)Setelah puas loncat-loncat,aku kembali
meneruskan kegiatanku.Aku memperhatikan Claire.Wajahnya terlihat kaget dan sama
merahnya dengan Jack.
Claire
tersenyum kecil,lalu mengaggukkan kepalanya dengan wajah merahnya.Mereka berdua
tersenyum.Kami bertiga sebagai penonton juga ikut tersenyum.
Selanjutnya....Terserah mereka.
“Ya udah,yuk Popuri.Ke kamar cewek aja.Nggak usah ganggu mereka lagi.”Kataku
setengah berbisik sambil menarik tangan Popuri.Dia hanya mengangguk riang.
Kami
ke kamar asrama cewek,sedangkan kakak
kembali ke asrama cowok.
Claire’s POV:
“Ma,makasih
Claire!”Seru Jack senang padaku.
Tapi
aku teringat sesuatu.Aku harus segera pergi.Aku memang ingin menghabiskan waktu
bersama Jack di sini.Sangat ingin.Tapi apa yang bisa kulakukan?Inilah derita
pelajar.Seandainya saja aku ini orang dewasa seperti kak Mark di kota,jadi aku
tidak perlu lagi punya tuntutan untuk belajar dan bisa terus bersama orang yang
dia sayang.Aku menundukan kepalaku.
“Ta,tapi
aku masih harus pergi.Bagaimana ini?”kataku lirih.
Suasana
senyap tercipta.Kami beruda terdiam.
“Aku
akan menunggumu!”Kata Jack tiba-tiba.
Aku
mengangkat kepalaku.Menatap wajah Jack yang teduh.Ia tersenyum damai,persis
seperti senyumnya saat di puncak bukit.Senyumnya itu dapat membuat wajahku
memerah.Sepertinya aku terpesona sama kerenya Jack.Hihihi.
“Aku
menunggumu di sini.”Kata Jack mantap.
Aku
mengangguk sambil tersenyum lebar.Setelah itu,kami mengobrol seperti biasa.Tapi
kali ini kami tidak kehabisan ide untuk ngobrol, bahkan waktu yang ada sangat
kurang jika aku sedang bersama Jack.Semua serasa berjalan cepat.Aku ingin lebih
lama bersamanya.
Tak
terasa jarum jam tanganku sudah menunjuk angka 11.30.Sekitar setengah jam lagi kapal
siang ke kota berangkat.Aku harus pergi sekarang.Aku melihat jam tanganku
dengan tatapan apa-tidak-bisa-waktu-ini-dihentikan-sebentar?
Jack sepertinya mengerti hal itu.
“Aku
antar kau ke pelabuhan ya.”Katanya lembut.
Aku
menatapnya,lalu melukiskan senyum termanis yang kubisa.Aku mengangguk pelan.Aku
berdiri,dan memanggil Ann yang kuyakin sedang bersama dengan Gray dan Popuri.
“Ann...”Panggilku
sambil melambaikan sebelah tanganku.
Ann
menghampiriku.Singkat cerita,Ann,Gray,dan Popuri ikut mengantarkanku ke
pelabuhan.
Aku berdiri di samping kapal yang akan
mengantarkan ku pulang.Aku berpelukan dengan Ann dan Popuri,dan berjanji pada
Ann akan datang untuk membantunya lagi jika liburan.Aku juga berpamitan dengan
Gray.Begitu juga Jack.Pacar baruku.Ann,Popuri,dan Gray meninggalkan kami dengan
alasan ingin mengurus sesuatu.Klasik.Aku melambaikan tanganku kuat-kuat pada
mereka bertiga.
Aku
meremas tarikan koperku.Aku tidak ingin pergi dulu.Ingin rasanya aku meluk Jack,dan menciumi pipinya.Tapi itu tidak
mungkin kulakukan.Memang aku ini apaan?Main meluk lalu menciumi pipi orang di
pelabuhan.Aku sweatdropped dengan
pikiranku sendiri.
“Jack,aku
pergi dulu ya.”Kataku pelan dengan menyungging senyum sebisaku.
“Aku akan selalu menunggumu di sini.Kau pasti akan
kembali kan?”
Aku
mengangguk pelan.
Aku
mengambil sesuatu dari tas kecilku.Sebuah scraft
berwarna merah yang pernah kakak berikan padaku.Aku tidak pernah memakainya,tapi
aku selalu menyimpanya baik-baik.Aku memakaikan scraft itu ke leher Jack.
Kutatap
wajah tampanya lekat-lekat.
Entah
setan apa yang merasukiku,tapi aku berani menyematkan sebuah ciuman kilat ke
pipi kiri Jack.Mukaku langsung memanas dengan kelakuanku sendiri.Kulihat Jack
merasakan hal yang sama.Aku berbalik,dan menaiki kapal di belakangku dengan
cepat.Aku sempat berbalik untuk tersenyum pada Jack.Dia masih terpaku.Akupun
menaiki kapal itu tanpa kata-kata lagi.
Jack’s POV:
Claire
sudah hilang ditelan oleh kapal itu.Bahkan kapal itupun sudah melesat menjauhi
pelabuhan,dan mulai mengarungi lautan.Tapi pipiku masih terasa panas.Aku
terdiam di tempatku.Tidak peduli pada deru ombak yang berusaha membangunkanku
dari lamunanku.Aku berjalan pulang dengan tatapan kosong.Ann yang agaknya tau
apa yang baru saja kualami,hanya terkekeh pelan dan kembali masuk ke Inn.Akupun
pulang dengan perasaan terbang melayang siang itu.
Aku
tiduran di tempat tidur sambil menatap sehelai kain.Kain yang akan selalu
kujaga sampai nanti.Scraft merah
pemberian Claire barusan.
Tenang Claire.Aku pasti menunggumu.Tidak peduli seberapa lamanya.
-Fin-
Yiiiiihaaa!Akhirnya
jadi.Nikita seneng banget!Terima kasih semuanya! Dan.....RnR please?-puppy dog eyes-